5 Rekomendasi Film Bertemakan Isu Kesehatan Mental

Tifani Nurmalawidia | Beautynesia
Sabtu, 16 May 2026 07:30 WIB
5. The Perks of Being Wallflower
The Perks of Being Wallflower/ Foto: IMDb

Pengetahuan tentang  kesehatan mental  penting untuk diketahui untuk memahami gejala yang dirasakan, mendapatkan perawatan profesional, serta, yang paling penting, menghapus stigma buruk yang beredar di masyarakat.

Banyak orang yang berjuang dengan penyakit mental sering menolak untuk meminta bantuan profesional karena stigma buruk yang beredar. 

Untuk mencoba lebih peduli terhadap pentingnya menjaga kesehatan mental dan mendukung orang-orang dengan gejala tersebut menjadi lebih baik. Berikut merupakan beberapa film yang mengangkat tema kesehatan mental. Baik dari perspektif penderita, maupun orang-orang di sekitarnya, Beauties.

1. A Beautiful Mind

A Beautiful Mind/ Foto: IMDb

Film A Beautiful Mind yang tayang pada tahun 2001 diangkat dari novel berjudul sama oleh Sylvia Nasar. Mengisahkan perjalanan John Forbes Nash, seorang ekonom dan matematikawan pemenang Hadiah Nobel.

John Nash adalah jenius matematika yang membuat penemuan menakjubkan dan memecahkan persoalan yang sebelumnya tidak terpecahkan. Dianggap disfungsional secara sosial, John Nash mencurahkan seluruh energi dan jiwanya untuk menghasilkan satu ide orisinal. 

Namun, dalam hidupnya, Nash didiagnosis menderita skizofrenia paranoid, penyakit mental di mana seseorang mengalami serangkaian pemisahan dari kenyataan dan paranoia semacam delusi.

Menderita skizofrenia di pertengahan abad lalu, membuatnya harus menghabiskan waktu di sanatorium ketika para dokter berjuang untuk menemukan obatnya. Memiliki plot sempurna dari berbagai aspek, mulai dari kisah psikologi yang menarik, hingga filosofi matematika yang digambarkan cukup realistis. 

2. Girl, Interrupted

Girl, Interrupted/ Foto: IMDb

Girl, Interrupted berlatar akhir tahun 60-an. Diangkat dari buku memoar penulis Amerika Susanna Kaysen yang menghadirkan pengalamannya sebagai penyintas di rumah sakit jiwa Amerika.

Tayang pada tahun 1999 menceritakan kisah Susanna Kaysen yang menderita borderline personality disorder. Dalam bangsal perempuan, Susanna bertemu dengan Polly Clark, seorang penderita skizofrenia kekanak-kanakan, Janet Webber, seorang pasien anoreksia yang sinis; dan orang penyintas lainnya. 

Mengisahkan perjuangannya di Claymoore selama 18 bulan hingga berhasil mengambil kendalinya kembali. Film ini juga memperlihatkan bagaimana persepsi penyakit mental dan kesehatan mental berubah antara tahun 1960-an dan 1999, serta perbedaan antara tahun 1999 dan sekarang. 

3. Kim Ji Young Born 1982

Kim Ji Young Born 1982/ Foto: IMDb

Berdasarkan novel fiksi terlaris Kim Ji-young, Born 1982 oleh Cho Nam-joo. Tayang di tahun 2019 seorang ibu rumah tangga berusia 30-an yang tiba-tiba menunjukkan tanda-tanda seolah dirinya adalah orang lain.

Sebelumnya, buku Kim Ji-young, Born 1982, menjadi cukup kontroversial di Korea Selatan. Memunculkan perdebatan seputar patriarki dan hak wanita dalam bermasyarakat.

Ketika peran perempuan hampir semuanya, mulai dari bekerja, membesarkan anak, mengurus pekerjaan rumah tangga, tak jarang peristiwa-peristiwa kecil itu memicu kesedihan dan kekosongan yang mendalam dalam diri seorang ibu.

Ketika kesehatan mental hingga diskriminasi gender begitu besar terjadi terhadap seorang wanita dan seorang ibu, hal ini menjadi hal yang penting yang harusnya lebih diperhatikan.

4. It's Kind of a Funny Story

It's Kind of a Funny Story/ Foto: IMDb

Film diadaptasi dari novel Vizzini dengan judul yang sama yang terinspirasi dari kisahnya melawan depresi.

Mengisahkan tentang Craig, siswa sekolah menengah atas berusia 16 tahun, yang menghabiskan waktu di rumah sakit jiwa setelah dirinya berpikir untuk bunuh diri karena depresi.

Meskipun memiliki orang tua yang baik, mereka berusaha untuk mendorong anaknya ke arah tertentu yang mereka inginkan. Tapi, meskipun Craig cukup cerdas, dia memiliki tingkat stres yang sangat tinggi. 

Tema utama dalam It's Kind of a Funny Story adalah privilege. Selama waktunya di rumah sakit, interaksi Craig dengan pasien lain memperluas perspektifnya dan membantunya menyadari berbagai bentuk hak istimewa yang ia terima begitu saja. Belajar tentang hal yang diperlukan tentang dirinya dan kehidupannya.

5. The Perks of Being Wallflower

The Perks of Being Wallflower/ Foto: IMDb

Film lainnya yang membahas isu mental illness adalah The Perks of Being a Wallflower. Diangkat dari novel coming-of-age berjudul sama oleh Stephen Chobsky. Mengisahkan Charlie, seorang siswa sekolah menengah pertama yang introvert, pemalu dan rentan terhadap kecemasan pada awalnya.

Tetapi dia berhasil menemukan dan berdamai dengan dirinya saat dia berteman dengan teman-teman seniornya, yaitu Sam dan Patrick. Menghabiskan masa sekolah untuk mencari jati diri dan mencoba banyak hal. Plot lain dalam film selain mental illness juga mengangkat isu-isu lain seperti sexual abuse, obat-obatan, dan alkohol. 

Daftar di atas adalah beberapa film yang mengangkat isu penyakit mental. Memiliki plot yang cukup berat, sebaiknya cek trigger warning sebelum menotonya. Di samping hal itu, film-film di atas juga memiliki pesan-pesan menyentuh tentang para penyintas yang seharusnya lebih dapat dirangkul.

---

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(sim/sim)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE