5 Tips Menyusun Portofolio Lamaran Kerja untuk Pemula

Tata Triavenza Saputri | Beautynesia
Kamis, 01 Oct 2026 11:00 WIB
5. Pastikan Akses Link Nggak Terkunci!
Memastikan semua akses link terbuka agar mudah diakses oleh recruiter/Foto: Pexels.com/Erik Mclean

Proses melamar kerja memang nggak selalu mudah. Salah satu tahap yang bikin pusing adalah menyusun portofolio, Beauties. Banyak dari kita yang mendadak bingung harus mulai dari mana, atau bahkan, nggak tahu apa saja hal yang wajib ada di dalamnya.

Padahal, menyusunnya sebenarnya nggak serumit yang kamu bayangkan, lho! Biar kamu makin percaya diri buat submit lamaran, yuk, coba beberapa tips berikut!

1. Pilih Karya Terbaik

Memilih karya terbaik untuk dijadikan portofolio/Foto: Pexels.com/RDNE Stock project

Langkah awal yang wajib kamu lakukan adalah pilah-pilih karya. Ingat, prinsip utama portofolio itu "kualitas dibandingkan kuantitas". Jadi, kamu nggak perlu memasukkan semua project. Cukup pilih 3 sampai 5 karya terbaik yang paling baik dan relevan sama posisi yang lagi kamu incar.

Proses kurasi ini bakal membantu tampilannya kelihatan lebih ringkas, padat, dan to the point. HRD biasanya cuma punya waktu hitungan detik buat skimming, jadi pastikan karya terbaikmu langsung terpampang di halaman awal, ya!

2. Belum Ada Pengalaman? Manfaatkan Tugas Kuliah dan Fake Project!

Memanfaatkan website fake brief untuk membuat portofolio/Foto: Pexels.com/Pavel Danilyuk

Buat para fresh graduate atau yang mau berpindah karier, jangan insecure duluan kalau belum punya riwayat kerja formal. Kamu bisa memasukkan tugas kuliah, proyek organisasi, sampai side job kecil-kecilan. Kuncinya ada di cara kamu mengemas cerita di balik proyek tersebut.

Nah, kalau masih bingung, cobalah manfaatkan situs penyedia fake brief gratisan seperti Goodbrief. Lewat situs ini, kamu bisa latihan bikin proyek dummy untuk unjuk skill kamu!

3. Tunjukkan Sisi Problem Solving

Menunjukkan skill problem solving untuk menambah value di portofolio/Foto: Pexels.com/Vitaly Gariev

Di setiap karya yang kamu pajang, cobalah tulis cerita atau studi kasus singkatnya. Tulis latar belakang masalahnya, apa peran kamu di situ, dan solusi apa yang kamu berikan.

Pendekatan ini bakal kasih value lebih buat portofolio. Dengan menjelaskan proses di balik layar, kamu berhasil membuktikan kalau kamu itu nggak cuma jago eksekusi, tapi juga punya mindset strategis yang dicari banyak perusahaan.

4. Sajikan Visual yang Rapi dan Informatif

Portofolio dengan visual yang rapi akan mengesankan recruiter/Foto: Pexels.com/Danik Prihodko

Penataan visual tetap jadi kunci utama supaya berkasmu makin betah dibaca. Gunakan mockup atau gambar beresolusi tinggi, lalu pastikan tata letaknya nggak saling menumpuk. Jangan lupa tambahkan keterangan singkat di dekat gambar biar HRD langsung paham konteksnya.

Tampilan yang reader-friendly dan rapi nggak cuma bikin enak dilihat di HP maupun laptop. Ini juga mencerminkan karaktermu yang teliti, terorganisir, dan menghargai detail. Point plus banget, kan?

5. Pastikan Akses Link Nggak Terkunci!

Memastikan semua akses link terbuka agar mudah diakses oleh recruiter/Foto: Pexels.com/Erik Mclean

Ini dia poin teknis yang sering diabaikan pemula, padahal dampaknya fatal banget! Sebelum kamu mengirimkan berkas untuk melamar kerja, cek kembali semua tautan pendukung yang kamu cantumkan, baik itu link Google Drive, Notion, Canva, atau Figma. Pastikan pengaturannya sudah diubah jadi "anyone with the link can view".

Kebayang nggak kalau hasil kerjamu sudah keren, tapi HRD gagal buka gara-gara harus request permission dulu? Karena keterbatasan waktu, bisa-bisa berkasmu langsung dilewati begitu saja. Jadi, pastikan semua tautan bisa dibuka sebelum dikirim, ya!

Nah, ternyata nggak seribet itu, kan? Yuk, langsung rapikan portofoliomu sekarang dan siap-siap jemput karier impianmu, Beauties!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE