6 Barang yang Sebaiknya Tidak Dibeli Impulsif "In This Economy", Biar Keuangan Tetap Aman!

Florence Febriani Susanto | Beautynesia
Rabu, 15 Jul 2026 11:30 WIB
Langganan Layanan Hiburan Terlalu Banyak
Langganan Layanan Hiburan/Foto: Magnific

Barang yang sebaiknya tidak dibeli impulsif semakin penting untuk diperhatikan, terutama ketika biaya hidup terus meningkat dan kebutuhan sehari-hari semakin beragam. Kebiasaan membeli sesuatu karena tergoda promo atau tren memang terasa menyenangkan, tetapi dampaknya bisa cukup besar bagi kondisi keuangan.

Hati-hati, Beauties, banyak pengeluaran kecil yang sebenarnya dapat dikurangi tanpa mengorbankan kenyamanan. Jadi, kalau kamu ingin mulai hidup lebih hemat, yuk, kenali beberapa barang berikut sebelum memutuskan membelinya secara spontan!

Ponsel Baru Setiap Tahun

Ponsel Baru/Foto: Magnific

Godaan membeli ponsel terbaru memang sulit ditolak, apalagi jika hadir dengan fitur yang lebih canggih. Namun, apakah ponsel lama benar-benar sudah tidak bisa digunakan atau hanya sekadar tergoda tren?

Harga ponsel flagship saat ini bisa mencapai Rp10-15 juta, sementara nilainya terus mengalami depresiasi atau penurunan nilai akibat pemakaian dan perkembangan teknologi. Bahkan, dalam satu tahun nilai jualnya dapat turun sekitar 30-40 persen. Jika mengganti ponsel setiap dua tahun, total pengeluaran selama 10 tahun bisa melebihi Rp60 juta.

Air Mineral Botol Setiap Hari

Air Mineral Botol/Foto: Magnific

Harga satu botol air mineral sekitar Rp5 ribu memang terlihat murah. Namun, jika dibeli setiap hari, total pengeluarannya menjadi jauh lebih besar daripada yang dibayangkan.

Perhitungannya cukup sederhana, yaitu sekitar Rp150 ribu setiap bulan atau sekitar Rp1,8 juta dalam setahun. Daripada terus membeli botol sekali pakai, kamu bisa membawa tumbler sendiri dan mengisi ulang dari rumah atau galon agar lebih hemat sekaligus ramah lingkungan.

Makan Siang di Luar Setiap Hari

Makan Siang/Foto: Magnific

Pernah menghitung berapa biaya makan siang selama satu bulan kerja? Jika rata-rata menghabiskan Rp50 ribu setiap hari selama 22 hari kerja, totalnya mencapai sekitar Rp1,1 juta setiap bulan.

Dalam setahun, angkanya bisa mendekati Rp13 juta. Karena itu, banyak orang mulai menerapkan meal prep, yaitu menyiapkan makanan untuk beberapa hari sekaligus. Cara ini tidak hanya menghemat waktu, tetapi juga mampu memangkas biaya makan hingga lebih dari 60 persen dibanding membeli makanan setiap hari.

Langganan Layanan Hiburan Terlalu Banyak

Langganan Layanan Hiburan/Foto: Magnific

Berbagai situs layanan streaming memang menawarkan hiburan yang menarik. Namun, tanpa disadari, biaya langganan bulanan dapat terus bertambah ketika semuanya aktif secara bersamaan.

Langganan digital merupakan sistem pembayaran berulang setiap bulan atau tahun untuk mengakses layanan tertentu. Jika memiliki empat hingga lima layanan sekaligus, total biayanya bisa mencapai Rp300 ribu-Rp500 ribu setiap bulan atau sekitar Rp6 juta per tahun. Sebaiknya gunakan satu atau dua layanan yang benar-benar sering dipakai, lalu hentikan langganan lainnya.

Suplemen yang Tidak Diperlukan

Suplemen/Foto: Magnific

Banyak orang membeli vitamin, kolagen, booster imun, atau minuman detoks hanya karena iklan atau promosi. Padahal, belum tentu semua produk tersebut benar-benar dibutuhkan tubuh setiap hari.

Pada umumnya, kebutuhan nutrisi dapat dipenuhi melalui tidur yang cukup, pola makan seimbang, dan aktivitas fisik yang rutin. Jika memang ingin mengonsumsi suplemen, sebaiknya lakukan berdasarkan rekomendasi dokter atau ahli gizi agar lebih tepat sasaran.

Aksesori Hewan Peliharaan Berlebihan

Aksesoris Hewan Peliharaan/Foto: Magnific

Memanjakan hewan peliharaan memang menyenangkan. Namun, membeli baju lucu, stroller, tempat makan premium, atau mainan mahal secara berlebihan sering kali lebih memenuhi keinginan pemilik daripada kebutuhan hewan.

Sebenarnya, kebutuhan utama hewan peliharaan cukup sederhana, yaitu makanan bergizi, tempat tinggal yang bersih, dan perawatan kesehatan yang rutin. Jika kebutuhan dasarnya sudah terpenuhi, kamu bisa mempertimbangkan aksesori tambahan tanpa harus membelinya secara impulsif.

Mengatur keuangan bukan berarti harus berhenti menikmati hidup. Sebaliknya, dengan mengurangi barang yang sebaiknya tidak dibeli impulsif, kamu justru memiliki kesempatan lebih besar untuk menabung, berinvestasi, atau memenuhi kebutuhan yang benar-benar penting.Yuk, mulai lebih bijak ya, Beauties!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.