5 Trik Belanja Cerdas Anti Menyesal Setelah Checkout
Belanja seharusnya jadi pengalaman menyenangkan, bukan sumber penyesalan. Namun nyatanya, tidak sedikit orang yang baru sadar telah membeli sesuatu yang sebenarnya tidak dibutuhkan, sesaat setelah menekan tombol checkout. Rasa puas yang datang cepat sering kali digantikan oleh rasa bersalah, dompet menipis, dan mulai bertanya-tanya, “kenapa tadi aku beli ini, ya?”
Di tengah kemudahan belanja online dan godaan promo di mana-mana, kamu memang dituntut lebih sadar dalam mengambil keputusan. Bukan berarti kamu harus berhenti belanja, tapi belajar lebih bijak sebelum membeli. Berikut beberapa trik belanja cerdas anti menyesal setelah checkout yang bisa kamu terapkan tanpa menghilangkan kesenangan berbelanja.
1. Beri Jeda Sebelum Membeli
Trik belanja cerdas anti menyesal dengan memberi jeda sebelum membeli / Foto: Freepik.com / Freepik
Salah satu kesalahan paling umum adalah belanja impulsif. Dikutip dari Journal of Consumer Psychology (2019), memberi jeda waktu sebelum membeli dapat menurunkan keputusan impulsif secara signifikan. Jadi, saat kamu merasa sangat ingin membeli sesuatu, coba tunggu 24 jam. Jika keinginan itu masih ada keesokan harinya, kemungkinan besar barang tersebut memang kamu butuhkan.
2. Bedakan Keinginan dan Kebutuhan
Trik belanja cerdas anti menyesal dengan membedakan keinginan dan kebutuhan / Foto: Freepik.com / Freepik
Keinginan sering menyamar sebagai kebutuhan, apalagi saat dibungkus diskon besar. Sebelum checkout, tanyakan pada diri sendiri “apakah aku benar-benar butuh ini, atau hanya ingin sesaat?” Studi dari Journal of Behavioral Decision Making (2020) menyebutkan bahwa kesadaran diri saat berbelanja membantu mengurangi rasa penyesalan pascapembelian. Langkah sederhana ini adalah fondasi penting dalam trik belanja cerdas anti menyesal setelah checkout.
3. Tetapkan Anggaran dan Patuhi
Trik belanja cerdas anti menyesal dengan mematuhi anggaran / Foto: Freepik.com / Freepik
Anggaran bukan untuk membatasi, tapi melindungi. Dengan menetapkan batas belanja bulanan, kamu memberi ruang aman bagi kondisi finansialmu. Menurut Financial Planning Review (2021), individu yang memiliki anggaran belanja lebih jarang mengalami stres keuangan setelah berbelanja. Jadi, sebelum membuka aplikasi belanja, pastikan kamu sudah tahu batas yang aman untuk dirimu.
4. Jangan Terjebak Promo dan FOMO
Trik belanja cerdas anti menyesal dengan tidak terjebak fomo / Foto: Freepik.com / Freepik
Promo sering dirancang untuk menciptakan rasa takut ketinggalan atau fear of missing out (FOMO). Padahal, menurut Journal of Consumer Research (2018), FOMO membuat seseorang lebih rentan membeli barang yang tidak dibutuhkan. Ingat, diskon bukan berarti hemat jika barangnya tidak kamu perlukan. Belanja cerdas berarti kamu mengendalikan keputusan, bukan promo yang mengendalikanmu.
5. Evaluasi Perasaan Setelah Belanja
Trik belanja cerdas anti menyesal dengan evaluasi kembali perasaan setelah belanja / Foto: Freepik.com / Freepik
Biasakan mengevaluasi perasaanmu setelah membeli sesuatu. Apakah kamu merasa puas atau justru menyesal? Studi dalam Psychology & Marketing (2020) menunjukkan bahwa refleksi setelah belanja membantu membentuk kebiasaan konsumsi yang lebih sehat. Dengan mengenali pola belanjamu sendiri, kamu akan semakin terampil menerapkan trik belanja cerdas anti menyesal setelah checkout.
Belanja yang sehat bukan soal seberapa sering kamu membeli, tapi seberapa sadar kamu saat melakukannya. Ketika kamu mulai memahami kebutuhan, emosi, dan batasan diri sendiri, belanja tak lagi menjadi pelarian, melainkan keputusan yang menyenangkan dan bertanggung jawab. Dengan menerapkan trik belanja cerdas anti menyesal setelah checkout, kamu tetap bisa menikmati belanja tanpa dihantui rasa bersalah setelahnya.
***
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!