5 Negara yang Punya Tradisi Makan Paling Unik, Beda Banget dari Indonesia!

Nindya Putri Hermansyah | Beautynesia
Rabu, 07 Oct 2026 12:00 WIB
3. Jepang: Menyeruput Mi dengan Suara Berisik
Ilustrasi makan ramen/Freepik: magnific

Pernah nggak, Beauties, membayangkan kalau cara makan yang selama ini kamu anggap biasa ternyata bisa dianggap berbeda di negara lain? Bahkan, hal kecil yang nyaris nggak pernah kita pikirkan saat berada di meja makan ternyata bisa memiliki aturan, makna, atau kebiasaan tersendiri dalam budaya tertentu.

Perbedaan seperti ini membuat tradisi kuliner dunia menjadi salah satu hal menarik untuk dipelajari. Sebab, budaya sebuah negara ternyata bisa terlihat dari cara masyarakatnya menikmati makanan.

Lantas, seperti apa kebiasaan makan yang mungkin akan membuat kamu berpikir, “Kok bisa begitu?” Yuk, cari tahu!

1. China (Tiongkok): Menyisakan Sedikit Makanan

Ilustrasi sisa makanan/Freepik: magnific

Kalau di Indonesia, kita sering diajarkan untuk menghabiskan makanan sebagai bentuk menghargai makanan. Tapi tahukah kamu kebiasaan tradisional di China sangat berbeda, Beauties? Di sana, menghabiskan seluruh makanan di piring justru secara tradisional dapat diartikan bahwa makanan yang disediakan tuan rumah belum cukup.

Dilansir dari Cultural Atlas, tamu secara tradisional disarankan meninggalkan sedikit makanan di piring untuk menunjukkan bahwa tuan rumah sudah memberikan makanan dalam jumlah yang melimpah. 

Jadi, Beauties, bukan berarti kamu harus sengaja menyisakan banyak makanan ketika berkunjung ke China. Dalam konteks jamuan tradisional, sedikit makanan yang tersisa bisa menjadi tanda sudah kenyang dan puas dengan hidangan yang diberikan. Kebiasaan ini menjadi salah satu contoh bagaimana tradisi makanan unik dapat memiliki arti yang berbeda dari kebiasaan kita sehari-hari.

2. Tanzania: Datang Tidak Tepat Waktu

Ilustrasi datang terlambat/Freepik: stockking

Kalau di Indonesia, datang terlambat saat diundang makan biasanya perlu disertai permintaan maaf karena menganggap hal tersebut tidak sopan. Tapi Beauties, kebiasaan mengenai waktu di Tanzania sangat berbeda, loh.

Dilansir dari Five College Center for World Languages, di beberapa daerah di Tanzania, datang tepat waktu saat diundang makan malam justru dianggap kurang baik. Tamu diharapkan datang sedikit terlambat agar tuan rumah punya waktu persiapan ekstra.

Namun, Beauties, bukan berarti datang terlambat selalu dianggap sopan atau dianjurkan dalam semua situasi di Tanzania. Kebiasaan mengenai waktu bisa berbeda berdasarkan konteks, wilayah, dan jenis acaranya. Hal ini juga menunjukkan bahwa budaya makan negara lain dapat berkaitan dengan kebiasaan sosial yang lebih luas, bukan hanya soal hidangan yang tersaji di atas meja.

3. Jepang: Menyeruput Mi dengan Suara Berisik

Ilustrasi makan ramen/Freepik: magnific

Seperti yang kita tahu, suara menyeruput makanan terkadang dianggap kurang sopan karena kamu makan dengan suara yang berisik, bukan? Tetapi, hal ini berbeda dengan tradisi unik di Jepang saat makan mi. Di sana, suara menyeruput ramen, soba, atau udon bukan sesuatu yang patut dihindari.

Dilansir dari Japan National Tourism Organization (JNTO), menyeruput mi merupakan praktik yang diterima di banyak tempat makan mi di Jepang karena dianggap menghargai citra rasa makanan. Bahkan, pengunjung tidak perlu khawatir jika mendengar orang di sekitarnya makan mi dengan suara menyeruput.

Kebiasaan ini menjadi salah satu contoh tradisi makan unik yang menunjukkan bahwa standar kesopanan di meja makan tidak selalu sama di setiap negara.

4. Prancis: Makan Roti Tanpa Alas

Ilustrasi roti tanpa alas/Freepik:azerbaijan_stockers

Buat kamu yang terbiasa melihat roti disajikan di atas piring kecil, kebiasaan makan di Prancis bisa terasa cukup berbeda. Di sana, roti justru diletakkan langsung di atas meja tanpa alas, biasanya tepat di samping piring.

Dilansir dari WayToFrench, roti juga biasanya dimakan bersama makanan sebagai pendamping, bukan sekadar disantap sebagai makanan pembuka sebelum hidangan utama. Roti bahkan dapat digunakan untuk membantu mengambil sisa saus dari piring. Unik, bukan?

5. Kanada: Bersendawa Setelah Makan

Ilustrasi makan dengan puas/Freepik: magnific

Kalau bersendawa setelah makan biasanya dianggap kurang sopan di Indonesia, situasinya sangat berbeda dalam beberapa budaya, khususnya Kanada. 

Dilansir dari The Washington Post, bersendawa ketika makan menunjukkan bahwa tamu merasa puas dan senang dengan sajian yang diberikan. Hal ini menyebabkan masyarakat Inuit merasa bersendawa setelah makan, bahkan jika dengan suara kencang sekalipun, bukanlah hal yang dianggap tidak sopan dan tabu.

Dari kelima negara tersebut, terlihat bahwa tradisi kuliner dunia ternyata tidak hanya berkaitan dengan makanan yang disajikan. Menariknya, tidak ada satu standar yang bisa digunakan untuk menentukan seperti apa cara makan yang paling sopan. Karena itu, mengenal tradisi makanan unik dari berbagai negara bisa membantu kita memahami bahwa perbedaan kebiasaan bukan berarti salah atau aneh, Beauties. 

__

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE