Bekerja di kantor sering kali menuntut kita untuk selalu tampil sempurna, sigap, dan bisa diandalkan dalam situasi apa pun. Tidak jarang, beberapa kebiasaan di tempat kerja dianggap sebagai cerminan etos kerja yang tinggi atau profesionalisme kelas atas oleh rekan kerja dan atasan.
Namun, ada kalanya aktivitas tersebut berakar dari rasa cemas yang tersembunyi jauh di dalam diri. Terapis dan psikolog klinis mengungkapkan bahwa setiap kecemasan di tempat kerja pada dasarnya berakar dari rasa takut. Melansir dari HuffPost, berikut 5 kebiasaan di tempat kerja yang sering kali disalahartikan sebagai bentuk profesionalisme.
1. Perfeksionisme
|
Perfeksionisme, kebiasaan di tempat kerja yang jadi tanda kecemasan/Foto: Pexels.com/Ron Lach |
Perfeksionisme sering kali dielu-elukan sebagai nilai tambah, bahkan menjadi jawaban klise yang paling sering diucapkan kandidat saat wawancara kerja. Memiliki standar tinggi untuk diri sendiri maupun orang lain dianggap sebagai bentuk dedikasi yang wajar di lingkungan profesional.
Namun, perfeksionisme sejatinya adalah salah satu bentuk kecemasan yang paling kentara. Nikki Lacherza-Drew, seorang psikolog berlisensi, menjelaskan bahwa sifat ini erat kaitannya dengan kebutuhan untuk mengendalikan situasi serta ketakutan terhadap kegagalan.
Perfeksionisme ekstrem bukanlah cerminan profesionalisme sejati, melainkan topeng dari rasa takut gagal dan rendah diri. Ketika kita memaksakan standar yang tidak masuk akal kepada rekan setim, kita justru menciptakan lingkungan yang toksik dan membuat diri kita sendiri kelelahan. Ironisnya, perfeksionisme mustahil dicapai, sehingga membuat kita justru menjemput kegagalan yang selama ini ditakuti.