5 Tanda Orang yang Tidak Benar-Benar Baik Menurut Ilmu Psikologi

Nazwa Yuliana | Beautynesia
Sabtu, 25 Jul 2026 22:00 WIB
1. Mereka Bersikap Baik Hanya Ketika Ada Maunya
Mereka bersikap baik hanya ketika ada maunya/ Foto: Pexels.com/ Ron Lach

Beauties, kesan pertama sering kali membuat kita menilai seseorang sebagai pribadi yang baik. Sikap ramah, murah senyum, atau pandai berbicara memang dapat memberikan citra positif. Namun, seiring berjalannya waktu, karakter asli seseorang biasanya akan terlihat melalui tindakan yang dilakukan secara konsisten.

Dalam psikologi, perilaku seseorang dinilai tidak hanya dari apa yang mereka katakan, tetapi juga dari bagaimana mereka memperlakukan orang lain, terutama ketika tidak ada keuntungan yang bisa diperoleh. Karena itu, penting untuk tidak terburu-buru menilai seseorang hanya berdasarkan penampilan atau kesan pertama.

Dilansir dari iFlume dan Trending Pakistan, terdapat beberapa pola perilaku yang sering dikaitkan dengan orang yang tidak benar-benar baik. Tentu saja, satu perilaku saja tidak cukup untuk menyimpulkan karakter seseorang. Namun, jika berbagai tanda tersebut muncul secara konsisten, hal itu dapat menjadi sinyal untuk lebih berhati-hati.

Lantas, apa saja tanda yang menunjukkan orang tidak baik? Simak penjelasannya berikut ini, Beauties!

1. Mereka Bersikap Baik Hanya Ketika Ada Maunya

Mereka bersikap baik hanya ketika ada maunya/ Foto: Pexels.com/ Ron Lach

Salah satu tanda yang sering dibahas dalam psikologi adalah perilaku yang berubah-ubah tergantung pada kepentingannya. Mereka mungkin terlihat sangat ramah, perhatian, dan membantu ketika sedang membutuhkan bantuan atau ingin memperoleh keuntungan tertentu.

Namun, setelah keinginannya terpenuhi, sikap tersebut perlahan menghilang. Bahkan, mereka bisa menjadi sulit dihubungi atau tidak lagi menunjukkan kepedulian yang sama.

Sebaliknya, orang yang benar-benar baik biasanya tetap memperlakukan orang lain dengan hormat tanpa memandang apakah ada manfaat yang akan diperoleh atau tidak.

2. Sulit Mengakui Kesalahan dan Selalu Menyalahkan Orang Lain

Sulit mengakui kesalahan dan selalu menyalahkan orang lain/ Foto: Pexels.com/ AI25.Studio Studio

Setiap orang tentu pernah melakukan kesalahan. Namun, yang membedakan adalah bagaimana mereka menyikapinya. Orang yang tidak memiliki kedewasaan emosional cenderung mencari kambing hitam setiap kali menghadapi masalah. Mereka enggan meminta maaf dan lebih memilih menyalahkan keadaan maupun orang lain.

Perilaku seperti ini membuat hubungan menjadi tidak sehat karena tanggung jawab selalu dialihkan kepada pihak lain. Sebaliknya, seseorang yang memiliki karakter baik umumnya berani mengakui kesalahan dan berusaha memperbaikinya.

3. Tidak Memiliki Empati terhadap Orang Lain

Tidak memiliki empati terhadap orang lain/ Foto: Pexels.com/ www.kaboompics.com

Empati merupakan kemampuan untuk memahami dan menghargai perasaan orang lain. Orang tidak baik sering kali menunjukkan kurangnya kepedulian terhadap kesulitan orang di sekitarnya.

Mereka mungkin mengabaikan perasaan orang lain, meremehkan masalah yang sedang dihadapi seseorang, atau bahkan merasa senang ketika orang lain mengalami kegagalan. Padahal, empati merupakan salah satu fondasi penting dalam membangun hubungan yang sehat dan saling menghargai.

4. Sering Memanipulasi Orang Lain demi Kepentingan Pribadi

Sering memanipulasi orang lain demi kepentingan pribadi/ Foto: Pexels.com/ Pavel Danilyuk

Manipulasi tidak selalu dilakukan secara terang-terangan. Terkadang seseorang menggunakan rasa bersalah, pujian berlebihan, atau memainkan emosi orang lain agar keinginannya tercapai.

Perilaku seperti ini sering kali membuat korbannya merasa bingung, bersalah, atau tertekan tanpa menyadari bahwa dirinya sedang dimanipulasi. Dalam hubungan yang sehat, setiap orang seharusnya dapat menyampaikan kebutuhan dan keinginannya secara jujur tanpa harus mengendalikan orang lain.

Karena itu, jika perilaku manipulatif terus muncul, kamu perlu lebih berhati-hati dalam menjalin hubungan dengannya.

5. Memperlakukan Orang Secara Berbeda Berdasarkan Status atau Keuntungan

Memperlakukan orang secara berbeda berdasarkan status atau keuntungan/ Foto: Pexels.com/ Thirdman

Salah satu cara sederhana untuk mengenali karakter seseorang adalah dengan memperhatikan bagaimana ia memperlakukan orang-orang yang tidak dapat memberikan keuntungan baginya.

Misalnya, apakah ia tetap sopan kepada pelayan restoran, petugas kebersihan, satpam, atau orang yang memiliki kedudukan berbeda. Jika seseorang hanya bersikap ramah kepada orang yang dianggap penting, tetapi merendahkan mereka yang dianggap tidak menguntungkan, hal tersebut dapat menjadi pertanda bahwa sikap baiknya hanya bersifat situasional.

Sebaliknya, orang yang benar-benar baik cenderung menghormati setiap orang tanpa membedakan latar belakang, pekerjaan, maupun status sosialnya.

Beauties, mengenali karakter seseorang membutuhkan waktu dan pengamatan yang konsisten. Tidak semua orang yang terlihat ramah atau pandai berbicara adalah orang yang benar benar baik.

Meski demikian, hindari langsung memberi label hanya karena satu kesalahan atau satu kejadian. Kamu dapat membangun hubungan yang lebih sehat sekaligus lebih bijak dalam menentukan siapa saja yang benar layak mendapatkan kepercayaanmu, Beauties.

___

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE