6 Cara Membagi Gaji UMR untuk Penuhi Kebutuhan Sebulan, Jangan Sampai Ludes di Tengah Jalan

Justina Nur | Beautynesia
Selasa, 28 Apr 2026 06:00 WIB
6 Cara Membagi Gaji UMR untuk Penuhi Kebutuhan Sebulan, Jangan Sampai Ludes di Tengah Jalan
6 Cara Membagi Gaji UMR untuk Penuhi Kebutuhan Sebulan, Jangan Sampai Ludes di Tengah Jalan/ Foto: Freepik.com/frimufilms

Tanggal gajian tentu jadi waktu yang selalu dinanti oleh para karyawan atau pekerja. Namun, tidak sedikit karyawan yang hanya mendapatkan gaji mepet Upah Minimum Regional (UMR) yang membuat gaji seolah hanya numpang lewat di rekening.

Oleh karena itu, jika sekarang gajimu masih UMR, kamu perlu mengetahui strategi mengelolanya dengan tepat agar cukup untuk memenuhi kebutuhan selama sebulan, bahkan masih bisa menyisihkan tabungan.

Berikut metode atau strategi yang bisa kamu lakukan, seperti yang telah dirangkum dari dari Indeed dan Huntington.

Evaluasi Pengeluaran atau Kebutuhanmu Secara Menyeluruh

Evaluasi pengeluaran dan kebutuhan sebulan untuk mengetahui ke mana saja uangmu pergi dan pengeluaran apa yang perlu dikurangi./ Foto: Freepik.com/wirestock

Sebelum membagi pos-pos pengeluaran dari gajimu, kamu perlu mengetahui secara tepat berapa pemasukan dan pengeluaran kamu setiap bulan. Cara untuk melakukannya adalah dengan mencatat semua pengeluaran selama 30 hari, termasuk untuk keperluan yang terkesan receh sekalipun, misalnya untuk uang parkir.

Dengan cara ini, kamu bisa memahami ke mana saja uangmu pergi dan tahu pos pengeluaran apa saja yang perlu dikurangi. Kamu juga bisa menemukan kebiasaanmu yang cenderung boros seperti terlalu sering jajan atau membeli makan di luar padahal sebenarnya tidak mampu.

Gunakan Metode 50/30/20

Metode 50/30/20 cukup mudah dan sederhana dilakukan untuk merencanakan bagaimana mengatur keuangan./ Foto: Freepik.com/tirachardz

Metode 50/30/20 ini adalah salah satu strategi pengelolaan keuangan yang cukup populer dan mudah untuk diterapkan karena sederhana. Banyak orang yang memilih menggunakan metode ini sebagai alat untuk merencanakan bagaimana mengatur keuangan mereka.

Metode 50/30/20 akan membagi penghasilan setelah pajak (jika dikenai pajak) menjadi tiga bagian utama, yaitu 50% untuk kebutuhan utama, 20% untuk tujuan keuangan seperti menabung atau melunasi utang, dan 30% untuk hal-hal yang diinginkan.

Dengan cara ini, kamu bisa merencanakan penggunaan penghasilan dan membuat anggaran yang lebih mudah dan fleksibel untuk diterapkan. Berikut cara dan contoh mempraktikan metode 50/30/20 untuk membagi gaji UMR.

Alokasikan 50% dari Penghasilan untuk Kebutuhan Utama

Bagilah 50% dari jumlah penghasilan sebulan untuk memenuhi kebutuhan utama bulanan./ Foto: Freepik.com/tirachardz

Jika kamu telah menghitung total penghasilan, bagilah 50% dari jumlah penghasilan tersebut. 50% dari penghasilanmu ini bisa digunakan untuk kebutuhan utama bulanan.

Contoh pengeluaran kebutuhan bulanan seperti biaya tempat tinggal (menyewa kost, menyewa rumah, atau membayar cicilan rumah), membayar tagihan bulanan (tagihan listrik, air, internet, dan pulsa), kebutuhan makanan dan kebutuhan sehari-hari (toiletries atau perlengkapan mandi dan hygiene kit), biaya kesehatan, asuransi, perawatan anak, biaya untuk hewan peliharaan (makanan dan perlengkapannya) dan sebagainya.

Perlu diingat bahwa kebutuhan setiap orang tentu berbeda-beda, tergantung kondisi dan situasi masing-masing orang. Misalnya, jika penghasilanmu misalnya Rp5.000.000, maka 50% untuk alokasi dana untuk memenuhi kebutuhan bulananmu yaitu Rp2.500.000.

Tentukan 30% dari Penghasilan untuk Keinginan

30% dari penghasilan untuk biaya keinginan ini sebetulnya merupakan pengeluaran yang bersifat tidak wajib tapi bisa meningkatkan kualitas hidup./ Foto: Freepik.com/rawpixel.com

30% dari penghasilan untuk biaya keinginan ini sebetulnya merupakan pengeluaran yang bersifat tidak wajib tapi bisa meningkatkan kualitas hidup./ Foto: Freepik.com/rawpixel.com

30% dari penghasilan untuk biaya keinginan ini sebetulnya merupakan pengeluaran yang bersifat tidak wajib tapi bisa meningkatkan kualitas hidup. Kamu bisa menggunakan uang 30% dari penghasilan ini jika kondisi keuangan memungkinkan.

Hal yang termasuk keinginan seperti biaya untuk hobi (olahraga atau membuat kerajinan), hiburan seperti Netflix atau nonton di bioskop dan membeli buku, makan di luar atau hangout bareng teman, jalan-jalan atau liburan (termasuk biaya tiket, hotel, dan aktivitas lainnya).

Jika penghasilanmu Rp5.000.000, alokasi dana untuk keinginan ini sebesar Rp1.500.000.

Alokasikan 20% dari Penghasilan untuk Menabung atau Tujuan Keuangan 

Alokasikan 20% dari total penghasilan untuk menabung atau tujuan keuangan lainnya./ Foto: Freepik.com/fanjianhua

Kategori berikutnya adalah mengalokasikan 20% dari penghasilan untuk meraih tujuan keuangan. Beberapa contoh tujuan keuangan seperti menabung baik untuk membeli barang wishlist di masa depan atau membangun dana darurat.

Selain itu, 20% Dari penghasilan ini juga bisa untuk melunasi utang, investasi seperti saham atau reksa dana untuk persiapan masa depan, serta dana pensiun yang akan membantu kamu di masa tua.

Setiap orang tentu memiliki tujuan keuangan yang berbeda, jadi kamu bisa mengalokasikan 20% dari penghasilan ini menyesuaikan dengan kebutuhanmu. Jika gajimu Rp5.000.000, itu artinya 20% untuk tabungan ini senilai Rp1.000.000.

Lakukan Penyesuaian Alokasi Dana Secara Berkala

Lakukan penyesuaian alokasi dana secara berkala dengan rutin mengevaluasi./ Foto: Freepik.com/tirachardz

Lakukan penyesuaian alokasi dana secara berkala dengan selalu mengevaluasi apakah anggaran yang dibuat sudah sesuai dengan kebutuhan bulan ini./ Foto: Freepik.com/tirachardz

Mengikuti anggaran bulanan yang telah dibuat dengan metode 50/30/20 bisa membantu kamu mencapai tujuan keuangan. Namun, penting juga untuk selalu melakukan evaluasi apakah anggaran tersebut sudah sesuai.

Misalnya, ketika kamu merasa pengeluaran untuk kebutuhan terlalu besar setiap bulan, kamu bisa mencari cara untuk menguranginya. Selain itu, kamu juga bisa menyesuaikan persentase sesuai kondisimu setiap bulan yang tentu berbeda-beda.

Untuk lebih realistis, jika Rp2.500.000 masih kurang untuk memenuhi kebutuhan misalnya kosnya mahal atau transportasi yang mahal, kamu bisa mengaturnya lebih fleksibel dengan porsinya menjadi 60/20/20, atau tetap 50/30/20 tapi dengan menekan pengeluaran untuk bagian ‘keinginan’ yang senilai 30% dari penghasilan tersebut.

Itu Beauties, beberapa cara yang bisa kamu lakukan untuk membagi gaji UMR agar tetap bisa mencukupi kebutuhan selama sebulan. Selamat mencoba!

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE