5 Pertanyaan Orang Tua untuk Anak saat Mengalami Pubertas, Penting Dilakukan!

Narita Fuji Triani | Beautynesia
Rabu, 21 Jan 2026 15:00 WIB
“Pernah nggak kamu merasa nggak nyaman sama seseorang atau situasi tertentu?”
Masa puber bisa membuat anak banyak kecemasan. Orang tua bisa menjadi support system/Foto: pexels.com/Julia M Cameron

Masa pubertas adalah waktu yang dialami anak dengan perubahan yang terjadi padanya. Anak biasanya akan merasa bingung, canggung, atau bahkan kewalahan. Di masa ini, anak akan mengalami perubahan fisik, emosi, dan juga pencarian jati diri.

Orang tua punya peran penting saat anak mengalami pubertas. Tak hanya mengawasi, orang tua juga harus menemani dan siap mendengarkan. Mungkin, banyak orang tua yang merasa canggung ketika berdiskusi tentang hal pribadi saat masa pubertas anak. Lewat pertanyaan-pertanyaan yang dilansir dari laman word from the birds bisa membantu orang tua yang ingin membangun komunikasi dengan anak agar anak lebih merasa dimengerti dan terbuka. Yuk simak!

“Pernah nggak kamu merasa nggak nyaman sama seseorang atau situasi tertentu?”

Masa puber bisa membuat anak banyak kecemasan. Orang tua bisa menjadi support system/Foto: pexels.com/Julia M Cameron

Masa puber bisa membuat anak banyak kecemasan. Orang tua bisa menjadi support system/Foto: pexels.com/Julia M Cameron

Pertanyaan ini bisa membantu anak untuk mau mengungkapkan pertanyaan yang terpendam tentang diri mereka sendiri, lingkungan, atau situasi yang mungkin belum dipahami bagaimana cara mengatasinya. Orang tua bisa mendengarkan dan mengajak anak untuk mencari solusinya bersama. Anak juga tidak akan merasa sendirian menghadapi situasi yang belum mereka pahami.

Orang tua bisa menunjukkan kesiapan menjadi support system atas perubahan yang terjadi. Tanyakan pada anak apa yang bisa orang tua bantu agar anak bisa melewati hal baru ini. Anak tahu ia akan menjadi lebih mandiri, tapi ia juga sadar bahwa orang tua akan tetap hadir memberi dukungan.

“Menurut kamu, apa yang unik di dalam diri kamu?”

Anak mungkin merasa tidak percaya diri dengan perubahan tubuhnya. Orang tua bisa menyemangati dan menunjukkan semangat/Foto: pexels.com/George Pak

Di masa puber, anak mungkin akan merasa tidak percaya diri karena tumbuh jerawat, perubahan suara, atau bentuk tubuh. Orang tua bisa memberikan semangat dan menunjukkan karakteristik diri mereka sendiri. 

Orang tua bisa membantu agar anak percaya diri dengan tubuhnya dan mensyukuri yang sudah dikaruniai Tuhan. Orang tua bisa memberi tahu bahwa Tuhan  telah memberikan tubuh yang kuat dan sehat. Ajak anak untuk melihat kualitas dirinya, hal ini bisa membantu anak melihat bahwa merawat tubuh itu adalah keharusan dan sebagai bentuk rasa syukur.

 “Ada nggak perubahan di tubuh kamu yang bikin kamu penasaran atau bingung?”

Perubahan fisik di masa puber bisa membuat anak bingung. Orang tua dan anak bisa banyak membuka diskusi tentang pubertas/Foto: pexels.com/Kindel Media

Perubahan fisik di masa puber bisa membuat anak bertanya-tanya. Pertanyaan ini bisa menjadi diskusi orang tua dan anak soal hormon hingga perubahan fisik. Anak sering mencari jawaban di luar baik itu di internet atau teman yang belum tentu benar. Orang tua bisa menjadi sumber terpercaya untuk mengarahkan anak dengan jawaban yang tepat.

 “Kenangan apa yang paling berkesan di masa kecil kamu?”

Ajak anak bernostalgia tentang masa kecil yang berkesan. Cara ini bisa membuat mereka tenang/Foto: pexels.com/RDNE Stock project

Ajak anak untuk bernostalgia bersama. Mengingat  momen kenangan kebahagiaan masa kecil bisa membuat anak anak tenang. Misalnya, tentang bagaimana pertama kali ia bisa naik sepeda. Orang tua bisa mendengarkan isi hati mereka tentang perbedaan saat kecil dan transisi menjadi remaja. 

“Di masa pertumbuhan jadi makin dewasa ini, ada yang membuat senang atau gugup?”

Pertanyaan tentang perasaan senang atau gugup saat puber bisa jadi pilihan. Anak bisa mengungkapkan harapan dan kecemasan/Foto: pexels.com/

Pertanyaan ini bisa membantu anak mengungkapkan harapan sekaligus kecemasan di masa depan. Remaja sering menyimpan rasa takut dan cemas sendiri. Lewat pertanyaan ini, orang tua bisa mendengar sekaligus menenangkan. Orang tua juga akan selalu berada di samping anak menemani ia tumbuh jadi dewasa.

Menemani anak di masa pubertas tentu tidak mudah. 5 pertanyaan di atas bisa jadi jalan pembuka komunikasi dengan anak untuk memahami kondisi dengan perubahan yang terjadi padanya. 

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.