5 Tanda Orang Berjiwa Bijaksana saat Hadapi Ujian Hidup Menurut Ilmu Psikologi

Dimitrie Hardjo | Beautynesia
Jumat, 30 Jan 2026 15:30 WIB
1. Melihat dari Perspektif Orang Lain
Orang bijak bisa melihat dari perspektif orang lain. Kebijaksanaan ditunjukkan ketika seseorang bisa mengambil keputusan dengan pikiran yang jernih dan tidak terbawa emosi./ Foto: Pexels.com/Alexander Suhorucov

Persoalan hidup pasti dialami semua orang. Namun cara seseorang menyikapinya jadi pembeda terbesar dalam menentukan pertumbuhan diri dan kecepatan melaluinya. Di sinilah orang yang bijaksana muncul sebagai "pemenang".

Orang yang memiliki jiwa bijaksana tidak akan kabur dari masalah, melainkan menghadapinya dengan pikiran terbuka. Ini karena secara alami mereka memiliki rasa ingin tahu dan kecerdasan emosional yang cukup tinggi. Simak penjelasannya yang dirangkum dari berbagai sumber berikut ini.

1. Melihat dari Perspektif Orang Lain

Orang bijak bisa melihat dari perspektif orang lain. Kebijaksanaan ditunjukkan ketika seseorang bisa mengambil keputusan dengan pikiran yang jernih dan tidak terbawa emosi.

Orang bijak bisa melihat dari perspektif orang lain. Kebijaksanaan ditunjukkan ketika seseorang bisa mengambil keputusan dengan pikiran yang jernih dan tidak terbawa emosi./ Foto: Pexels.com/Alexander Suhorucov

Sebuah studi yang dijelaskan dalam laman The University of Chicago Center of Practical Wisdom menunjukkan bahwa cara berpikir dan pengambilan keputusan berpengaruh terhadap kebijaksanaan yang dimiliki seseorang. Pada dasarnya, kebijaksanaan itu ditunjukkan ketika seseorang bisa mengambil keputusan dengan pikiran yang jernih dan tidak terbawa emosi.

Caranya dengan melihat dari sudut pandang orang lain. Mereka akan bertanya seperti "Apa yang akan saya katakan jika ini terjadi pada seorang teman?" atau "Bagaimana situasi ini terlihat bagi orang lain yang terlibat? Bagaimana dampaknya bagi mereka?" sebelum mengambil keputusan.

2. Memahami Ada Banyak Hal yang Tidak Diketahuinya

Orang bijaksana tahu ada banyak hal yang tidak diketahuinya. Sifat ini mendorong mereka untuk selalu ingin tahu.

Orang bijaksana tahu ada banyak hal yang tidak diketahuinya. Sifat ini mendorong mereka untuk selalu ingin tahu./ Foto: Pexels.com/Amina Filkins

Orang yang bijaksana tahu ada banyak hal yang tidak diketahuinya. Inilah sifat yang menjadi pendorong mereka untuk selalu ingin tahu, bertanya untuk mencari jawaban. Mereka memahami keterbatasan wawasan yang dimilikinya sehingga mereka cenderung rendah diri dan berusaha mencari jawaban yang lebih mendalam, bukan hanya tahu permukaannya saja.

3. Perasa dan Mampu Meregulasi Emosi

Orang bijak mengenali beragam emosi. Mereka akan mengindentifikasinya dan mengelolanya.

Orang bijak mengenali beragam emosi. Mereka akan mengindentifikasinya dan mengelolanya./ Foto: Pexels.com/Ivan Aguilar

Psikolog dari University of Waterloo, Igor Grossman, dan kolaboratornya menemukan bahwa orang yang lebih bijak mengalami dan mengenali beragam emosi yang lebih luas dari rata-rata. Mereka memiliki kekayaan emosional sehingga mereka banyak merasakan emosi.

Hal ini sejalan dengan penjelasan dalam laman PsychologyToday bahwa tak hanya merasakan emosi, mereka juga mampu meregulasi emosinya, terlebih ketika menghadapi tantangan. Mereka menunjukkan tingkat kecerdasan emosi yang tinggi dengan mengindentifikasi, memahami, dan mengelola emosi dalam dirinya sendiri Dalam kondisi ini, orang yang bijak memanfaatkan kemampuan kognitif sepenuhnya dengan memadukan sikap terbuka, peduli, dan tenang.

4. Melepaskan Hal Negatif

Orang bijak tidak larut dalam hal negatif. Dengan melepaskan pikiran yang tidak bermanfaat, mereka lebih mampu menangani masalah.

Orang bijak tidak larut dalam hal negatif. Dengan melepaskan pikiran yang tidak bermanfaat, mereka lebih mampu menangani masalah./ Foto: Pexels.com/Ivan Aguilar

Masih berkaitan dengan regulasi emosi, orang bijaksana sangat sadar akan pemikiran mereka sendiri. Oleh karena itu, mereka melatih diri untuk melepaskan hal-hal yang negatif, sesuatu yang tidak dibutuhkannya. Mengutip dari YourTango, hal ini disebut juga fleksibiltas kognitif, yakni kemampuan berpikir dan berperilaku adaptif berdasarkan situasi dan masalahnya. Dengan melepaskan pikiran yang tidak bermanfaat, orang berjiwa bijak lebih mampu menangani masalah.

5. Berani Menghadapi Kenyataan

Orang bijak tidak kabur dari realita. Mereka menghadapi masalah tanpa mencari distraksi.

Orang bijak tidak kabur dari realita. Mereka menghadapi masalah tanpa mencari distraksi./ Foto: Pexels.com/Zen Chung

Orang bijaksana tidak akan kabur dari realita. Entah seberapa menakutkan masalah yang harus dihadapinya, mereka tidak terlena akan fantasi dan mencari distraksi. Berdasarkan jurnal yang dipublikasi National Library of Medicine (2022), menerima ketidaknyamanan dan menghadapi kenyataan berperan signifikan dalam pengembangan diri, termasuk bagaimana menumbuhkan kebijaksanaan dalam diri.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE