5 Kebiasaan Orang Kurang Cerdas saat Menerima Komentar Kebencian

Florence Febriani Susanto | Beautynesia
Jumat, 13 Feb 2026 11:30 WIB
Harga Diri Bergantung pada Opini Orang Lain
Murung karena Mendapat Kritik/Foto: Freepik

Orang kurang cerdas biasanya bereaksi spontan ketika diserang kata-kata pedas, sehingga logika kalah oleh emosi. Padahal, di era media sosial ini, komentar negatif bisa muncul kapan saja. Kalau tidak hati-hati, energi kamu habis untuk hal yang sebenarnya tidak penting dan hari-hari terasa melelahkan.

Beauties, kita semua pasti pernah dikritik, disindir, atau dihujat tanpa alasan yang jelas. Tapi cara kamu merespons komentar inilah yang menentukan kualitas hidupmu. Yuk, kita bahas lima kebiasaan yang sebaiknya dihindari supaya mental tetap kuat dan hati tetap waras!

Langsung Bereaksi Emosional Tanpa Berpikir

Bereaksi Emosional/Foto: Freepik

Saat membaca komentar pedas, sebagian orang langsung mengetik balasan panjang penuh amarah. Jari bergerak cepat, otak belum sempat memproses, akhirnya kata-kata keluar tanpa kontrol yang matang. Reaksi spontan seperti ini sering membuat masalah kecil berubah menjadi konflik besar, bahkan bisa merusak hubungan dengan teman atau rekan kerja.

Kamu mungkin merasa puas sesaat, tapi konflik yang timbul bisa membuat suasana hati kacau berhari-hari. Jadi Beauties, tarik napas sebentar, pikirkan baik-baik sebelum mengetik balasan, dan pilih kata yang tegas namun tidak menghina. Dengan begitu, kamu tetap terlihat dewasa dan mengendalikan situasi dengan bijak.

Selain itu, menunda reaksi membantu kamu melihat komentar dari perspektif berbeda. Kadang komentar negatif bukan ditujukan untuk menyerang secara personal, sehingga reaksi emosional hanya membuat masalah tampak lebih besar dari aslinya.

Membalas dengan Hinaan yang Lebih Kasar

Berkata Kasar/Foto: Freepik

Ketika dihina, sebagian orang merasa harus membalas dengan kata-kata lebih pedas. Mereka mengira itu akan membuat lawan diam atau merasa kalah. Kenyataannya, situasi justru makin memanas dan konflik bisa bertambah panjang.

Membalas hinaan menurunkan level percakapan dan bisa merusak reputasi kamu di mata orang lain. Kamu mungkin merasa puas sesaat, tapi citra dan relasi sosial ikut terpengaruh. Lebih bijak memilih diam atau membalas dengan kalimat tegas namun sopan, sehingga tetap terlihat dewasa.

Beauties, ingat bahwa setiap komentar negatif tidak selalu layak mendapatkan perhatian penuh. Jika kamu membalas dengan kasar, energi mental dan emosional akan habis sia-sia. Memilih diam atau merespons dengan elegan menunjukkan kontrol diri dan kedewasaan emosional yang sejati.

Tidak Bisa Membedakan Kritik dan Kebencian

Mendapat Kritik/Foto: Freepik

Tidak semua komentar negatif adalah kebencian murni; beberapa bisa jadi kritik membangun. Namun, sebagian orang langsung tersinggung tanpa mencoba memahami maksud sebenarnya. Akibatnya, kesempatan untuk belajar dan berkembang terlewat begitu saja.

Kalau kamu terus menutup diri, kamu akan sulit memperbaiki kekurangan dan mengembangkan potensi diri. Tanya pada dirimu sendiri, apakah ini serangan personal atau masukan yang bisa bermanfaat. Dengan memilah komentar, kamu bisa belajar dari kritik dan mengabaikan kebencian yang tidak relevan.

Selain itu, memahami perbedaan ini membuat kamu tidak mudah marah berlebihan. Jadi ketika menerima komentar kebencian, kamu tetap bisa fokus pada hal yang benar-benar bermanfaat untuk diri sendiri dan menghindari drama yang sia-sia.

Terus Mengulang Komentar Negatif di Kepala

Overthinking/Foto: Freepik

Setelah membaca hujatan, sebagian orang terus memutarnya di pikiran sepanjang hari. Kata-kata itu diingat, diulang, bahkan dibesar-besarkan sehingga suasana hati semakin terganggu. Padahal, pemberi komentar mungkin sudah melupakan perkataannya sejak lama.

Kebiasaan ini melelahkan karena kamu seperti menyakiti diri sendiri berulang kali. Energi yang seharusnya dipakai untuk hal produktif malah habis untuk memikirkan opini orang lain. Lebih baik alihkan fokus ke kegiatan yang membuat kamu merasa bernilai, misalnya melakukan hobi, olahraga, atau mengerjakan pekerjaan penting.

Dengan mengurangi kebiasaan ini, kamu juga belajar menahan diri untuk tidak terjebak dalam emosi negatif. Setiap kali muncul komentar pedas, coba tarik napas dan ingat bahwa opini orang lain tidak menentukan nilai diri kamu.

Harga Diri Bergantung pada Opini Orang Lain

Murung karena Mendapat Kritik/Foto: Freepik

Ini kebiasaan paling berbahaya karena menyentuh akar kepercayaan diri kamu. Jika harga diri hanya ditentukan oleh validasi orang lain, satu komentar buruk saja bisa menghancurkan mood seharian.

Padahal, nilai diri tidak ditentukan oleh orang asing di internet. Kamu punya pencapaian dan proses yang lebih penting. Saat kepercayaan diri kuat, komentar negatif tidak mudah menggoyahkan kamu.

Beauties, belajar membangun self-worth dari dalam membantu kamu menghadapi hujatan dengan tenang. Ketika kepercayaan diri stabil, kebiasaan buruk saat menerima komentar kebencian tidak lagi menguasai hidup kamu.

Setelah melihat lima kebiasaan orang kurang cerdas saat menerima komentar kebencian, jelas bahwa cara kita merespons komentar negatif sangat menentukan kualitas hidup dan kesehatan mental. Dengan mulai mengenali kebiasaan ini, kamu bisa melatih diri untuk lebih tenang, memilah kritik yang berguna, dan membangun harga diri dari dalam. 

Ingat, menerima komentar kebencian bukan berarti harus ikut terbawa emosi. Kamu tetap bisa bersikap dewasa, menjaga keseimbangan emosi, serta menjalani hari dengan lebih nyaman dan positif.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE