5 Kalimat yang Sering Diucapkan Orang yang Sulit Dikelabui

Florence Febriani Susanto | Beautynesia
Jumat, 16 Oct 2026 15:00 WIB
“Dengar dari mana?”
Tidak Mudah Percaya/Foto: Magnific

Orang yang sulit dikelabui biasanya tidak langsung percaya pada informasi yang baru didengar, meski terdengar sangat meyakinkan. Alih-alih buru-buru menyimpulkan, mereka justru memberi jeda untuk bertanya, mencari konteks, dan memastikan ceritanya benar-benar masuk akal.

Menariknya, kebiasaan ini sejalan dengan temuan Tim Levine, profesor komunikasi sekaligus peneliti tentang kebohongan dari University of Alabama at Birmingham. Dalam penelitiannya, ia menemukan bahwa kebanyakan orang punya kecenderungan alami untuk menganggap orang lain jujur sampai ada alasan kuat untuk meragukannya. Orang yang sulit dikelabui justru melatih diri untuk memunculkan rasa skeptis itu lebih awal, sehingga tidak mudah terbawa rasa percaya begitu saja.

Kalimat-kalimat yang mereka ucapkan pun terdengar sederhana. Namun, kalau diperhatikan, justru kebiasaan kecil inilah yang sering membuat mereka lebih sulit ditipu. Penasaran apa saja kalimat yang sering diucapkan orang yang sulit dikelabui? Yuk, simak daftarnya dilansir dari Bolde!

“Dengar dari mana?”

Tidak Mudah Percaya/Foto: Magnific

Saat seseorang tiba-tiba menyebut statistik, membagikan kabar viral, atau menceritakan sesuatu yang terdengar mengejutkan, respons pertama mereka bukan langsung percaya atau membantah. Mereka justru ingin tahu asal informasi itu.

Pertanyaan sederhana ini mengubah fokus pembicaraan dari isi informasi ke sumbernya. Soalnya, informasi yang terdengar meyakinkan belum tentu berasal dari tempat yang benar-benar kredibel.

Menurut Levine, sebagian besar orang memang punya kecenderungan mempercayai lawan bicaranya lebih dulu. Sementara orang yang tidak mudah percaya sengaja membangun jeda kecil untuk memeriksa sebelum menyimpulkan.

“Dia dapat untung apa?”

Ingin Memahami Motif/Foto: Magnific

Rekomendasi investasi, ajakan kerja sama, sampai promo yang datang tiba-tiba memang bisa terdengar menarik. Tapi buat mereka, ada satu pertanyaan yang hampir selalu muncul di kepala sebelum mengambil keputusan.

Bukan karena menganggap semua orang punya niat buruk, melainkan karena mereka ingin tahu apakah ada kepentingan tertentu di balik saran tersebut. Cara berpikir seperti ini membantu mereka melihat situasi dengan lebih jernih.

Menariknya, orang yang memang berniat baik biasanya tidak keberatan menjelaskan alasannya. Sebaliknya, kalau seseorang justru menghindari pertanyaan itu, mereka cenderung semakin berhati-hati.

“Aku pikir-pikir dulu, ya”

Tidak Terlalu Cepat Mengambil Keputusan/Foto: Magnific

Lima kata ini mungkin terdengar biasa, padahal sering menjadi penghalang terbesar bagi orang yang ingin mendapatkan jawaban “iya” saat itu juga.

Orang yang sulit dikelabui jarang langsung menyetujui sesuatu di tempat. Mau itu membeli barang mahal, menerima tawaran kerja, atau diminta bantuan besar, mereka lebih memilih memberi jeda untuk berpikir.

Menariknya, jeda ini bukan tanda ragu. Justru di situlah mereka bisa menenangkan emosi, mempertimbangkan risikonya, lalu memutuskan dengan kepala yang lebih dingin.

“Coba ceritakan lagi dari awal”

Memastikan Cerita Konsisten/Foto: Magnific

Sekilas, kalimat ini terdengar seperti orang yang kurang fokus mendengarkan. Padahal, ada alasan sederhana di baliknya.

Saat seseorang diminta mengulang cerita, detail-detail kecil biasanya mulai terlihat. Cerita yang benar cenderung tetap konsisten, sementara cerita yang dibuat-buat lebih mudah berubah pada bagian tertentu.

Hal ini juga selaras dengan penjelasan Daniel Simons dan Christopher Chabris, dua psikolog kognitif sekaligus penulis buku Nobody's Fool. Mereka menjelaskan bahwa manusia memiliki kecenderungan mempercayai sesuatu yang terasa familiar. Karena itu, meminta cerita diulang bisa menjadi cara sederhana untuk melihat apakah ada bagian yang mulai bergeser.

“Kenapa harus buru-buru?”

Tidak Ingin Buru-Buru/Foto: Magnific

Beauties, kamu mungkin sering melihat kalimat “Promo tinggal hari ini.” Kalimat seperti itu sering membuat orang merasa harus segera mengambil keputusan. Padahal, belum tentu semua rasa mendesak itu benar-benar berasal dari situasinya.

Buat orang yang tidak mudah percaya, justru di momen seperti inilah mereka berhenti sejenak. Mereka ingin tahu apakah tenggat waktunya memang nyata atau hanya tekanan agar keputusan dibuat lebih cepat.

Menurut Lindsay Weisner, seorang psikolog klinis, kombinasi rasa mendesak dan kesan berwibawa bisa membuat orang lebih mudah mengabaikan pertimbangan logis. Karena itu, mereka terbiasa memisahkan mana urgensi yang benar-benar penting dan mana yang sengaja diciptakan.

Menjadi orang yang sulit dikelabui bukan berarti selalu berpikir negatif terhadap semua orang. Bedanya, mereka memberi ruang beberapa detik untuk bertanya sebelum memutuskan percaya.

Beauties, dari lima kalimat tadi, mana yang paling sering kamu ucapkan? Atau justru ada kalimat lain yang menurutmu ampuh bikin seseorang nggak gampang ditipu?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.