5 Ide Jualan saat Ramadan yang Mendatangkan Cuan

Gayuh Tri Pinjungwati | Beautynesia
Kamis, 05 Mar 2026 18:00 WIB
2. Catering Buka Puasa dan Sahur
Catering Buka Puasa dan Sahur/Foto: Pexels.com/ Esase

Ramadan merupakan bulan suci yang penuh berkah. Selain itu, Ramadan juga menjadi bulan yang membawa banyak peluang bagi masyarakat. Perputaran uang biasanya meningkat, kebutuhan masyarakat bertambah, dan kebiasaan belanja pun berubah. Buat kamu ibu rumah tangga, karyawan, freelancer, atau anak kos yang lagi butuh tambahan pemasukan, ini momen yang sayang banget kalau dilewatkan.

Melansir dari DetikFinance, ada banyak usaha yang bisa kamu coba untuk mendapatkan cuan di bulan Ramadan. Bulan suci ini bisa menjadi momen spesial yang penuh berkah, khususnya dalam dunia bisnis kuliner.

Banyaknya minat orang pada makanan dan minuman, hal ini bisa menjadi peluang emas bagi siapa saja yang ingin mencoba mencari peruntungan dengan berjualan di bulan puasa. Penasaran, usaha apa saja yang bisa mendatangkan cuan di bulan Ramadan? Yuk, simak selengkapnya di bawah ini. 

1. Takjil dan Camilan

Takjil dan Camilan/Foto: Freepik.com/ Jcomp

Ramadan selalu punya cerita sendiri. Selain jadi bulan penuh berkah dan momen refleksi diri, Ramadan juga identik dengan peluang usaha yang menjanjikan. Buat kamu yang ingin buka usaha di bulan Ramadan, jualan takjil dan camilan bisa jadi cara realistis untuk menambah pemasukan tanpa harus modal besar.

Kenapa takjil? Karena setiap hari orang berbuka puasa, artinya, pasar selalu ada. Dari anak kos yang nggak sempat masak, karyawan yang pulang kerja sudah lelah, sampai keluarga yang ingin menu praktis untuk berbuka. Semua butuh makanan cepat saji menjelang Maghrib.

Kamu tidak harus langsung jualan yang ribet. Mulai saja dari menu simpel seperti kolak pisang, es buah, puding cup, atau risoles. Gorengan juga masih punya tempat di hati banyak orang, apalagi kalau dikemas lebih bersih dan menarik. Kuncinya bukan cuma di rasa, tapi juga di kebersihan dan konsistensi.

2. Catering Buka Puasa dan Sahur

Catering Buka Puasa dan Sahur/Foto: Pexels.com/ Esase

Kamu bisa memulai catering dari skala kecil terlebih dahulu. Misalnya membuka paket harian atau mingguan untuk menu buka puasa dan sahur. Sistem pre-order sangat membantu supaya kamu tidak masak berlebihan. Tentukan batas minimal pemesanan agar tetap menguntungkan dan tenaga tidak terkuras habis.

Menu yang ditawarkan juga nggak perlu terlalu rumit. Untuk buka puasa, kamu bisa siapkan paket nasi, lauk (ayam bakar, ayam goreng, ikan, atau tempe tahu), sayur, sambal, dan takjil sederhana seperti kolak atau puding. Sementara untuk sahur, pilih menu yang lebih praktis dan tahan lama, misalnya nasi dengan lauk kering seperti ayam suwir, orek tempe, atau telur balado.

Promosi bisa dimulai dari lingkar terdekat. Tawarkan ke teman kantor, grup komplek, atau komunitas pengajian. Media sosial juga sangat membantu, unggah foto menu harian dengan pencahayaan yang bagus dan deskripsi yang jelas. Testimoni pelanggan pertama akan jadi aset berharga untuk membangun kepercayaan.

3. Kue Kering

Kue Kering/Foto: Pexels.com/ Meggy Kadam Aryanto

Bisnis kue kering saat Ramadan punya pasar yang jelas. Menjelang Lebaran, hampir setiap rumah menyiapkan stoples camilan untuk tamu. Belum lagi kebutuhan hampers untuk keluarga, sahabat, atau relasi kerja. Permintaannya cenderung stabil bahkan meningkat setiap tahun. Artinya, peluang cuan terbuka lebar kalau kamu mau mulai.

Hal yang menarik, usaha ini bisa dimulai dari dapur rumah. Nggak perlu langsung produksi ratusan stoples. Mulai saja dari pre-order untuk teman dekat, tetangga, atau rekan kerja. Sistem pre-order membantu kamu mengatur produksi supaya tidak over budget dan tidak ada stok menumpuk.

Pilih beberapa varian yang paling banyak dicari, seperti nastar, kastengel, dan cookies cokelat. Nggak perlu terlalu banyak jenis di awal. Fokus pada rasa yang konsisten dan tekstur yang pas. Banyak pelanggan lebih memilih kualitas dibanding variasi yang terlalu banyak tapi rasanya biasa saja.

Selain rasa, kemasan juga penting. Stoples yang cantik dan label yang rapi bisa meningkatkan nilai jual. Kamu bahkan bisa menawarkan ukuran kecil atau mini pack untuk pembeli yang ingin variasi tanpa harus membeli stoples besar. Strategi seperti ini sering menarik minat pembeli muda atau keluarga kecil.

4. Frozen Food

Frozen Food/Foto: Pexels.com/ Evgeniya Davydova

Usaha frozen food bisa jadi peluang cuan yang menarik banget, terutama buat kamu yang ingin punya penghasilan tambahan tanpa harus buka toko besar. Kenapa frozen food? Karena praktis. Banyak keluarga, karyawan, sampai anak kos butuh stok makanan yang tinggal goreng atau panaskan saat sahur dan berbuka. Apalagi kalau pulang kerja sudah mepet azan, punya stok nugget homemade, dimsum, risoles beku, atau ayam ungkep di freezer rasanya seperti penyelamat.

Usaha ini juga relatif fleksibel. Kamu bisa mulai dari dapur rumah dengan peralatan sederhana. Pilih produk yang memang kamu kuasai resepnya. Misalnya, risoles mayo frozen, pastel isi ayam, dimsum ayam udang, atau sambal goreng kentang siap panaskan. Produk seperti ini banyak dicari karena tahan lama dan praktis.

Keunggulan frozen food saat Ramadan adalah daya simpannya. Berbeda dengan takjil basah yang harus habis hari itu juga, frozen food bisa diproduksi lebih awal dan dijual bertahap. Sistem pre-order tetap bisa diterapkan supaya produksi lebih terkontrol dan tidak menumpuk.

Target pasarnya juga luas. Ibu rumah tangga biasanya membeli untuk stok sahur. Anak kos suka karena hemat dan nggak perlu masak dari nol. Bahkan pekerja kantoran sering mencari lauk beku untuk dibawa ke kantor atau disimpan di rumah.

Supaya usaha ini mendatangkan cuan maksimal, kualitas harus jadi prioritas. Gunakan bahan segar, perhatikan kebersihan, dan pastikan kemasan rapat serta diberi label tanggal produksi. Kemasan yang rapi dan informatif bikin pembeli lebih percaya.

5. Paket Sembako

Paket Sembako/Foto: Pexels.com/ cottonbro studio

Salah satu peluang usaha yang hampir selalu ramai tiap tahun adalah jualan paket sembako. Kenapa memilih paket sembako? Karena selama Ramadan, kebutuhan bahan pokok cenderung meningkat. Banyak keluarga ingin berbagi dengan saudara, tetangga, atau karyawan. Perusahaan pun sering menyiapkan bingkisan sembako untuk karyawan atau kegiatan sosial.

Paket sembako biasanya berisi kebutuhan dasar seperti beras, minyak goreng, gula, tepung, mie instan, sirup, hingga kue kaleng. Kamu bisa menyesuaikan isi paket dengan target pasar. Misalnya, paket hemat untuk donasi masjid atau komunitas, paket medium untuk keluarga, sampai paket premium dengan tambahan kurma atau produk branded.

Menariknya lagi, usaha ini fleksibel. Kamu bisa mulai dari skala kecil, misalnya menerima pre-order dari teman kantor atau grup WhatsApp komplek. Nggak perlu langsung stok banyak. Sistem pre-order membantu kamu meminimalkan risiko kerugian dan menjaga cash flow tetap aman. Buat yang sudah punya jaringan supplier atau relasi toko grosir, margin keuntungannya tentu bisa lebih besar.

Supaya terlihat lebih menarik, jangan remehkan kemasan. Walaupun isinya bahan pokok, kemasan yang rapi dan cantik bikin paket sembako terasa lebih spesial. Kamu bisa pakai kardus custom dengan stiker brand sendiri atau tas anyaman yang bisa dipakai ulang. Selain menambah nilai jual, branding yang konsisten bikin usaha kamu terlihat profesional.

Ramadan memang hanya sebulan, tapi potensinya luar biasa. Selain menambah cuan, ada rasa puas ketika usaha kamu membantu orang lain menjalani ibadah dengan lebih nyaman. Jadi, kalau kamu sudah lama ingin mencoba usaha tapi masih ragu, mungkin ini saatnya mulai.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE