5 Pantangan Saat Imlek yang Masih Dipercaya Hingga Sekarang

Aqida Widya Kusmutiarani | Beautynesia
Selasa, 17 Feb 2026 09:30 WIB
Keramas dan Potong Rambut
Mencuci rambut di hari Imlek dipercaya sama saja dengan “membasuh” rezeki yang baru datang/Foto: pexels.com/Hairlust Official

Imlek bukan hanya tentang kumpul keluarga, bagi-bagi angpao, dan dekorasi serba merah. Bagi banyak orang, Tahun Baru Imlek dipercaya sebagai awal yang menentukan karena apa yang dilakukan di hari-hari pertama bisa berpengaruh pada keberuntungan selama setahun ke depan. 

Makanya, ada berbagai pantangan saat Imlek yang masih dipercaya hingga sekarang. Mulai dari hal-hal yang sebaiknya tidak dilakukan di hari pertama Imlek sampai kebiasaan yang dihindari selama masa perayaan. 

Meskipun terdengar sederhana, pantangan ini tetap jadi bagian dari tradisi dan menarik untuk diketahui agar tahun baru bisa dijalani dengan lebih tenang dan penuh harapan baik. Yuk, lanjutkan ke pembahasan apa saja pantangan Imlek yang masih dipercaya hingga saat ini!

Menyapu atau Membuang Sampah

Jangan menyapu atau membuang sampah di hari pertama Imlek
Menyapu/Foto: pexel.com/Ron Lach

Jangan menyapu atau membuang sampah di hari pertama Imlek. Kegiatan menyapu dipercaya sama artinya dengan “menyapu” rezeki keluar dari rumah. Begitu juga dengan membuang sampah, yang dianggap sebagai simbol membuang keberuntungan atau nasib baik yang baru saja datang. Oleh karena itu, banyak orang memilih menunda bersih-bersih sampai hari berikutnya agar hoki dan rezeki tetap tinggal di rumah.

Makan Bubur dan Daging Saat Sarapan

Bubur dipercaya sebagai makanan orang kurang mampu/Foto: pexels.com/FOX ^.ᆽ.^= ∫

Bubur dipercaya sebagai makanan orang kurang mampu. Jadi, memakannya di pagi Tahun Baru Imlek dianggap sebagai pertanda kurang baik karena seolah memulai tahun dengan kondisi “kekurangan”.

Selain itu, daging juga sebaiknya dihindari saat sarapan sebagai bentuk penghormatan kepada para dewa, khususnya dalam kepercayaan Buddha yang menentang pembunuhan hewan. Konon, di hari Imlek para dewa sedang saling berkunjung dan memberi ucapan tahun baru, jadi umat dianjurkan untuk menjaga kesucian dan menghindari konsumsi daging di pagi hari.

Keramas dan Potong Rambut

Mencuci rambut di hari Imlek dipercaya sama saja dengan “membasuh” rezeki yang baru datang/Foto: pexels.com/Hairlust Official

Dalam kepercayaan Tionghoa, kata rambut dalam bahasa Mandarin (fa) memiliki bunyi yang sama dengan fa pada kata facai yang berarti kemakmuran. Makanya, mencuci rambut di hari Imlek dipercaya sama saja dengan “membasuh” rezeki yang baru datang.

Memotong rambut di hari tersebut juga sebaiknya dihindari karena dipercaya bisa membawa kesialan. Banyak orang justru memilih potong rambut sebelum Imlek sebagai simbol menyambut penampilan baru dan harapan akan rezeki serta keberuntungan di tahun yang akan datang.

Mencuci Pakaian

Jangan mencuci pakaian di hari pertama dan kedua Imlek/Foto: pexels.com/RDNE Stock project

Jangan mencuci pakaian di hari pertama dan kedua Imlek. Dalam kepercayaan tradisional, dua hari ini dianggap sebagai hari ulang tahun Dewa Air. Mencuci pakaian dinilai sebagai tindakan yang tidak sopan terhadap Dewa Air.

Selain itu, sejak dulu air dipercaya sebagai simbol kekayaan. Jadi, membuang air bekas cucian dianggap sama artinya dengan membuang rezeki. Itulah sebabnya banyak orang memilih menunda aktivitas mencuci pakaian sampai beberapa hari setelah Imlek, supaya keberuntungan tetap mengalir sepanjang tahun.

Memberi Angpao dengan Jumlah Uang Ganjil

Pilih nominal angka genap yang bermakna baik saat memberikan angpao/Foto: pexels.com/RDNE Stock project

Dalam tradisi Tionghoa, angka genap lebih disukai karena dipercaya membawa keberuntungan dan melambangkan hal baik yang datang berpasangan. Sebaliknya, jumlah ganjil dianggap kurang membawa hoki.

Hindari juga angka yang dianggap sial, seperti 4 atau 40, karena pengucapannya dalam bahasa Mandarin mirip dengan kata “kematian”. Supaya lebih aman, pilih nominal angka genap yang bermakna baik agar angpao yang diberikan benar-benar membawa doa dan harapan positif.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI

 

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE