5 Pelajaran Tentang Hidup Hemat dari Generasi Tua yang Membantu Lebih Sukses

Ade Irma Suryani | Beautynesia
Rabu, 24 Jun 2026 07:15 WIB
5. Tidak Mengaitkan Identitas Diri dengan Apa yang Dimiliki
Ilustrasi seorang gadis muda/Foto: Freepik.com/lookstudio

Kita mengetahui bahwa ada perbedaan yang cukup besar, antara generasi yang tumbuh pada tahun 60-an dan 70-an yang dikenal dengan Baby Boomer dan Gen-X, dengan generasi muda saat ini yang lebih dikenal sebagai Gen-Z. Termasuk perbedaan dalam mengelola uang.

Generasi baby boomer dan Gen-X dibesarkan dengan berbagai prinsip hidup hemat yang membuat mereka dapat membangun kondisi keuangan yang lebih stabil dan sukses. Hal ini tentu sangat berbeda dengan kebiasaan atau gaya hidup kebanyakan Gen-Z yang suka mengikuti tren dan konsumtif.

Karena masih muda, generasi Z masih memiliki banyak waktu untuk meningkatkan pengetahuan tentang cara mengelola keuangan dengan baik. Salah satunya, dengan mempelajari pelajaran berharga dari generasi yang lebih tua tentang hidup hemat.

Melansir dari Your Tango, berikut beberapa pelajaran tentang hidup hemat dari generasi tua yang membuat mereka lebih sukses. Simak informasi selengkapnya di bawah ini!

1. Memperbaiki Dulu Barang Sebelum Menggantinya

Ilustrasi pria tua dan sepedanya/Foto: Freepik.com/freepik

Generasi yang tumbuh pada tahun 60-an dan 70-an diajarkan untuk tidak terburu-buru mengganti barang yang rusak. Ketika sebuah barang rusak, mereka tidak langsung membuangnya. Tapi akan berusaha mencari cara untuk memperbaiki dan menggunakannya kembali selama masih memungkinkan. 

Kebiasaan inilah yang membantu mereka dapat menghemat banyak uang. Sementara itu, generasi muda yang tumbuh di era dimana barang pengganti mudah didapat, sering kali lebih memilih membeli baru daripada memperbaiki yang lama. 

2. Menabung Dulu, Baru Belanja Kemudian

Ilustrasi perempuan tua memegang tabungan/Foto: Freepik.com/drobotdean

Sebuah survei menunjukkan, bahwa meskipun banyak generasi muda seperti Gen-Z yang mengetahui pentingnya menabung, namun mereka masih kesulitan melakukannya secara konsisten. Bahkan, sebagian mereka mengakui belum berada di jalur yang tepat untuk mempersiapkan dana pensiun di masa depan. 

Kondisi ekonomi saat ini memang membuat menabung terasa lebih sulit. Namun, ada pelajaran berharga yang diajarkan kepada generasi lama yang tumbuh di tahun 60-an dan 70-an yang bisa diikuti oleh generasi muda sekarang.

Hal itu dengan menyisihkan uang terlebih dahulu sebelum membelanjakannya. Mereka memahami, bahwa keamanan finansial tidak dibangun dalam semalam, namun melalui kebiasaan menabung yang dilakukan secara konsisten dari waktu ke waktu. 

3. Menghindari Berhutang Kecuali Mendesak

Ilustrasi memegang kantong belanjaan dan kartu kredit/Foto: Freepik.com/freepik

Sebuah survei menemukan, bahwa Gen-Z memiliki rata-rata utang pribadi yang lebih tinggi dibandingkan generasi lainnya. Selain itu, banyak dari mereka juga menghadapi tantangan dalam melunasi utang tersebut. 

Sementara generasi yang tumbuh pada tahun 60-an dan 70-an umumnya diajarkan untuk berhati-hati dalam berutang. Sejak usia muda mereka ditanamkan prinsip bahwa pinjaman sebaiknya hanya digunakan jika benar-benar diperlukan. 

Pola pikir demikian mampu membuat mereka lebih bijak dalam mengelola keuangan dan tidak mudah meminjam uang, baik dari orang lain maupun lembaga keuangan. Menurut mereka, jika belum mampu membeli sesuatu, lebih baik menabung terlebih dahulu dan menundanya sampai kondisi keuangan memungkinkan. 

4. Hidup Sesuai Kemampuan

Ilustrasi perempuan paruh baya sedang berbelanja di pasar/Foto: Freepik.com/freepik

Salah satu alasan mengapa banyak generasi muda mengalami kesulitan dalam mengelola keuangan adalah, karena mereka sering kali berbelanja melebihi kemampuan mereka. Bahkan, tidak sedikit yang rela berutang demi memenuhi gaya hidup mereka yang FOMO.

Sebaliknya, para generasi lama umumnya diajarkan untuk hidup hemat dan tidak memaksakan gaya hidup di luar kemampuan keuangan mereka. Dengan kebiasaan tersebut, mereka dapat terhindar dari masalah keuangan yang sering kali membebani pikiran. 

5. Tidak Mengaitkan Identitas Diri dengan Apa yang Dimiliki

Ilustrasi seorang gadis muda/Foto: Freepik.com/lookstudio

Kebanyakan orang dari generasi tua dulu tidak menilai diri mereka berdasarkan merek pakaian, kendaraan, atau barang-barang yang dimiliki. Mereka diajarkan bahwa nilai seseorang ditentukan oleh karakter, prinsip hidup, dan tindakan mereka, bukan oleh penampilan atau harta benda. 

Karena pola pikir tersebut, mereka pun jadi lebih bijak dalam menggunakan uang. Mereka membelanjakan uang sesuai kebutuhan dan untuk hal yang benar-benar penting. Bukan untuk mengikuti tren atau mencari validasi orang lain. 

Sementara generasi muda saat ini, sering kali mengaitkan harga diri dengan kepemilikan materi. Akibatnya, banyak dari mereka merasa perlu membeli barang baru terus untuk merasa lebih percaya diri atau dianggap berhasil. Kebiasaan inilah yang sering kali membuat generasi muda sulit mengendalikan pengeluaran dan mencapai kestabilan keuangan. 

Itulah beberapa pelajaran tentang hidup hemat dari generasi lama yang membuat mereka lebih sukses dari generasi muda saat ini. Semoga informasi di atas dapat bermanfaat.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!  

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE