Gaya hidup minimalis kian populer di kalangan masyarakat. Bahkan, publik figur terkenal, seperti Raditya Dika dan Angela Gilsha juga menerapkan gaya hidup sederhana ini.
Gaya hidup yang mengusung konsep less is more ini, berasal dari negeri Sakura, Jepang dan mulai dikenal di Indonesia setelah adanya film dokumenter Marie Kondo dengan metode Konmarinya. Adapun alasan mengapa banyak orang yang tertarik menerapkan gaya hidup minimalis ala orang Jepang ini adalah karena banyaknya manfaat yang diberikan.
Ya, gaya hidup ini bukan sekedar tren saja, Beauties, tapi ada berbagai manfaat yang bisa kamu dapatkan bila menerapkannya. Mulai dari mengurangi stres, pikiran lebih tenang, dan secara finansial juga jauh lebih hemat. Meskipun demikian, ada beberapa pemahaman yang membuat tak sedikit orang salah mengartikan gaya hidup minimalis ini.
Apa saja itu? Dilansir dari The Bliss Life, berikut adalah beberapa pemahaman yang membuat gaya hidup minimalis sering disalahartikan.
Minimalis Tidak Memiliki Barang yang Bagus
gaya hidup/Foto: pexels.com/Andrew Neel |
Seseorang yang menjalani gaya hidup minimalis sering kali dianggap tidak memiliki barang yang bagus. Padahal, gaya hidup ini tidak hanya mengajarkan untuk memiliki barang sesuai kebutuhan saja, tapi juga memiliki barang-barang yang berkualitas tinggi.
Sebab, barang-barang dengan kualitas yang bagus dapat digunakan dalam jangka waktu yang lebih lama, meskipun harganya sedikit mahal. Dengan begitu, mereka bisa menghemat pengeluaran.
Jadi, seseorang yang menjalani gaya hidup minimalis tidak hanya memperhatikan harga barang saja, tapi juga kualitasnya. Kalau ada barang harganya murah, tapi berkualitas tinggi, kenapa tidak?