5 Tanda Kamu Dewasa dan Stabil secara Emosional dalam Percintaan Menurut Pakar Hubungan

Dewi Maharani Astutik | Beautynesia
Selasa, 18 Aug 2026 16:30 WIB
Mampu Mengelola Emosi saat Terjadi Konflik dengan Pasangan
Dewasa secara emosional dalam hubungan terlihat dari kemampuan mengelola emosi saat menghadapi konflik dengan pasangan/Foto: Magnific

Kematangan emosional dalam percintaan menjadi salah satu fondasi penting agar hubungan asmara yang dibangun tersebut bisa sehat dan langgeng. Meskipun sering dikaitkan dengan bertambahnya usia, sikap dewasa secara emosional dalam hubungan asmara sebenarnya lebih ditentukan oleh kemampuan seseorang dalam mengelola emosi, menghadapi konflik, serta memperlakukan pasangannya.

Pakar hubungan Dr. Matt Townsend sendiri menilai bahwa ada beberapa tanda yang dapat menunjukkan apakah seseorang telah memiliki kematangan emosional dalam percintaan atau tidak. Yuk, simak tanda-tanda stabil secara emosional dalam percintaan menurut pakar hubungan yang dilansir dari KSL TV berikut!

Melihat Hubungan sebagai Proses untuk Terus Bertumbuh

Dewasa secara emosional dalam hubungan terlihat dari cara seseorang memandang hubungan sebagai ruang untuk terus belajar dan berkembang. Mereka tidak menganggap sifat atau keadaan sebagai sesuatu yang tidak bisa diubah. Pola pikir ini membantu seseorang lebih terbuka menghadapi tantangan dan memperbaiki diri seiring waktu.
Dewasa secara emosional dalam hubungan terlihat dari cara seseorang memandang hubungan sebagai ruang untuk terus belajar dan berkembang/Foto: Magnific

Orang yang sehat secara emosional cenderung memiliki pola pikir bertumbuh atau growth mindset. Mereka tidak melihat hidup sebagai sesuatu yang sudah ditetapkan dan tidak dapat diubah.

Menurut Dr. Townsend, kehidupan bukan hanya ditentukan oleh keadaan yang dihadapi seseorang, tetapi juga oleh cara seseorang menyikapi dan mengambil tindakan atas berbagai peristiwa yang terjadi dalam hidupnya. Dengan pola pikir ini, seseorang lebih fokus pada kesempatan untuk berkembang daripada terpaku pada keterbatasan yang ada.

Mampu Mengelola Emosi saat Terjadi Konflik dengan Pasangan

Dewasa secara emosional dalam hubungan terlihat dari kemampuan mengelola emosi saat menghadapi konflik dengan pasangan/Foto: Magnific

Salah satu tanda kedewasaan emosional adalah mampu mengelola emosi saat menghadapi situasi yang memicu reaksi negatif. Alih-alih langsung bereaksi dengan melawan, menghindar, membeku, atau selalu berusaha menyenangkan orang lain, seseorang yang matang secara emosional akan merespons dengan lebih sadar dan terkendali.

Menurut Dr. Townsend, reaksi otomatis yang muncul saat seseorang merasa terancam secara emosional sering kali merupakan bentuk mekanisme bertahan hidup. Namun, meskipun dapat membantu dalam situasi tertentu, pola ini tidak selalu mendukung terciptanya hubungan yang sehat. Jika seseorang terus mengandalkan respons tersebut setiap kali menghadapi masalah, ia akan kesulitan membangun komunikasi yang terbuka, menyelesaikan konflik dengan baik, dan menjalin kedekatan yang lebih dalam dengan orang lain.

Tidak Menuntut Diri Sendiri atau Pasangan untuk Selalu Sempurna

Dewasa secara emosional dalam hubungan terlihat dari kemampuan menerima bahwa tidak ada manusia yang selalu sempurna/Foto: Magnific

Dr. Townsend menekankan bahwa mencintai diri sendiri bukan berarti merasa puas dengan segala kekurangan tanpa berusaha menjadi lebih baik, melainkan memberi ruang bagi diri untuk terus berkembang. Alih-alih terjebak pada tuntutan untuk selalu sempurna, seseorang yang memiliki self-love yang sehat akan lebih fokus pada kemajuan yang dicapai dari waktu ke waktu. Mereka memahami bahwa kesalahan adalah bagian yang tidak terpisahkan dari proses belajar dan pertumbuhan.

Oleh karena itu, ketika melakukan kesalahan, orang yang telah dewasa secara emosional tidak akan terus-menerus menyalahkan diri sendiri atau menganggapnya sebagai kegagalan mutlak. Sebaliknya, mereka mampu menerima kesalahan tersebut, mengambil pelajaran darinya, lalu melanjutkan langkah dengan pemahaman yang lebih baik. Menurut Dr. townsend, sikap seperti inilah yang membantu seseorang bertumbuh secara lebih sehat dan realistis dalam menjalani kehidupan.

Bisa Ikut Bahagia atas Pencapaian Pasangan Tanpa Merasa Tersaingi

Dewasa secara emosional dalam hubungan terlihat dari kemampuan untuk ikut bahagia saat pasangan meraih pencapaian tanpa merasa tersaingi/Foto: Magnific

Menurut Dr. Townsend, orang yang sehat secara emosional mampu dengan tulus merayakan keberhasilan orang lain tanpa merasa terancam atau iri terhadap pencapaian tersebut. Mereka dapat ikut merasa senang ketika melihat orang lain mencapai tujuan, mendapatkan kesempatan baru, atau meraih kesuksesan yang diinginkan. Di saat yang sama, mereka tetap sabar menjalani proses dan menunggu waktu yang tepat untuk mencapai tujuan mereka sendiri.

Sikap ini menunjukkan bahwa mereka tidak menjadikan keberhasilan orang lain sebagai ukuran nilai diri. Oleh karena itu, mereka tidak merasa perlu meremehkan, mengkritik, atau mengurangi arti pencapaian orang lain hanya untuk merasa lebih unggul. Sebaliknya, mereka mampu menghargai keberhasilan tersebut dengan tulus sambil tetap fokus pada perjalanan dan perkembangan diri masing-masing.

Berani Mengakui Kesalahan dan Meminta Maaf dengan Tulus

Dewasa secara emosional dalam hubungan terlihat dari keberanian seseorang untuk mengakui kesalahan tanpa mencari pembenaran/Foto: Magnific

Menurut Dr. Townsend, kemampuan untuk bertanggung jawab atas tindakan sendiri merupakan salah satu ciri penting dari kesehatan emosional yang baik. Banyak orang menganggap mengakui kesalahan sebagai tanda kelemahan, padahal justru sebaliknya.

Seseorang yang matang secara emosional tidak akan terus-menerus mencari alasan, menyalahkan keadaan, atau melempar tanggung jawab kepada orang lain ketika melakukan kesalahan. Mereka mampu menerima kenyataan bahwa dirinya tidak selalu benar dan bersedia mengakui hal tersebut dengan jujur.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.