5 Sikap Orang Dewasa yang Muncul karena Merasa Dikucilkan saat Kecil Menurut Psikologi
Masa anak-anak seharusnya dipenuhi dengan keceriaan, kebahagiaan, dan penuh tawa. Tapi bagi sebagian anak, ada yang pernah mengalami rasa dikucilkan atau tersisih dari pergaulan. Misalnya diabaikan di taman bermain atau tidak punya teman saat makan siang bersama.
Menurut psikolog, efek jangka panjang dari anak yang dikucilkan saat kecil bisa terbawa pada kebiasaannya saat menjadi orang dewasa, Beauties.
"Masa kanak-kanak adalah waktu paling penting bagi perkembangan kita, artinya apa yang terjadi selama tahun-tahun ini dapat berdampak signifikan pada kita sepanjang hidup kita," kata Dr. Alexandra Stratyner, Ph.D., seorang psikolog di New York, kepada Parade.
"Dikucilkan saat kecil dapat menyebabkan perasaan kesepian, sedih, marah, ragu-ragu, dan cemas. Jika perasaan ini tidak ditangani, perasaan tersebut dapat berlanjut hingga dewasa, yang dapat merusak kesehatan mental seseorang," tuturnya.
Berikut ini kebiasaan yang dimiliki orang dewasa yang merasa dikucilkan saat kecil menurut psikolog.
Sering Merasa Insecure di Lingkungan Sosial
Sikap Orang Dewasa yang Muncul karena Merasa Dikucilkan saat Kecil Menurut Psikologi/Foto: magnific.com/jcomp
Orang yang sering dikucilkan semasa kecil akan merasa insecure di lingkungan sosial. Menurut psikolog Dr. Brandy Smith, Ph.D hal ini dapat disebabkan oleh beberapa faktor.
“Kemungkinan rasa insecure dalam situasi tertentu dapat berasal dari berkurangnya interaksi sosial, sehingga secara harfiah ada lebih sedikit data yang dapat digunakan mengenai cara berinteraksi dengan orang lain,” kata Dr. Smith.
Di sisi lain, akan muncul tendensi untuk menyalahkan diri sendiri atas pengalaman dikucilkan tersebut. Mereka merasa ada sesuatu yang salah dengan diri mereka. Hal ini dapat memicu kecemasan saat berinteraksi dengan orang lain.
Perfeksionis
Sikap Orang Dewasa yang Muncul karena Merasa Dikucilkan saat Kecil Menurut Psikologi/Foto: Magnific.com/senivpetro
Pengucilan menyebabkan anak merasa perasaan diabaikan. Akibatnya, mereka mungkin akan melakukan apa pun untuk bisa mendapatkan perhatian saat dewasa. Sikap ini dapat bermanifestasi sebagai kepribadian perfeksionis.
“Seseorang yang dikucilkan saat kecil mungkin berupaya mencapai kesempurnaan atau melakukan hal-hal di luar batas dalam situasi di mana tidak perlu mencoba membuktikan nilai diri mereka,” kata Dr. Stratyner. “Mereka mungkin juga melakukan ini untuk mencoba agar diperhatikan.”
Punya Empati Tinggi
Sikap Orang Dewasa yang Muncul karena Merasa Dikucilkan saat Kecil Menurut Psikologi/Foto: Pexels.com/ArtHouse Studio
Orang yang dikucilkan saat kecil bisa tumbuh menjadi sosok yang punya empati tinggi saat dewasa. Mereka memahami rasa sakit ketika mereka tidak dilibatkan dalam pergaulan. Oleh karena itu, mereka tidak ingin orang lain merasakan hal yang sama dengannya.
“Beberapa orang mungkin memiliki empati yang kuat terhadap orang lain, memahami perasaan orang lain yang juga telah terisolasi,” kata Dr. Stratyner.
Harga Diri Rendah
Sikap Orang Dewasa yang Muncul karena Merasa Dikucilkan saat Kecil Menurut Psikologi/Foto: Magnific.com
Pengalaman penolakan dan pengabaian dapat memicu rasa harga diri rendah, terutama jika perasaan ini tidak diatasi dengan baik.
Rendahnya harga diri sering kali membuat seseorang mempertanyakan nilai diri mereka dan merasa ragu-ragu.
“Misalnya, jika seseorang dikucilkan saat kecil, mereka mungkin ragu untuk berbagi ide mereka di tempat kerja, karena takut ide mereka tidak akan dihargai,” ungkap Dr. Joel Frank, Psy.D., seorang psikolog berlisensi di Duality Psychological Services.
People Pleaser
Sikap Orang Dewasa yang Muncul karena Merasa Dikucilkan saat Kecil Menurut Psikologi/Foto: Freepik
Sikap berikutnya adalah mereka kemungkinan besar akan tumbuh menjadi sosok people pleaser. Mereka akan berusaha menyenangkan orang lain bahkan mengubah sifat mereka untuk bisa membangun hubungan dengan orang lain.
Paham bagaimana tidak enaknya dikucilkan, mereka berusaha bersikap sangat ramah hingga mengabaikan kebutuhan diri mereka demi bisa diterima di lingkungan sosial.
“Kelemahannya adalah sulit untuk membentuk jati diri ketika terus-menerus berperan sebagai bunglon,” kata Dr. Smith.
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!