5 Kebiasaan Orang dengan Kecerdasan Emosional Tinggi saat Mengobrol

Nadya Quamila | Beautynesia
Selasa, 17 Feb 2026 21:30 WIB
Mengulang Perkataan Lawan Bicara
Kebiasaan Orang dengan Kecerdasan Emosional Tinggi saat Mengobrol/Foto: Freepik

Komunikasi yang sehat menjadi salah satu faktor penentu hubungan. Komunikasi bukan hanya soal menyampaikan pendapat, tapi juga mendengarkan, Beauties.

Kemampuan mendengarkan dengan baik adalah aspek penting yang harus dipelajari semua orang. Saat kita mendengarkan dengan saksama dan penuh empati, kita membangun hubungan yang lebih kuat dengan orang lain, menyelesaikan konflik dengan lebih baik, dan meningkatkan pemahaman.

Namun, tidak semua orang punya kemampuan mendengarkan yang baik, Beauties. Terkadang, kebanyakan orang hanya ingin didengar tanpa mau mendengarkan.

Hal berbeda justru dilakukan oleh orang dengan kecerdasan emosional tinggi. Mereka tahu bagaimana menjadi pendengar yang baik. Bagi mereka, mendengarkan bukan hanya sekadar untuk merespon, namun juga menjadi wadah untuk memahami dan belajar.

Lantas, apa saja kebiasaan orang dengan kecerdasan emosional tinggi saat mengobrol? Dilansir dari laman Inc, berikut ulasannya!

Tidak Memotong Pembicaraan Orang Lain

Orang dengan kecerdasan emosional tinggi tidak akan pernah memotong pembicaraan lawan bicara. Ketika menyela pembicaraan, proses untuk memahami menjadi lebih singkat. Mereka paham bahwa dengan mendengarkan sampai tuntas akan memberikan pemahaman yang lebih mendalam.

Kebiasaan Orang dengan Kecerdasan Emosional Tinggi saat Mengobrol/Foto: Freepik/@drobotdean

Orang dengan kecerdasan emosional tinggi tidak akan pernah memotong pembicaraan lawan bicara. Ketika menyela pembicaraan, proses untuk memahami menjadi lebih singkat. Mereka paham bahwa dengan mendengarkan sampai tuntas akan memberikan pemahaman yang lebih mendalam.

Sayangnya, masih banyak orang yang menyela pembicaraan tanpa sadar. Sebagian orang merasa ada urgensi untuk menginterupsi, terlebih ketika berhadapan dengan lawan bicara yang tidak mereka sukai.

Bagaimana pun situasinya, cobalah untuk mendengarkan terlebih dahulu apa yang dikatakan lawan bicara sampai selesai. Dengan begitu, kamu akan memiliki pemahaman yang lebih dalam mengenai topik yang sedang dibicarakan.

Tetap Fokus

Mereka benar-benar fokus dan memberikan perhatian penuh pada lawan bicara.

Kebiasaan Orang dengan Kecerdasan Emosional Tinggi saat Mengobrol/Foto: Pexels/Alexander Suhorucov

Untuk benar-benar fokus dan memberikan perhatian penuh pada lawan bicara adalah sebuah skill yang tidak dimiliki semua orang. Banyak orang gagal untuk tetap fokus mendengarkan lawan bicara karena berbagai distraksi.

Orang dengan kecerdasan emosional menghindari hal berikut ketika sedang berbincang dengan orang lain:

  • Mengecek ponsel ketika mengobrol.
  • Mencoba melakukan hal lain ketika mengobrol, seperti mengerjakan tugas atau pekerjaan.
  • Memikirkan apa yang harus dikatakan selanjutnya, dan malah melewatkan poin penting dari lawan bicara.

Jika kamu pernah melakukan kebiasaan di atas, artinya kamu belum fokus untuk mendengarkan lawan bicara. Jadi, ketika mendengarkan, cobalah untuk fokus dan jangan melakukan hal lain.

Mengulang Perkataan Lawan Bicara

Salah satu teknik yang digunakan agen FBI untuk membuat lawan bicara menguraikan dan berbagi lebih banyak informasi disebut

Kebiasaan Orang dengan Kecerdasan Emosional Tinggi saat Mengobrol/Foto: Freepik

Salah satu teknik yang digunakan agen FBI untuk membuat lawan bicara menguraikan dan berbagi lebih banyak informasi disebut "mirroring", yaitu mengulangi beberapa kata terakhir yang diucapkan orang tersebut untuk mendorong mereka mengatakan lebih banyak.

Hal inilah yang dilakukan oleh orang dengan kecerdasan emosional tinggi, Beauties. Misalnya, lawan bicara berkata, "Saya masih tidak percaya hal ini terus terjadi."

Maka mereka akan membalas, "Ini terus terjadi?"

Lawan bicara kemudian akan berbagi tentang apa yang mereka pikirkan dan rasakan. Teknik ini cukup efektif, jadi tidak ada salahnya untuk dicoba, Beauties!

Tidak Menyetujui Perkataan Lawan Bicara Hanya untuk Membuatnya Senang

Orang dengan kecerdasan emosional tinggi tidak akan menyetujui semua perkataan lawan bicara hanya untuk membuatnya senang. Setelah memberi kesempatan lawan bicara untuk mengekspresikan perasaannya, mereka akan menunjukkan empati.

Kebiasaan Orang dengan Kecerdasan Emosional Tinggi saat Mengobrol/Foto: Freepik

Orang dengan kecerdasan emosional tinggi tidak akan menyetujui semua perkataan lawan bicara hanya untuk membuatnya senang. Setelah memberi kesempatan lawan bicara untuk mengekspresikan perasaannya, mereka akan menunjukkan empati.

Mereka juga akan mengatakan, "Saya pernah merasakan hal yang sama sebelumnya. Saya turut prihatin."

Terkadang, kita dengan mudah menyetujui atau memvalidasi ucapan lawan bicara dengan berkata, "Benar" atau "Ya, aku setuju denganmu." Dalam pikiran lawan bicara, kamu seolah memvalidasi apa yang mereka katakan.

Namun, jika apa yang mereka katakan merugikan diri mereka sendiri atau orang lain, tentu kamu tidak ingin ini terjadi, bukan?

Jika kamu kemudian merasa perlu membagikan sesuatu yang mereka lewatkan, mintalah izin untuk membagikan pemikiran dari sudut pandang lain. Kemudian, berikan dengan bijaksana.

Tidak Terburu-buru Menawarkan Solusi

Orang dengan kecerdasan emosional tinggi tidak akan memberi saran jika tidak diminta. Ketika lawan bicara selesai berbicara, mereka akan bertanya, apakah membutuhkan saran atau hanya sedang ingin didengarkan.

Kebiasaan Orang dengan Kecerdasan Emosional Tinggi saat Mengobrol/Foto: Freepik.com/EyeEm

Ketika seseorang sedang curhat, kita mungkin terburu-buru ingin memberikan saran berdasarkan pendapat kita. Padahal, tidak semua orang yang bercerita ingin mendapatkan saran. Terkadang, mereka hanya ingin didengar, Beauties.

Orang dengan kecerdasan emosional tinggi tidak akan memberi saran jika tidak diminta. Ketika lawan bicara selesai berbicara, mereka akan bertanya, apakah membutuhkan saran atau hanya sedang ingin didengarkan.

Selain itu, jika kamu segera menawarkan solusi terhadap masalah seseorang, misalnya dengan berkata, "Oh, ini mudah diselesaikan, lakukan saja ini."

Lawan bicara mungkin akan merasa bahwa kamu menyepelekan perasaan dan masalah yang tengah mereka hadapi. Perlu diingat kembali, terkadang seseorang belum membutuhkan solusi, mereka hanya ingin didengar dan tahu bahwa ada orang yang peduli padanya.

Kecerdasan emosional dimulai dengan memahami emosi. Ketika kamu menjadi pendengar yang lebih baik, kamu tidak hanya mendapatkan lebih banyak wawasan tentang perasaan mereka yang sebenarnya, kamu juga membuat mereka merasa bahwa kamu peduli.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiwa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE