5 Kebiasaan Finansial Cerdas ala Orang Jepang, Bantu Kamu Menabung Lebih Banyak

Justina Nur | Beautynesia
Selasa, 10 Feb 2026 11:00 WIB
Genkin Shugi
Genkin Shugi mengajak kita terbiasa menggunakan uang tunai untuk mencegah kebiasaan belanja secara impulsif./ Foto: Freepik.com/benzoix

Mungkin selama ini kamu merasa bahwa menabung dan mengelola keuangan adalah suatu hal yang rumit dan membuatmu jadi tersiksa. Padahal, ada banyak cara sederhana yang bisa kamu lakukan untuk mengelola uang tanpa harus merasa tersiksa, salah satunya dengan menerapkan beberapa kebiasaan ala masyarakat Jepang ini.

Seperti yang kamu tahu, masyarakat dari Negeri Sakura memang dikenal memiliki budaya yang disiplin dan mindful dalam mengatur uang, bahkan dalam hal-hal kecil yang kerap kita abaikan.

Menariknya, kebiasaan-kebiasaan masyarakat Jepang ini tetap relevan untuk diterapkan di kehidupan modern, terutama bagi kamu yang ingin lebih bijak mengelola keuangan, apalagi di kondisi ekonomi seperti sekarang yang penuh dengan ketidakpastian.

Oleh karena itu, yuk, simak beberapa kebiasaan finansial ala Jepang yang akan membantumu makin menghemat uang berikut ini!

Danshari

Danshari membantumu tidak belanja secara impulsif dan mampu melepaskan barang yang sudah tidak digunakan/ Foto: Freepik.com

Danshari artinya menolak membeli atau menerima barang baru yang tidak dibutuhkan, dan melepaskan barang yang sudah tidak memancarkan kebahagiaan./ Foto: Freepik.com

Dilansir dari Guidable, danshari diperkenalkan oleh Hideko Yamashita lewat bukunya yang terbit pada 2010 lalu. Prinsip utama dari danshari adalah refuse, dispose, dan separate.

Prinsip refuse artinya kita harus menolak untuk membeli atau menerima barang-barang baru yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Hal ini agar kita jadi lebih sadar dalam membeli atau mengonsumsi dan membuat pilihan yang lebih bijak agar tidak menumpuk barang yang tidak diperlukan. Sementara prinsip dispose artinya membuang atau melepaskan barang yang sudah tidak berguna atau tidak lagi menimbulkan rasa senang di hatimu.

Untuk prinsip separate, artinya adalah memisahkan diri dari keterikatan, baik secara fisik maupun emosional. Prinsip ini mengajarkan kita untuk tidak terlalu terikat dengan benda, dan lebih mengutamakan pengalaman hidup serta hubungan dengan orang lain dibandingkan kepemilikan barang.

Mottainai

Mottainai membantu kita belanja dengan lebih sadar dan mendorong kita agar lebih puas menggunakan barang yang sudah kita miliki saat ini./ Foto: freepik.com/Lifestylememory

Mottainai membantu kita belanja dengan lebih sadar dan mendorong kita agar lebih puas menggunakan barang yang sudah kita miliki saat ini./ Foto: freepik.com/Lifestylememory

Dilansir dari Great Eastern Life, ‘mottainai’ secara harfiah diterjemahkan sebagai ‘sayang sekali’ atau ‘betapa sia-sianya’. Mottainai justru memiliki makna yang jauh lebih dalam, yaitu mengajarkan kita untuk menghargai sumber daya, waktu, dan usaha yang sudah dikeluarkan.

Ketika kita menerapkan mottainai saat mengelola uang, konsep ini akan membantu kita untuk berpikir dua kali sebelum berbelanja uang secara impulsif, dan mendorong kita untuk lebih puas menggunakan apapun yang sudah kita miliki sekarang.

Konsep mottainai diyakini efektif untuk membantu kita mengelola uang karena akan mendorong konsumsi yang lebih bijak, menerapkan gaya hidup minimalis, dan jadi lebih hemat karena mampu mengurangi pengeluaran yang sebenarnya tidak diperlukan serta memaksimalkan penggunaan barang sampai tidak bisa diperbaiki lagi.

Kakeibo

Kakeibo adalah metode mengatur keuangan secara manual dengan ditulis tangan di buku catatan agar lebih mindful saat membelanjakan uang./ Foto: Freepik.com/wirestock

Kakeibo adalah metode mengatur keuangan secara manual dengan ditulis tangan di buku catatan agar lebih mindful saat membelanjakan uang./ Foto: Freepik.com/wirestock

Kakeibo adalah metode yang bisa dilakukan untuk mengatur keuangan, dilakukan secara manual atau ditulis tangan di buku catatan. Kebiasaan ini ternyata sudah populer di Jepang sejak tahun 1904, dan diyakini memiliki banyak manfaat.

Kakeibo dipercaya efektif karena membuat kita jadi lebih sadar ke mana uang kita pergi, membuat kita bertanya apakah benar-benar butuh melakukan pembelian tertentu, dan refleksi untuk mengevaluasi setiap keputusan keuangan yang kita lakukan.

Untuk melakukan metode kakeibo ini, setiap bulan kamu harus mencatat pendapatan, target tabungan bulanan, pengeluaran (dibagi menjadi kebutuhan, keinginan, hiburan, dan pengeluaran tidak terduga), dan refleksi apakah rencana Anda sudah berjalan baik atau adakah yang bisa diperbaiki.

Jisaku

Konsep Shuri & Jisaku mengajak kita menghemat uang dengan cara memperpanjang umur barang agar tidak perlu beli barang baru yang tidak urgent untuk dilakukan./ Foto: freepik.com/teksomolika

Jisaku mengajak kita menghemat uang dengan cara memperpanjang umur barang agar tidak perlu beli barang baru yang tidak urgent untuk dilakukan./ Foto: freepik.com/teksomolika

Jisaku secara harfiah berarti membuat sendiri. Konsep Jisaku mengajak kita untuk mengkreasikan atau merakit barang sendiri daripada membeli produk jadi. Jisaku bisa dilakukan untuk membuat peralatan rumah sederhana, memperbaiki furnitur rumah dengan tangan sendiri, atau membuat kado DIY untuk teman atau keluarga. Konsep Jisaku diharapkan mampu membuat kita belajar keterampilan baru, merasa lebih puas dengan hasil kerja sendiri, dan akhirnya membantu kita menghemat lebih banyak uang.

Genkin Shugi

Genkin Shugi mengajak kita terbiasa menggunakan uang tunai untuk mencegah kebiasaan belanja secara impulsif./ Foto: Freepik.com/benzoix

Genkin Shugi mengajak kita terbiasa menggunakan uang tunai untuk mencegah kebiasaan belanja secara impulsif./ Foto: Freepik.com/benzoix

Genkin Shugi adalah suatu istilah dalam Bahasa Jepang yang secara umum berarti kebiasaan menggunakan uang tunai atau cash daripada metode pembayaran non-tunai seperti kartu kredit atau digital.

Dengan menerapkan genkin shugi, diharapkan kita bisa merasakan dan melihat bentuk nyata dari uang yang kita keluarkan dari dompet. Hal ini akan membuat setiap pengeluaran jadi terasa lebih nyata dan disengaja, sehingga akan menurunkan kebiasaan belanja impulsif dan mendorong pengeluaran yang lebih sadar.

Selain itu, dengan menggunakan uang tunai, kita bisa menerapkan mindful spending, jadi bisa lebih berhati-hati dalam memutuskan apakah suatu pembelian itu benar-benar dibutuhkan atau tidak, menahan pembelian yang tidak diperlukan dan akhirnya meningkatkan tabungan kita.

Itu tadi Beauties, deretan kebiasaan cerdas untuk mengelola keuangan ala orang Jepang yang bisa kamu tiru agar tabungan semakin meningkat.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE