5 Kesalahan yang Biasa Dilakukan oleh Orang Hemat

Ade Irma Suryani | Beautynesia
Jumat, 07 Aug 2026 07:15 WIB
1. Membeli dalam Jumlah Besar
Ilustrasi memilih barang di supermarket/Foto: Freepik.com/Lifestylememory

Di tengah kondisi ekonomi yang sedang sulit seperti saat ini, banyak orang yang mulai sadar untuk menjalani hidup lebih hemat. Karena itu, mereka pun mulai menerapkan beberapa kebiasaan yang dianggap lebih hemat.

Namun, ada beberapa kebiasaan yang sering dianggap dapat menghemat uang tetapi justru membuat pengeluaran membengkak tanpa disadari. Melansir dari Your Tango, berikut beberapa kesalahan yang biasa dilakukan oleh orang hemat. Simak selengkapnya di bawah ini!

1. Membeli dalam Jumlah Besar

Ilustrasi memilih barang di supermarket/Foto: Freepik.com/Lifestylememory

Ketika tiba tanggal muda dan hari gajian, banyak orang terbiasa berbelanja banyak. Membeli barang dalam jumlah besar sering dianggap lebih hemat, karena harga per unit biasanya lebih murah. Namun, kebiasaan ini tidak selalu cocok untuk semua jenis barang.

Produk yang tidak mudah rusak seperti tisu atau handuk kertas dapat dibeli dalam jumlah banyak, karena dapat disimpan dalam waktu lama. Sementara makanan yang mudah basi atau memiliki masa simpan pendek, sebaiknya tidak dibeli berlebihan. Karena jika tidak sempat dikonsumsi sebelum kedaluwarsa, sebagian makanan bisa terbuang, sehingga menjadi pemborosan.

Oleh sebab itu, lakukan perencanaan yang baik dan sesuaikan dengan kebutuhan. Dengan begitu, membeli dalam jumlah besar dapat menjadi cara yang efektif untuk menghemat pengeluaran. 

2. Membeli Apa Pun yang Sedang Diskon

Ilustrasi melihat harga diskon baju/Foto: Freepik.com/marymarkevich

Membeli barang yang tidak dibutuhkan hanya karena sedang diskon dapat membuat pengeluaran membengkak. Menurut Nir Eyal, mantan dosen di Stanford Graduate School of Business, berbelanja dapat memberikan rasa senang dan kepuasan sementara. Pemasar memanfaatkan kondisi ini dengan menawarkan berbagai promo dan potongan harga, sehingga suatu produk terlihat lebih menarik dan bernilai daripada yang sebenarnya. 

Alhasil, banyak orang tergoda membeli barang yang sebenarnya tidak dibutuhkan. Meski terlihat seperti kesempatan untuk berhemat, diskon sering kali merupakan strategi pemasaran yang dirancang untuk mendorong konsumen berbelanja lebih banyak. 

Oleh sebab itu, manfaatkan diskon hanya untuk membeli barang yang sudah direncanakan atau benar-benar dibutuhkan. 

3. Menambahkan Barang ke Pesanan Demi Mendapatkan Gratis Ongkir

Ilustrasi belanja online/Foto: Freepik.com/benzoix

Saat berbelanja online, terkadang ada pemberitahuan bahwa pengiriman akan gratis jika nilai belanja ditambah sedikit lagi. Penawaran seperti ini sering kali menggoda, karena terasa lebih menguntungkan membeli barang tambahan daripada membayar ongkos kirim. 

Namun, strategi tersebut belum tentu membuat lebih hemat. Jika barang tambahan yang dibeli sebenarnya tidak dibutuhkan. Total pengeluaran justru menjadi lebih besar. 

Selain itu, istilah "gratis ongkir" tidak berarti penjual benar-benar menanggung seluruh biaya pengiriman. Dalam banyak kasus, biaya tersebut sudah diperhitungkan ke dalam harga produk atau ditutupi melalui strategi penetapan harga lainnya. 

Oleh sebab itu, jangan menambah belanja hanya demi mendapatkan gratis ongkir. Pastikan setiap barang yang dibeli memang sesuai kebutuhan, agar pengeluaran tetap terkendali.

4. Memilih Barang Murah Meski Kualitasnya Rendah

Ilustrasi sedang memilih pakaian/Foto: Freepik.com/pereslavtseva

Sebagian orang memang ada yang beranggapa bahwa membeli barang yang lebih murah merupakan cara terbaik untuk hemat. Namun, sebuah studi tahun 2021 menunjukkan hal yang menarik. Ketika diminta mencoba beberapa produk, peserta cenderung memilih produk dengan kualitas terbaik. Namun, setelah  mengetahui harganya, mereka justru beralih ke produk yang lebih murah. 

Memilih barang dengan harga rendah memang dapat menghemat pengeluaran dalam jangka pendek. Namun, untuk produk yang diharapkan tahan lama, keputusan ini bisa menjadi kurang menguntungkan. Karena barang yang kualitasnya rendah umumnya lebih cepat rusak, sehingga harus diganti lebih sering. 

5. Melakukan Perbaikan Sendiri Tanpa Keahlian yang Memadai

Ilustrasi memperbaiki mobil/Foto: Freepik.com/jcomp

Melakukan perbaikan sendiri terhadap barang yang rusak juga termasuk menghemat biaya, asalkan memiliki pengetahuan dan keterampilan yang memadai. 

Akan tetapi, jika kerusakan cukup rumit atau berada di luar bidang keahlian, sebaiknya serahkan kepada tenaga profesional. Karena kesalahan saat memperbaiki sendiri dapat memperparah kerusakan atau bahkan menimbulkan masalah baru. 

Pada akhirnya, mungkin tetap harus memanggil teknisi, namun dengan biaya perbaikan yang lebih tinggi daripada jika sejak awal ditangani oleh ahlinya. Oleh sebab itu, pertimbangkan tingkat kesulitan perbaikan sebelum memutuskan untuk melakukannya sendiri. 

Itulah beberapa kesalahan yang sering kali dilakukan oleh orang-orang yang berusaha untuk hemat. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat ya!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!  

 

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE