5 Hal yang Tidak Pernah Dibanggakan oleh Orang Cerdas, Menurut Ilmu Psikologi

Rini Apriliani | Beautynesia
Selasa, 13 Jan 2026 14:30 WIB
3. Kekayaan atau Kesuksesan Finansial
Ilustrasi pamer kekayaan/Foto: pexels.com/yankrukov

Orang cerdas tidak pernah dengan gamblang mengatakan pada dunia bahwa dirinya cerdas. Sebab, tanpa harus dikatakan, orang-orang di sekelilingnya bisa dengan mudah mengetahui kecerdasan yang mereka miliki.

Lulusan psikologi dan penulis buku Hidden Secrets of Buddhism, Lachlan Brown menemukan kesamaan yang mencolok antara orang-orang cerdas. Ialah, mereka sangat pendiam tentang aspek-aspek tertentu dalam hidupnya.

Psikologi juga mendukung hal sama. Penelitian secara konsisten menunjukkan bahwa kerendahan hati intelektual berkorelasi dengan pengambilan keputusan yang lebih baik, hubungan yang lebih kuat, dan kecerdasan aktual yang lebih tinggi.

Penasaran Beauties, apa saja hal yang tidak pernah dibanggakan orang cerdas? Melansir Expert Editor, ini dia daftarnya!

1. Skor IQ atau Hasil Tes Mereka

Orang cerdas tidak pernah membanggakan skor IQ atau hasil tes yang mereka lakukan. Mereka memahami bahwa kecerdasan bersifat multifaset dan tidak dapat diukur hanya dengan satu angka.

Ilustrasi kecerdasan/Foto: Pexels.com / Pixabay

Orang cerdas tidak pernah membanggakan skor IQ atau hasil tes yang mereka lakukan. Mereka memahami bahwa kecerdasan bersifat multifaset dan tidak dapat diukur hanya dengan satu angka. Mereka mengetahui kecerdasan majemuk Gardner dan menyadari bahwa kecerdasan emosional, kreatif, dan praktis sama pentingnya dengan kemampuan analitis.

Selain itu, mereka juga menyadari efek Dunning-Kruger, dimana orang yang benar-benar berilmu merasa masih banyak hal yang belum mereka ketahui, sehingga tidak pernah merasa si paling hebat. Orang cerdas tidak mengagungkan bahwa mereka hebat, tapi membiarkan ide dan karyanya membuktikan itu sendiri.

2. Jumlah Buku yang Telah Dibaca

Membaca buku adalah hal mendasar untuk pertumbuhan, dan orang-orang cerdas mengetahuinya. Namun, orang cerdas tidak akan membaca rakus banyak buku, lalu mengatakan sebanyak apa buku yang telah dibacanya untuk menunjukkan superioritas intelektual.

Ilustrasi membaca buku/Foto: pexels.com/MikhailNilov

Membaca buku adalah hal mendasar untuk pertumbuhan, dan orang-orang cerdas mengetahuinya. Namun, orang cerdas tidak akan membaca rakus banyak buku, lalu mengatakan sebanyak apa buku yang telah dibacanya untuk menunjukkan superioritas intelektual.

Mereka akan berfokus membaca satu per satu buku secara mendalam, fokus pada pemahaman dan penerapannya yang mereka pelajari dari buku tersebut. Mereka mementingkan kualitas, daripada kuantitas.

3. Kekayaan atau Kesuksesan Finansial

Hal yang tidak pernah dibanggakan orang cerdas juga adalah kekayaan atau kesuksesan finansialnya. Mereka telah melihat orang-orang cerdas berjuang secara finansial dan orang yang ‘biasa saja’ tapi bisa kaya raya karena faktor lain.

Ilustrasi pamer kekayaan/Foto: pexels.com/yankrukov

Hal yang tidak pernah dibanggakan orang cerdas juga adalah kekayaan atau kesuksesan finansialnya. Mereka telah melihat orang-orang cerdas berjuang secara finansial dan orang yang ‘biasa saja’ tapi bisa kaya raya karena faktor lain.

Ketika mereka mencapai kesuksesan finansial, mereka cenderung mengaitkannya dengan keberuntungan, kerja keras, atau waktu yang tepat daripada kecerdasan yang unggul. Mereka tahu, membual tentang uang sering kali menandakan rasa tidak aman, bukan kecerdasan.

4. Kemampuan Memecahkan Masalahnya

Saat orang cerdas sukses memecahkan masalahnya, mereka tidak akan mengumumkan, “Aku cerdas dan berhasil memecahkan masalah.”

Ilustrasi berpikir/Foto: pexels.com/ivan-samkov

Saat orang cerdas sukses memecahkan masalahnya, mereka tidak akan mengumumkan, “Aku cerdas dan berhasil memecahkan masalah.”

Namun, mereka memahami bahwa pemecahan masalah biasanya melibatkan kolaborasi, pengalaman, dan terkadang keberuntungan. Karena itu, mereka memilih untuk memberikan penghargaan pada orang-orang yang membantu atau berdiskusi.

Mereka menyadari setiap masalah berbeda. Sukses menyelesaikan satu masalah, bukan berarti bisa menyelesaikan lainnya dengan cara sama. Hal ini membuat mereka tetap rendah hati.

5. Betapa Salahnya Orang Lain

Orang-orang cerdas telah mempelajari sesuatu yang penting, yakni tidak sibuk menyalahkan kesalahan orang lain. Mereka memahami bahwa orang perlu menemukan kebenaran sendiri untuk benar-benar mengetahuinya.

Ilustrasi diskusi/Foto: Freepik.com/DC Studio

Lachlan Brown dalam bukunya Hidden Secrets of Buddhism, salah satu yang dibahas adalah bahaya dari kebutuhan untuk selalu benar.

Orang-orang cerdas telah mempelajari sesuatu yang penting, yakni tidak sibuk menyalahkan kesalahan orang lain. Mereka memahami bahwa orang perlu menemukan kebenaran sendiri untuk benar-benar mengetahuinya.

Alih-alih mengoreksi atau menyudutkan, mereka akan mengajukan pertanyaan-pertanyaan bijak yang membimbing seseorang menuju pemahaman yang lebih baik. Tujuannya agar orang tersebut bisa berpikir dan menemukan jawaban benarnya sendiri. Ya, mereka juga pandai menjaga hubungan baik, tidak sekadar ingin selalu terlihat cerdas.

Beauties, itu dia sederet hal yang tidak pernah dibanggakan orang cerdas. Bagaimana menurutmu, kamu sudah melakukannya juga?

____ 

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE