5 Kalimat Diucap Pasangan yang Punya Trust Issue Menurut Psikolog Harvard

Dimitrie Hardjo | Beautynesia
Minggu, 25 Jan 2026 16:00 WIB
5 Kalimat Diucap Pasangan yang Punya Trust Issue Menurut Psikolog Harvard
5 Kalimat Diucap Pasangan yang Punya Trust Issue Menurut Psikolog Harvard/ Foto: Pexels.com/Trung Nguyen

Trust issue atau masalah kepercayaan sering kali ditemukan dalam hubungan. Padahal, kepercayaan jadi fondasi yang penting dalam hubungan sehat. Membangun kepercayaan terhadap pasangan memang tidak mudah. Terlebih jika ada pengalaman-pengalaman buruk yang kamu atau pasangan pernah alami sebelumnya dan menggoyahkan kepercayaan.

Dr. Cortney Warren, seorang psikolog lulusan Harvard yang mempelajari relationship, menulis dalam kepada CNBC Make It bahwa kepercayaan itu memengaruhi cara pasangan berkomunikasi. Oleh karena itu, jika pasangan punya trust issue, mereka akan sering mengucapkan kalimat-kalimat tanda tidak percaya dengan pasangan berikut ini.

“Kamu sayang aku nggak sih?”

Kalimat “Kamu sayang aku nggak sih?”. Kalimat ini menunjukkan rasa insecure.

Kalimat “Kamu sayang aku nggak sih?”. Kalimat ini menunjukkan rasa insecure./ Foto: Pexels.com/Ivan S

Walaupun love language-nya words of affirmation, menanyakan hal ini terus-menerus justru menunjukkan rasa insecure seseorang. Terkadang merasa dicintai tidak selalu melalui kata-kata, tapi juga bisa dengan tindakan dan bersikap jujur. Pasangan bisa berbagi kalau mereka tidak merasa baik dan menginginkan kedekatan.

“Aku mau lihat isi handphone kamu”

“Aku mau lihat isi handphone kamu”. Kalimat ini tidak menghargai ruang privasi pasangan.

“Aku mau lihat isi handphone kamu”. Kalimat ini tidak menghargai ruang privasi pasangan./ Foto: Pexels.com/cottonbro studio

Curiga terhadap pasangan dan tertarik untuk cek handphone mungkin sering dirasakan. Namun menurut Dr. Warren, melakukan tindakan ini adalah pertanda kurangnya kepercayaan. Sebab dalam hubungan sehat, privasi sangat dihargai dan masing-masing individu berhak punya ruang personalnya.

“Jangan tinggalkan aku”

“Jangan tinggalkan aku”. Kalimat ini termasuk sikap manipulatif, membuat pasangan merasa bersalah.

“Jangan tinggalkan aku”. Kalimat ini termasuk sikap manipulatif, membuat pasangan merasa bersalah./ Foto: Pexels.com/RDNE Stock Project

Kalimat seperti ini menunjukkan adanya masalah kepercayaan dalam hubungan. Jika hubungan sudah berangsur toksik dan harus ditinggalkan, maka mengucapkan kalimat ini bisa saja termasuk sikap manipulatif, membuat pasangan merasa bersalah. Padahal, alangkah lebih baik jika pasangan tetap bertahan karena keinginan mereka sendiri, bukan karena perasaan tersebut.

“Aku nggak bisa ngomong ke kamu tentang hal ini”

“Aku nggak bisa ngomong ke kamu tentang hal ini”. Kalimat ini tidak menunjukkan kejujuran dan keterbukaan terhadap pasangan.

“Aku nggak bisa ngomong ke kamu tentang hal ini”. Kalimat ini tidak menunjukkan kejujuran dan keterbukaan terhadap pasangan./ Foto: Pexels.com/Budgeron Bach

Hubungan sehat terbentuk karena adanya komunikasi yang baik, termasuk keterbukaan dan kejujuran terhadap satu sama lain. Entah seberapa pahit kabar yang disampaikan, pasangan bersedia membicarakan apa pun karena percaya satu sama lain akan menghormati dan tetap terhubung meski ada perbedaan pendapat. Namun jika kalimat ini terucap, maka ada trust issue yang dipendam.

“Chat aku setiap jam”

“Chat aku setiap jam”. Kalimat ini tidak menunjukkan kepercayaan dan tidak menghargai privasi.

“Chat aku setiap jam”. Kalimat ini tidak menunjukkan kepercayaan dan tidak menghargai privasi./ Foto: Pexels.com/MART PRODUCTION

Masih berhubungan dengan ruang privasi, mengucapkan kalimat seperti ini juga membuktikan rasa tidak percaya dengan pasangan sehingga harus mengetahui setiap detailnya. Pasangan yang saling percaya akan merasa aman dengan ruang privasi masing-masing. Mereka tahu bahwa pasangan mereka baik-baik saja tanpa harus laporan terus-menerus.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE