Masa anak-anak seharusnya dipenuhi dengan keceriaan, kebahagiaan, dan penuh tawa. Tapi bagi sebagian anak, ada yang pernah mengalami rasa dikucilkan atau tersisih dari pergaulan. Misalnya diabaikan di taman bermain atau tidak punya teman saat makan siang bersama.
Menurut psikolog, efek jangka panjang dari anak yang dikucilkan saat kecil bisa terbawa pada kebiasaannya saat menjadi orang dewasa, Beauties.
"Masa kanak-kanak adalah waktu paling penting bagi perkembangan kita, artinya apa yang terjadi selama tahun-tahun ini dapat berdampak signifikan pada kita sepanjang hidup kita," kata Dr. Alexandra Stratyner, Ph.D., seorang psikolog di New York, kepada Parade.
"Dikucilkan saat kecil dapat menyebabkan perasaan kesepian, sedih, marah, ragu-ragu, dan cemas. Jika perasaan ini tidak ditangani, perasaan tersebut dapat berlanjut hingga dewasa, yang dapat merusak kesehatan mental seseorang," tuturnya.
Berikut ini kebiasaan yang dimiliki orang dewasa yang merasa dikucilkan saat kecil menurut psikolog.