5 Pola Pikir yang Menandakan Seseorang Berasal dari Kelas Sosial Menengah Atas

Dimitrie Hardjo | Beautynesia
Senin, 09 Feb 2026 15:30 WIB
1. Merencanakan Masa Depan
Merencanakan masa depan. Mereka punya rencana strategis untuk dirinya sendiri bertahun-tahun kemudian yang dipersiapkan sejak sekarang./ Foto: Pexels.com/Tima Miroshnichenko

Mindset atau pola pikir akan sangat memengaruhi kehidupan seseorang. Misalnya saja dari cara mereka menghadapi sebuah permasalahan. Dengan pola pikir yang berbeda, maka mereka akan menyikapi masalah itu dengan cara berbeda pula.

Oleh karena itu, Beauties, pola pikir yang setipe akan dimiliki orang dari kelas sosial menengah atas. Sebab, cara mereka berpikir untuk menentukan langkah strategis pada akhirnya akan berdampak pada kehidupannya. Pola pikir ini akan memengaruhi cara mereka mengambil keputusan dalam banyak hal, mulai dari bagaimana mereka membuat pilihan tentang waktu, pembelajaran, hubungan, risiko, sampai tentang kesehatan.

Ini dia pola pikir yang menunjukkan seseorang berasal dari kelas sosial menengah atas, Beauties!

1. Merencanakan Masa Depan

Merencanakan masa depan. Mereka punya rencana strategis untuk dirinya sendiri bertahun-tahun kemudian yang dipersiapkan sejak sekarang.

Merencanakan masa depan. Mereka punya rencana strategis untuk dirinya sendiri bertahun-tahun kemudian yang dipersiapkan sejak sekarang./ Foto: Pexels.com/Tima Miroshnichenko

Orang dari kelompok menengah atas punya perencanaan tentang masa depannya. Bukan hanya rencana untuk sekarang, minggu depan, atau bulan depan. Namun, mereka mempersiapkan kehidupannya sampai sepuluh tahun ke depan mulai sekarang.

Melansir dari Cottonwood Psychology, banyak peneliti mengungkap bahwa kelas sosial yang lebih tinggi memang memiliki kontrol lebih besar dalam kehidupannya. Kontrol tersebut didapatkan karena mereka sudah memiliki perencanaan untuk mengurangi hal tak terduga yang dapat menimbulkan stres. Oleh karena itu, perencanaan ini juga termasuk tabungan darurat untuk mengurangi risiko kesulitan finansial di kemudian hari.

2. Skill adalah Aset Penting

Skill adalah aset penting bagi orang kelas menengah atas. Mereka akan cari cara untuk mengasah kemampuan atau belajar hal baru.

Skill adalah aset penting bagi orang kelas menengah atas. Mereka akan cari cara untuk mengasah kemampuan atau belajar hal baru./ Foto: Pexels.com/Pavel Danilyuk

Dibandingkan memikirkan status, orang menengah atas lebih memprioritaskan kemampuan atau skill. Bagi mereka skill adalah sebuah investasi yang lebih penting dibandingkan status itu sendiri. Mereka akan memanfaatkan waktu untuk memperoleh skill baru atau mengembangkan skill yang sudah dimiliki, seperti dengan ikut workshop atau pelatihan tertentu, membaca buku untuk memahami sesuatu, hingga hal sekecil meminta feedback agar bisa meningkatkan kemampuannya.

3. Memahami Waktu Sangat Berharga

Mereka paham akan pentingnya waktu. Mereka akan mengatur jadwal dengan penuh intensi.

Mereka paham akan pentingnya waktu. Mereka akan mengatur jadwal dengan penuh intensi./ Foto: Pexels.com/RDNE Stock Project

Orang dari kelas sosial menengah atas juga paham akan pentingnya waktu. Mereka memiliki manajemen waktu yang baik dan mengisi waktunya dengan penuh intensi. Hanya sedikit waktu yang diluangkan untuk urusan sepele, supaya mereka bisa fokus pada urusan yang lebih bernilai.

Mereka juga nggak segan mengeluarkan ekstra untuk “membeli waktu” yang bisa membantu mereka lebih fokus pada tugas. Contohnya, memilih belanjaan dikirimkan sehingga mereka tidak harus mengambilnya di toko, memanfaatkan jasa valet untuk mengurangi waktu cari parkir, atau memilih direct flight (penerbangan langsung) untuk mempersingkat waktu perjalanan.

4. Memilih Kualitas Dibandingkan Kuantitas

Orang kelas menengah atas mementingkan kualitas dibanding kuantitas. Mereka akan cek daya tahan suatu barang, kenyamanan, hingga bagaimana mereka akan menggunakannya.

Orang kelas menengah atas mementingkan kualitas dibanding kuantitas. Mereka akan cek daya tahan suatu barang, kenyamanan, hingga bagaimana mereka akan menggunakannya./ Foto: Pexels.com/cottonbro studio

Tergolong dalam kelas menengah atas bukan berarti mereka membeli barang semaunya. Justru mereka semakin hati-hati terhadap apa yang mereka beli atau konsumsi. Saat berbelanja, mereka akan mempertimbangkan jangka panjang. Oleh karena itu, mereka akan lebih memerhatikan kualitas barang, mulai dari daya tahan, kenyamanan, dan bagaimana mereka akan memakainya. Dengan pola pikir seperti ini, mereka tidak konsumtif.

5. Sangat Memerhatikan Kesehatan

Mereka sangat memerhatikan kesehatan. Mereka menerapkan gaya hidup sehat.

Mereka sangat memerhatikan kesehatan. Mereka menerapkan gaya hidup sehat./ Foto: Pexels.com/Sarah Chai

Investasi yang penting lainnya bagi orang kelas menengah atas adalah kesehatan. Dalam kehidupan sehari-hari mereka akan melakukan gaya hidup sehat. Ini bisa dipraktikan dengan rutin berolahraga, memilih untuk masak sendiri di rumah menggunakan bahan-bahan segar dibandingkan makan di luar, dan juga memastikan mereka dapat cukup tidur.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE