5 Kebiasaan Pasangan yang Belum Matang Secara Emosional yang Merusak Hubungan

Adira P | Beautynesia
Rabu, 04 Mar 2026 07:00 WIB
Tidak Mau Bertanggung Jawab atas Kesalahan
Kebiasaan Pasangan yang Belum Matang Secara Emosional yang Merusak Hubungan/Foto: pexels.com/Mikhail Nilov

Hubungan yang terasa berat dan penuh ketegangan berulang sering kali bukan disebabkan oleh kurangnya cinta, melainkan adanya faktor ketidakdewasaan emosional yang bermain di balik dinamika tersebut. Masalah yang sering dibicarakan tapi tak pernah benar-benar tuntas biasanya berakar dari cara kita atau pasangan dalam mengelola perasaan, Beauties.

Menurut WebMD yang mengacu pada definisi dari American Psychological Association, ketidakdewasaan emosional adalah kecenderungan seseorang mengekspresikan emosi secara berlebihan atau tidak proporsional dengan situasi yang ada. Seseorang bisa saja dewasa secara fisik tapi belum matang secara emosional.

Yuk, simak 5 perilaku yang sering dilakukan orang dengan kematangan emosional yang rendah serta bagaimana hal itu bisa merusak hubungan yang sehat!

Stonewalling

7 Cara Menghadapi Fase Stonewalling agar Hubungan Tetap Harmonis/Foto: Pexels.com/cottonbro studio

Kebiasaan Pasangan yang Belum Matang Secara Emosional yang Merusak Hubungan/Foto: Pexels.com/cottonbro studio

Pernahkah pasangan atau orang terdekatmu tiba-tiba berhenti merespons di tengah konflik, menutup diri, mengalihkan perhatian, atau seolah tidak mendengar sama sekali? Menurut The Gottman Institute, perilaku ini disebut stonewalling, yaitu ketika seseorang menarik diri dari interaksi serta berhenti merespons pasangannya.

Psychology Today mencatat bahwa stonewalling adalah salah satu prediktor terkuat perceraian dalam hubungan romantis. Perilaku ini jarang berasal dari rasa tidak peduli, melainkan lebih sering merupakan respons mati kutu akibat kurangnya kemampuan menetapkan batasan serta rasa kewalahan.

Beauties, diam memang kadang terasa lebih aman daripada konfrontasi. Namun, ketika digunakan berulang kali sebagai cara menghindari percakapan penting, ia justru menghentikan pertumbuhan hubungan dari dalam.

Tidak Mau Bertanggung Jawab atas Kesalahan

tanda-tanda

Kebiasaan Pasangan yang Belum Matang Secara Emosional yang Merusak Hubungan/Foto: pexels.com/Mikhail Nilov

Salah satu tanda paling jelas dari ketidakdewasaan emosional adalah ketidakmampuan untuk mengakui kesalahan secara tulus. Orang yang belum matang secara emosional cenderung segera membebaskan diri dari tanggung jawab ketika sesuatu berjalan buruk, alih-alih merefleksikan peran mereka dalam situasi tersebut.

Dr. Lindsay Gibson, psikolog klinis, mengungkapkan di Psychology Today bahwa orang yang belum dewasa secara emosional memiliki kemampuan yang sangat rendah, bahkan hampir tidak ada, untuk meminta maaf secara tulus serta memperbaiki hubungan. Ketika ketidakdewasaan emosional mendominasi hubungan, masalah yang sama akan terus berulang karena tidak ada pihak yang membawa pendekatan baru untuk tumbuh keluar dari pola disfungsional.

Gaslighting

Gaslighting/ Foto : Freepik/ Freepik

Kebiasaan Pasangan yang Belum Matang Secara Emosional yang Merusak Hubungan/Foto: Freepik/Freepik

Gaslighting adalah ketika seseorang membuat orang lain mempertanyakan persepsi serta pengalaman mereka sendiri. Perilaku ini sebagai upaya membuat orang lain mempercayai realita yang salah, sekaligus kembali mengalihkan kesalahan kepada pihak lain.

Gaslighting adalah tanda bahwa dinamika ketidakdewasaan emosional dalam hubungan sudah bergerak ke arah yang lebih berbahaya. Begitu kamu mulai meragukan dirimu sendiri serta pengalamanmu, sangat mudah untuk kehilangan arah dalam hubungan tersebut.

Jika kamu sering merasa bingung atau meragukan ingatanmu sendiri setelah sebuah pertengkaran, itu adalah sinyal penting yang perlu diperhatikan.

Ledakan Emosi yang Tidak Terkontrol

Tanda Pasangan Gaslighting/Foto: Freepik

Kebiasaan Pasangan yang Belum Matang Secara Emosional yang Merusak Hubungan/Foto: Freepik

Orang yang belum matang secara emosional sering kesulitan mengelola reaksi mereka, terutama saat menghadapi tekanan. Perilaku impulsif, misalnya berbicara tanpa berpikir atau bereaksi berlebihan, adalah ciri khas yang belum berhasil ditinggalkan sejak masa kanak-kanak.

Dilansir dari Parade, Dr. Vincent, seorang psikolog, menggambarkan pola ini dengan jelas: mereka sering terlihat stres, mudah tersinggung, bahkan memiliki masalah dengan amarah, tapi tidak melakukan apa pun untuk mengelola perasaan tersebut.

Hubungan yang sehat tentu akan mengalami pertengkaran, Beauties. Tapi ada perbedaan besar antara beradu pendapat dengan sehat versus meledak tanpa kendali secara berulang.

Terlalu Berpusat pada Diri Sendiri dan Kurang Berempati

Hubungan seharusnya membuatmu merasa bahagia, dihargai, dan tumbuh bersama. Namun, ada kalanya seseorang bertahan bukan lagi karena cinta. Rasa takut menghadapi kesendirian atau tidak memiliki pasangan sering kali membuatmu menolak kenyataan bahwa hubungan sudah tidak sehat.

Kebiasaan Pasangan yang Belum Matang Secara Emosional yang Merusak Hubungan/Foto: Pexels

Ketika salah satu pihak dalam hubungan hampir selalu menjadi pusat dari setiap percakapan, kebutuhan, serta keputusan, sementara kebutuhan pihak lain jarang diakui, itu adalah tanda serius dari ketidakdewasaan emosional.

Jessica Del Pozo, Ph.D., psikolog klinis berlisensi, menjelaskan di Psychology Today bahwa dampak hidup dalam hubungan di mana emosi serta kebutuhanmu tidak disambut dengan kepedulian serta kedewasaan bisa berupa keraguan diri, kecemasan, kelelahan, hingga rasa malu.

Lebih lanjut, Stephanie Manes, psikoterapis serta instruktur terapi pasangan di Columbia University, mengatakan kepada Parade bahwa hubungan yang matang itu ibarat tarian yang dilakukan berdua, bukan penampilan solo.

Ketidakdewasaan emosional memang tidak selalu mudah dikenali, apalagi ketika kamu sudah terlanjur menyayangi seseorang. Namun, mengenalinya adalah langkah pertama yang paling penting. Bukan untuk menghakimi, melainkan untuk memahami dinamika yang sedang terjadi serta membuat keputusan yang terbaik bagi kesehatan emosionalmu.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE