5 Rekomendasi Buku dengan Vibe Fairy Tale Terbaik
Cerita penuh keajaiban, karakter heroik, dan dunia yang terasa seperti mimpi selalu punya daya tarik tersendiri. Terlebih bagi kamu yang tumbuh besar dengan kisah-kisah dongeng dan merindukan perasaan terpukau saat membaca buku pertama kali.
Namun, nggak semua buku bergenre fantasy secara eksplisit menyebut dirinya sebagai fairy tale. Ada banyak karya yang memancarkan nuansa dongeng klasik meski ceritanya sama sekali baru. Simak rekomendasi buku dengan vibe fairy tale berikut ini, Beauties!
1. Howl's Moving Castle karya Diana Wynne Jones
Howl's Moving Castle menempati posisi teratas dalam daftar Fantasy with Old-School Fairy Tale Vibes di Goodreads, dengan rating rata-rata 4,28 dari ratusan ribu pembaca. Cerita ini mengikuti Sophie, seorang gadis yang terkena kutukan penyihir jahat dan berpetualang di sebuah kastil ajaib yang bisa berjalan.
Elemen-elemen dalam buku ini terasa seperti kombinasi dari dongeng terbaik. Mulai dari penyihir yang eksentrik, kutukan yang harus dipecahkan, dan heroin yang lebih kuat dari yang ia sangka. Oleh karena itu, buku ini sering disebut sebagai salah satu contoh paling sempurna dari cerita yang terasa seperti dongeng lama namun tetap segar dan orisinal.
2. Uprooted karya Naomi Novik
Uprooted/ Foto: goodreads.com
Melansir dari daftar Goodreads, Uprooted karya Naomi Novik mendapatkan rating 4,02 dan masuk sebagai salah satu fantasy dengan nuansa dongeng klasik paling kuat. Buku ini berkisah tentang seorang gadis desa bernama Agnieszka yang terpilih untuk tinggal bersama seorang penyihir misterius di menara terasing.
Atmosfer buku ini terasa seperti gabungan antara dongeng Eropa Timur dengan elemen hutan gelap yang hidup dan mengancam. Namun justru dari kegelapan itulah cerita ini memancarkan pesona yang sulit dilepaskan, Beauties.
3. Stardust karya Neil Gaiman
Stardust masuk dalam jajaran teratas daftar Goodreads sebagai fantasy dengan vibe dongeng klasik, dengan rating rata-rata 4,09 dari ratusan ribu pembaca. Kisahnya mengikuti seorang pemuda bernama Tristran yang memasuki dunia magis di balik tembok kota kecilnya demi mendapatkan sebuah bintang jatuh untuk gadis yang ia cintai.
Cara Neil Gaiman menulis buku ini terasa hangat, ajaib, dan penuh kejutan. Sebagaimana dikenal luas, Gaiman memang ahli dalam menghadirkan nuansa dongeng lama ke dalam narasi yang terasa modern tanpa kehilangan esensinya.
|
Baca Juga : 5 Cara Efektif Mengingat Isi Buku yang Kamu Baca
|
4. The Night Circus karya Erin Morgenstern
The Night Circus/ Foto: goodreads.com
The Night Circus adalah contoh sempurna dari buku yang memancarkan vibe fairy tale tanpa secara eksplisit menjadi retelling. Kisah ini berpusat pada sebuah sirkus misterius berwarna hitam putih yang hanya muncul di malam hari, menjadi latar pertarungan ajaib antara dua penyihir muda.
Prosa Morgenstern dalam buku ini digambarkan sebagai kaya, whimsical, dan sangat sinematik. Oleh karena itu, buku ini sangat cocok dibaca di malam hari ketika kamu ingin benar-benar tenggelam dalam dunia lain, Beauties.
5. The Starless Sea karya Erin Morgenstern
Masih dari Erin Morgenstern, The Starless Sea diisi dengan elemen-elemen fairy tale oleh penulisnya sendiri. Buku ini mengikuti Zachary, seorang mahasiswa yang menemukan buku misterius berisi kisah masa kecilnya sendiri, yang membawanya ke perpustakaan kuno tersembunyi jauh di bawah permukaan bumi.
Menariknya, Morgenstern diketahui memasukkan lebih banyak elemen dongeng justru ketika editornya meminta agar elemen tersebut dikurangi. Hasilnya adalah sebuah buku yang terasa seperti dongeng berlapis-lapis, di mana setiap halaman menyimpan keajaiban baru untuk ditemukan.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!