5 Manfaat Bermain Puzzle bagi Kesehatan Mental Menurut Ahli

Narita Fuji Triani | Beautynesia
Kamis, 25 Jun 2026 06:00 WIB
Manfaat Bermain Puzzle Bagi Kesehatan Mental
Manfaat bermain puzzle bagi kesehatan mental. Bisa mengurangi stres/Foto: freepik.com/jcomp

Puzzle merupakan permainan teka-teki dengan menyelesaikan sebuah masalah. Permainan ini baik untuk melatih logika dan kognitif. Biasanya, puzzle menjadi permainan untuk anak-anak. Tetapi, puzzle juga punya manfaat lain untuk orang dewasa, Beauties.

Dr. Sanam Hafeez, Psy.D., seorang ahli neuropsikologi dilansir dari Parade menyatakan bahwa bermain puzzle banyak melatih ingatan, fokus, dan kemampuan memecahkan masalah yang secara tidak sadar bisa dilakukan bersamaan. Puzzle juga memiliki manfaat bagi kesehatan mental menurut Dr. Hafeez? Yuk, simak penjelasannya di bawah ini, Beauties!

Jenis-jenis Puzzle untuk Kesehatan Mental

Jenis-jenis puzzle untuk kesehatan mental. Mulai dari teka-teki silang hingga main mencari kata/Foto: freepik.com/freepik

Menurut Dr. Hafeez ada lima jenis permainan puzzle yang baik untuk kesehatan mental. Apa saja ya?

  1. Teka-Teki Silang: Permainan dengan mengisi kisi-kisi menggunakan petunjuk sangat baik untuk melatih daya ingat, kosa kata, dan menambah pengetahuan umum.
  2. Sudoku: Sudoku menjadi salah satu jenis puzzle yang mengasah logika. Permainan ini sangat baik untuk pengenalan pola dan fokus.
  3. Kartu Memori: Permainan kartu memori dengan membalik kartu dan menemukan pasangan yang cocok bisa melatih memori jangka pendek dan konsentrasi.
  4. Mencari Kata: Menemukan kata-kata yang tersembunyi di antara banyak huruf yang baik untuk melatih fokus visual.

Manfaat Bermain Puzzle Bagi Kesehatan Mental

Manfaat bermain puzzle bagi kesehatan mental. Bisa mengurangi stres/Foto: freepik.com/jcomp

Selain melatih kognitif, bermain puzzle juga memiliki manfaat bagi kesehatan mental. Yuk simak, Beauties!

1. Mengurangi Stres

Di tengah aktivitas sehari-hari yang padat bisa membuat tubuh menjadi stres. Bermain puzzle bisa mengurangi stres. Menurut Dr. Hafeez, bermain puzzle bisa mengalihkan fokus ke satu tugas sederhana dan memberi otak istirahat dari hal-hal lain. 

Saat fokus bermain puzzle, sebenarnya tubuh sedang menurunkan kadar kortisol. Bermain puzzle hampir seperti meditasi tanpa harus duduk diam dan tidak melakukan apa-apa.

2. Meningkatkan Suasana Hati

Bermain puzzle bisa meningkatkan suasana hati. Setiap berhasil memecahkan petunjuk, otak akan melepaskan sedikit dopamin. Menurut Dr. Hafeez, sekecil apapun keberhasilan memecahkan petunjuk, benar-benar bisa meningkatkan suasana hati. Dampaknya bisa lebih besar dan sering tanpa disadari.

3. Meningkatkan Kepercayaan Diri

Setiap kali menyusun potongan puzzle atau menemukan kata dalam permainan mencari kata, tentu menjadi motivasi untuk mampu menyelesaikan hal-hal sulit. Menyelesaikan sesuatu yang sulit memberi bukti keberhasilan mengatasi tantangan. Meski terdengar sederhana, tapi ternyata hal tersebut bisa membangun rasa kompetensi dan percaya diri dari waktu ke waktu.

4. Mindfulness

Mindfulness atau kesadaran diri sangat penting bagi kesehatan mental. Bermain puzzle bisa menjadi momen untuk mindfulness. Kamu bisa fokus mengisi teka-teki silang tanpa memikirkan yang lain. Kamu sepenuhnya berada di momen tersebut, mencoba mencari tahu, dan menyelesaikan masalah.

5. Melatih Kesabaran

Ketika bermain puzzle harus sabar dan memperlambat tempo. Dr. Hafeez mengatakan bahwa bermain puzzle tidak bisa terburu-buru. Hal tersebut mengajarkan otak untuk menghadapi kesulitan tanpa langsung menyerah. Maka dari itu, bermain puzzle bisa menjadi keterampilan untuk belajar sabar dan tentunya sangat bermanfaat untuk kehidupan.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.