5 Jenis Boundary yang Perlu Diajarkan pada Anak, Bantu Cegah Child Grooming
Beauties, tahukah kamu kalau boundary atau batasan perlu diajarkan sejak dini? Yup! Ada beberapa jenis boundary esensial yang perlu dikenalkan pada anak-anak agar mereka paham tentang batasan dan bisa menjaga dirinya sendiri.
Melatih boundary pada anak-anak sangat penting lho! Boundary akan menjaga anak-anak tetap aman dan memberikan struktur bagi mereka untuk berkembang. Nggak cuma bermanfaat saat mereka anak-anak saja, belajar menerapkan boundary ini akan menjadi bekal penting ketika mereka dewasa.
Apa Manfaat Boundary untuk Anak-anak?
Boundary sangat penting diajarkan sejak dini. Manfaatnya mencakup membuat anak lebih mandiri, mencegah depresi, kecemasan, hingga cegah child grooming./ Foto: Pexels.com/Ketut Subianto
Beauties, dijelaskan dalam laman Emora Health bahwa boundary adalah batasan jelas yang ditetapkan oleh orang tua ataupun pengasuh terkait perilaku, komunikasi, ruang, dan waktu sehingga anak-anak memahami apa yang dapat diterima dan apa yang tidak.
Orang tua dapat menerapkan batasan-batasan yang aman tanpa bermaksud untuk mengontrol sang anak, melainkan untuk menjaga buah hati agar tetap aman dan sehat. Beberapa manfaatnya seperti anak dapat lebih mandiri, mudah beradaptasi, menurunkan tingkat depresi dan kecemasan.
Selain itu, mengajarkan boundary adalah salah satu cara untuk melindungi anak dari tindak child grooming yang berkedok perilaku “baik” terhadap anak-anak dengan motif terselubung. Sebab, anak-anak yang memahami batasan pribadi (personal boundary) lebih mungkin untuk menghentikan proses pelecehan seksual, sehingga mengurangi risiko eksploitasi seksual, sebagaimana dikutip dari laman Edmonton Police Service.
Hal senada dijelaskan dalam situs Child Safety, Beauties, bahwa child grooming dapat dicegah dengan cara mengajari anak-anak dan remaja tentang kontak yang pantas dan tidak pantas (baik secara online maupun offline), serta mendorong komunikasi yang terbuka dan jujur, tanpa rasa malu. Oleh karena itu, memperkenalkan tentang jenis-jenis boundary sangat penting sejak usia dini. Jika dilatih secara konsisten, boundary akan memperkuat jalur otak anak yang mendukung pengendalian diri, penalaran, dan ketahanan.
Jenis-jenis Boundary Penting yang Perlu Diajarkan ke Anak
Jenis-jenis boundary yang perlu diajarkan ke anak. Mulai dari physical boundary sampai digital boundary./ Foto: Pexels.com/Ron Lach
1. Physical Boundary (Batasan Fisik)
Batasan fisik meliputi menghormati ruang pribadi (memberikan jarak antara diri sendiri dengan orang lain), kontak fisik, dan sentuhan mana yang pantas dan tidak pantas dilakukan. Dengan mengenal apa yang benar dan salah terkait fisik, anak dapat menilai risiko dan berani berbicara ketika ada tindakan melewati batas.
Misalnya, anak diberitahu sentuhan yang baik jika dibutuhkan seperti saat sedang diperiksa dokter, sedangkan yang tidak baik melibatkan bagian tubuh pribadi, menyebabkan bahaya, atau menimbulkan rasa tidak nyaman. Jika anak merasa tidak nyaman, ajarkan untuk mengatakan “tidak” atau “jangan sentuh saya”.
2. Emotional Boundary (Batasan Emosional)
Batasan emosional meliputi pikiran dan perasaan. Orang tua dapat mengajarkan emosi anak adalah valid dan bantu anak untuk mengekspresikan perasaannya secara sehat. Ajak anak untuk menamai emosi yang dirasakannya agar mereka dapat mengenali apa yang mereka rasakan dan cara mengekspresikannya dengan baik. Batasan emosional juga mendorong anak untuk mengenali perasaan orang lain sehingga menumbuhkan empati.
3. Material Boundary (Batasan Material)
Batasan material mencakup apa yang anak miliki dan apa yang dimiliki orang lain. Batasan ini akan membantu anak memahami tentang kepemilikan, berbagi, dan menghargai apa yang dimiliki.
Cara mengajarkan boundary ini seperti meminta izin ketika meminjam sesuatu dan mengembalikan barang yang dipinjam dalam kondisi baik, mengajak anak untuk bertanggung jawab atas apa yang dimilikinya, mengetahui ada barang yang memang tidak bisa dimiliki, dan mengajarkan anak tidak apa-apa berkata “tidak” dan menetapkan aturan bagaimana merawat barang tertentu.
4. Time Boundary (Batasan Waktu)
Batasan waktu akan membantu anak belajar manajemen waktu dan membangun hubungan baik dengan rutinitas, jadwal, dan batas waktu. Time boundary mencakup jadwal tidur, batasan screen time, keseimbangan beraktivitas (sekolah, bermain, dan hobi), dan melakukan rutinitas dengan konsisten.
5. Digital Boundary (Batasan Digital)
Terakhir adalah batasan digital, yakni bagaimana anak berperilaku di dunia maya. Batasan ini penting untuk menjaga keselamatan anak di internet. Kunci utama yang perlu diperhatikan orang tua untuk membangun batasan digital seperti memilih konten-konten yang aman, buat zona dan waktu bebas perangkat digital, mengajarkan keamanan online, ikut update terkait teknologi, membangun komunikasi yang terbuka dengan anak, serta mengawasi anak dengan cermat.
***
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!