5 Novel Karya Sarah J. Maas Terbaik, Fantasi Romantis Wajib Masuk Reading List!

Nina T | Beautynesia
Minggu, 01 Feb 2026 21:00 WIB
5. Queen of Shadows - Throne of Glass #4
Queen of Shadows membawa Aelin kembali ke Rifthold untuk membalas dendam dan menyelamatkan kerajaannya/ Foto: goodreads.com

Beauties, kalau kamu penggemar novel fantasi romantis dengan chemistry yang bikin deg-degan, pasti sudah tidak asing dengan nama Sarah J. Maas. Penulis asal Amerika ini telah menjual lebih dari 75 juta kopi bukunya di seluruh dunia dan diterjemahkan ke 40 bahasa. Karya-karyanya kerap mendominasi daftar bestseller New York Times dan meraih berbagai penghargaan bergengsi.

Maas dikenal dengan kemampuannya menciptakan tokoh perempuan yang kuat, romance yang intens, dan plot twist yang bikin nggak bisa berhenti baca. Dari tiga serial utamanya, yaitu. Throne of Glass, A Court of Thorns and Roses, dan Crescent City, beberapa novel menonjol dengan rating luar biasa tinggi di Goodreads sekaligus meraih penghargaan.

Ini dia rekomendasinya yang wajib masuk reading list kamu!

1. Kingdom of Ash - Throne of Glass #7

Kingdom of Ash adalah buku penutup serial Throne of Glass yang mendapat rating tertinggi dengan 4.71 dari 5 bintang

Kingdom of Ash adalah buku penutup serial Throne of Glass yang mendapat rating tertinggi dengan 4.71 dari 5 bintang/ Foto: goodreads.com

Kingdom of Ash adalah buku ketujuh sekaligus penutup dari serial Throne of Glass yang meraih rating 4.71 dan memenangi Goodreads Choice Awards kategori Best Young Adult Fantasy & Science Fiction (2018). Novel setebal hampir 1.000 halaman ini menjadi novel Sarah J. Maas dengan rating tertinggi di Goodreads. Cerita dimulai dengan Aelin Galathynius yang terkurung dalam peti besi oleh Queen of the Fae, Maeve, dan mengalami penyiksaan selama berbulan-bulan.

Sementara Aelin berjuang mempertahankan ketegaran mentalnya, teman-temannya tersebar di berbagai tempat untuk mempersiapkan pertempuran terakhir melawan Erawan dan Maeve. Novel ini mengikuti berbagai karakter dari sudut pandang yang berbeda saat mereka berlomba melawan waktu untuk menyelamatkan Erilea dari kehancuran total.

Yang membuat novel ini istimewa adalah cara Maas mengikat semua benang cerita yang telah dibangun sejak buku pertama. Pembaca akan merasakan roller coaster emosional dari awal hingga akhir, dengan adegan pertempuran epik, pengorbanan yang mengharukan, dan ending yang memuaskan. Banyak pembaca mengakui menangis berkali-kali saat membaca buku ini.

2. A Court of Mist and Fury - A Court of Thorns and Roses #2

A Court of Mist and Fury mengubah segalanya dengan memperkenalkan Rhysand sebagai tokoh utama dan chemistry yang luar biasa dengan Feyre.

A Court of Mist and Fury mengubah segalanya dengan memperkenalkan Rhysand sebagai tokoh utama dan chemistry yang luar biasa dengan Feyre./ Foto: goodreads.com

Buku kedua dalam serial ACOTAR ini dianggap banyak penggemar sebagai yang terbaik dalam seri. Selain punya rating 4.63, novel ini memenangkan Goodreads Choice Awards kategori Best Young Adult Fantasy & Science Fiction (2016).

Ceritanya mengikuti Feyre yang telah selamat dari cobaan Under the Mountain dan kembali ke Spring Court bersama Tamlin. Namun, dia menderita PTSD dari trauma yang dialaminya dan merasa terkekang oleh perlindungan Tamlin yang berlebihan.

Di tengah penderitaannya, Feyre harus memenuhi kesepakatan yang pernah dibuat dengan Rhysand, High Lord of the Night Court. Yang awalnya tampak seperti musuh ternyata menjadi orang yang paling memahami dan mendukungnya. Novel ini mengeksplorasi tema kesehatan mental, pemulihan dari trauma, dan menemukan kekuatan dalam diri sendiri, Beauties.

A Court of Mist and Fury dikenal dengan romance yang slow-burn namun sangat memuaskan. Chemistry antara Feyre dan Rhysand dianggap sebagai salah satu yang terbaik dalam genre fantasy romance. Novel ini juga memperkenalkan Inner Circle mereka, yaitu Cassian, Azriel, Mor, dan Amren, yang langsung dicintai pembaca.

3. House of Earth and Blood - Crescent City #1

House of Earth and Blood menandai debut Sarah J. Maas dalam genre adult fiction dengan dunia urban fantasy yang unik.

House of Earth and Blood menandai debut Sarah J. Maas dalam genre adult fiction dengan dunia urban fantasy yang unik./ Foto: goodreads.com

Novel ini menandai debut Sarah J. Maas dalam genre adult fiction dan memperkenalkan dunia Crescent City yang menggabungkan urban fantasy dengan setting modern. Dengan rating 4.45 serta penghargaan Goodreads Choice Awards kategori Best Fantasy (2020), House of Earth of Blood terbukti dicintai para pembacanya.

Ceritanya mengikuti Bryce Quinlan, seorang half-Fae half-human yang bekerja keras di siang hari dan berpesta di malam hari, hingga seorang demon membunuh sahabat-sahabatnya, meninggalkannya dalam kesedihan mendalam.

Dua tahun kemudian, ketika pembunuhan serupa terjadi lagi, Bryce dipaksa bekerja sama dengan Hunt Athalar, seorang Fallen angel yang diperbudak oleh Archangels. Bersama-sama, mereka harus mengungkap misteri pembunuhan sambil melawan perasaan yang berkembang di antara mereka.

House of Earth and Blood berbeda dari karya Maas sebelumnya karena latarnya yang lebih modern, lengkap dengan ponsel, mobil, dan klub malam, namun tetap dipenuhi elemen magic dan makhluk fantasi. Novel setebal 800+ halaman ini dimulai dengan lambat untuk membangun dunia yang kompleks, namun plot twist di akhir membuat pembaca terkejut dan langsung ingin membaca sekuelnya.

4. A Court of Silver Flames - A Court of Thorns and Roses #4

A Court of Silver Flames fokus pada Nesta Archeron dan perjalanannya mengatasi trauma serta menemukan kekuatannya

A Court of Silver Flames fokus pada Nesta Archeron dan perjalanannya mengatasi trauma serta menemukan kekuatannya Foto: goodreads.com

Novel keempat dalam serial ACOTAR ini menggeser fokus dari Feyre ke kakaknya, Nesta Archeron. Sejak dipaksa berubah menjadi High Fae, Nesta berjuang menemukan tempatnya di dunia baru ini. Lebih buruk lagi, dia tidak bisa melewati trauma perang dengan Hybern dan kematian ayahnya yang brutal.

Nesta menggunakan alkohol dan perilaku self-destructive untuk menghadapi rasa sakitnya, hingga Feyre dan Rhysand memaksanya tinggal di House of Wind untuk berlatih dengan Cassian. Satu-satunya orang yang bisa memicu amarahnya lebih dari siapa pun adalah Cassian, sang prajurit yang posisinya di Night Court membuat mereka terus berdekatan.

Yang membuat novel dengan rating 4.45 ini powerful adalah penggambaran realistis tentang depresi, trauma, dan pemulihan. Nesta bukan protagonis yang sempurna. Dia kasar, pemarah, dan menyakiti orang-orang di sekitarnya. Namun, perjalanan mentransformasinya dari seseorang yang membenci dirinya sendiri menjadi perempuan kuat yang menerima kekuatannya.

Novel ini juga dikenal sebagai buku paling "spicy" yang pernah ditulis Maas, dengan chemistry Nesta dan Cassian yang "membakar" halaman. Tak heran kalau novel ini berhasil meraih Goodreads Choice Awards kategori Best Fantasy tahun 2021, bukan?

5. Queen of Shadows - Throne of Glass #4

Queen of Shadows membawa Aelin kembali ke Rifthold untuk membalas dendam dan menyelamatkan kerajaannya

Queen of Shadows membawa Aelin kembali ke Rifthold untuk membalas dendam dan menyelamatkan kerajaannya/ Foto: goodreads.com

Queen of Shadows adalah buku keempat dalam serial Throne of Glass dan dianggap sebagai turning point dalam seri. Celaena Sardothien telah sepenuhnya merangkul identitasnya sebagai Aelin Galathynius, Queen of Terrasen. Dia kembali ke Rifthold bukan sebagai budak, melainkan sebagai ratu yang siap membalas dendam.

Aelin harus menyelamatkan sepupunya Aedion dari eksekusi, membebaskan Dorian dari demon Valg yang menguasainya, dan menghadapi mantan mentornya, King of Assassins Arobynn Hamel. Di tengah semua ini, dia bersatu kembali dengan Rowan Whitethorn dan Inner Circle-nya mulai terbentuk.

Novel dengan rating 4.62 ini memperkenalkan karakter-karakter baru yang beloved seperti Lysandra, seorang shape-shifter dengan masa lalu yang tragis. Maas dengan brilian menjalin berbagai perspektif karakter sambil membangun menuju klimaks yang spektakuler. Novel peraih penghargaan Best Young Adult Fantasy & Science Fiction tahun 2015 juga menjawab banyak pertanyaan yang ditinggalkan buku-buku sebelumnya sambil membuka misteri baru yang membuat pembaca nggak sabar menunggu sekuelnya.

Nah itu dia lima novel Sarah J. Maas dengan rating tertinggi di Goodreads yang juga meraih penghargaan bergengsi, Beauties. Kamu sudah pernah baca yang mana nih?

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE