5 Trik Ketagihan Belajar Senikmat Doomscrolling di Medsos

Hanny A | Beautynesia
Selasa, 07 Apr 2026 20:00 WIB
1. Ubah Feed Medsos Jadi Media Belajar Seru
Ilustrasi belajar via HP / Foto: pexels.com/RDNE Stock project

Siapa di sini yang saat menatap buku cuma sepuluh menit terasa seperti sepuluh jam, tapi betah doomscrolling di medsos selama berjam-jam? Rasa bersalah karena kehilangan waktu akan selalu ada. Meski begitu, godaan menggulir layar HP tampaknya masih sulit hilang dan selalu lebih besar daripada membangun motivasi belajar. Kira-kira kenapa ya?

Bagi beberapa orang, belajar adalah beban kognitif yang melelahkan karena otak kita sudah terbiasa dengan "hadiah instan" berupa konten singkat yang memicu dopamin tanpa henti. Belajar sering terasa seperti sesuatu yang “hadiahnya” baru kelihatan nanti. Itu sebabnya penting sekali membangun kecintaan belajar yang pada kenyataan hampir tidak memberikan gratifikasi instan.

Menurut penelitian yang dikompilasi dari Authentic Happiness Coaching dari University of Pennsylvania, seseorang yang sudah mengembangkan kecintaan terhadap belajar cenderung punya kemampuan mengatur diri sendiri untuk terus belajar meski materi terasa menantang. Agar bisa punya adiksi dengan belajar, bagaimana kalau Beauties mencoba trik-trik sederhana berikut ini!

1. Ubah Feed Medsos Jadi Media Belajar Seru

Ilustrasi belajar via HP / Foto: pexels.com/RDNE Stock project

Tahu nggak kalau ternyata Beauties bisa atur interest atau algoritma konten di media sosial, khususnya di Instagram? Cara ini bisa 'mengarahkan' algoritma untuk menampilkan topik tertentu yang ingin kamu dalami. 

Untuk mengaturnya, klik garis tiga di sudut kanan atas pada halaman profil > cari “Content preference” > pilih “Your algorithm” > tambahkan tema-tema spesifik agar lebih sering mampir di beranda. Di sana pula, kamu punya pilihan untuk membatasi konten yang dirasa kurang relevan.

Selain cara di atas, kamu juga bisa unfollow atau mute akun yang dianggap kurang bermanfaat serta berpotensi memicu aktivitas doomscrolling tanpa henti dan mulailah mengikuti akun-akun bertema "edutainment" yang mengemas topik berat menjadi ringan.

2. Belajar Lewat Aplikasi yang Dirancang Seperti Game

Belajar bersama / Foto: pexels.com/Keira Burton

Salah satu alasan medsos begitu adiktif adalah karena ia menggunakan elemen game, seperti streak, poin, leaderboard, dan notifikasi pencapaian yang memuaskan saat kamu berhasil menyelesaikan pelajaran. Belajar yang kamu bayangkan mungkin belum ada elemen seru ini. Untuk membangun kesukaan terhadap belajar, Beauties bisa gunakan platform yang sudah menggabungkan kegiatan belajar sambil bermain game.

Ambil contoh Duolingo, aplikasi belajar bahasa yang dirancang menggunakan prinsip gamifikasi yang sama seperti game mobile. Coba juga platform seperti Khan Academy (ada poin dan lencana), Brilliant.org (matematika dan sains dalam format interaktif), atau Mimo (belajar coding seperti main game).

3. Belajar Lewat Konten Video Pendek

Mencatat / Foto: pexels.com/ANTONI SHKRABA production

Beauties bisa banget, lho belajar lewat konten-konten pendek di Instagram Reels, TikTok, maupun YouTube Shorts. Ada ribuan kreator yang menjelaskan topik kompleks, mulai dari sejarah, sains, ekonomi, filsafat, seni, bahkan politik dalam durasi sangat singkat dengan cara yang benar-benar menarik.

Coba mulai dengan mencari kreator edukasi di platform yang kamu pakai sehari-hari. Di YouTube bisa cari kanal seperti Kurzgesagt, Veritasium (versi pendeknya), atau kreator lokal seperti Kok Bisa? untuk belajar sains. Begitu juga di TikTok atau Reels yang sekarang sudah banyak kreator edukasi yang mampu mengemas informasi padat dalam durasi singkat. 

Agar ilmunya benar-benar terserap, coba tantang dirimu untuk tidak langsung scrolling sebelum videonya selesai. Setelah satu video tuntas, cari topik serupa sampai bahasannya benar-benar 'nempel' di otak. Teknik ini rasanya hampir mirip dengan doomscrolling yang biasa kita lakukan, tapi bedanya, kali ini kamu justru sedang membuka wawasan baru yang jauh lebih bermanfaat.

4. Temukan Alasan Pribadi yang Bikin Belajar Terasa Penting

Berbincang / Foto: pexels.com/Božo Gunjajević

Mengutip dari laman ICS Learn, pertanyaan terpenting dalam belajar bukan apa yang dipelajari, melainkan mengapa kamu ingin mempelajarinya, lalu menuliskan alasan itu di tempat yang sering kamu lihat sebagai pengingat.

Alasannya tidak harus yang muluk-muluk, bisa sesederhana ingin menjadi teman bicara yang asyik dan berwawasan untuk segala kalangan, atau agar bisa menjadi sosok yang diandalkan orang sekitar saat mereka butuh solusi. Motivasi yang spesifik dan personal seperti ini jauh lebih kuat dibandingkan ambisi abstrak seperti "supaya pintar" atau "ingin sukses".

5. Praktik Langsung

Membuat karya sambil belajar / Foto: pexels.com/Golboo Maghooli

Membaca atau menonton konten edukatif itu bagus. Tapi, ada satu hal yang membuat hasil belajar atau proses belajar itu sendiri benar-benar lengket di otak dan terasa lebih candu adalah dengan mempraktikkannya. 

Praktik langsung dapat menciptakan feedback loop. Kamu belajar, kamu coba, lalu kamu bisa lihat hasilnya dengan mata kepala sendiri. Putaran ini cukup mirip dengan mekanisme yang membuat medsos terasa memuaskan. Bedanya, yang ini meninggalkan sesuatu yang nyata, sedangkan doomscrolling hanya meninggalkan nikmat yang tak terlihat berupa kesenangan sesaat.

Di balik semua tips di atas, intinya, begitu kamu mulai mengubah cara belajar, otak secara perlahan membangun asosiasi dan kebiasaan baru. Yakinkan ke diri sendiri kalau belajar bisa menjadi sama nagihnya dengan bermain media sosial asalkan kamu berhasil menemukan ritme dan cara seru yang paling pas dengan gayamu sendiri.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.