6 Ciri Kepribadian Orang yang Suka Bepergian Naik Kereta

Gayuh Tri Pinjungwati | Beautynesia
Minggu, 26 Apr 2026 15:00 WIB
4. Lebih Sadar pada Lingkungan
Lebih Sadar pada Lingkungan/Foto: Pexels.com/ Ketut Subiyanto

Bepergian jauh menggunakan transportasi umum diminati bagi sebagian besar orang. Salah satu transportasi umum yang masih diminati untuk bepergian jarak jauh adalah kereta api. Transportasi satu ini memberikan pelayanan yang cukup nyaman bagi pengendaranya.

Di balik kecintaan dan kenyamanan naik kereta, memilih transportasi kereta api juga bisa mengungkap ciri kepribadianmu. Melansir dari Expert Editor, ada beberapa ciri kepribadian unik dari orang yang memilih naik kereta saat bepergian. Nah, mau tahu seperti apa ciri kepribadianmu? Yuk, simak selengkapnya di bawah ini.

1. Menghargai Setiap Perjalanan

Menghargai Setiap Perjalanan/Foto: Pexels.com/ zheng liang

Menariknya, orang yang suka naik kereta biasanya punya satu ciri kepribadian yang cukup khas: mereka menghargai perjalanan sama seperti tujuan. Bagi mereka, perjalanan bukan sekadar cara untuk sampai ke tempat yang dituju. Justru di sepanjang perjalanan itulah banyak momen kecil yang bisa dinikmati. Pemandangan sawah yang luas, rumah-rumah kecil di pinggir rel, atau langit senja yang terlihat dari balik jendela kereta bisa menjadi pengalaman yang berkesan.

Orang dengan karakter seperti ini biasanya tidak terlalu terburu-buru dalam menjalani hidup. Mereka paham bahwa setiap proses memiliki makna tersendiri. Sama seperti perjalanan kereta yang bergerak perlahan melewati berbagai kota, kehidupan juga memiliki fase-fase yang tidak perlu selalu dipercepat.

2. Memiliki Kebutuhan Kontrol yang Lebih Rendah

Memiliki Kebutuhan Kontrol yang Lebih Rendah/Foto: Pexels.com/ Thịnh Văn

Orang yang suka naik kereta sering memiliki satu ciri kepribadian yang cukup khas, yaitu kebutuhan kontrol yang lebih rendah. Sederhananya, mereka tidak merasa harus mengendalikan setiap detail perjalanan. Saat naik kereta, kita tidak mengemudi, tidak menentukan jalur, bahkan tidak bisa mempercepat atau memperlambat perjalanan. Semua sudah diatur oleh sistem. Kita hanya perlu duduk, menunggu, dan menikmati prosesnya.

Orang yang nyaman dengan situasi seperti ini biasanya lebih mudah melepas kendali. Mereka tidak terlalu stres ketika tidak memegang kendali penuh atas sesuatu. Sikap ini sering membuat mereka terlihat lebih santai dan fleksibel. Memiliki kemampuan untuk sesekali melepas kontrol justru bisa menjadi hal yang menyehatkan secara emosional.

3. Cenderung Memiliki Jiwa Sosial

Cenderung Memiliki Jiwa Sosial/Foto: Pexels.com/ Ketut Subiyanto

Perjalanan kereta berbeda dengan banyak jenis transportasi lain. Di dalam satu gerbong, kita duduk berdekatan dengan berbagai orang dari latar belakang yang berbeda. Ada yang sedang pulang kampung, ada yang pergi bekerja, ada juga yang sedang liburan. Situasi seperti ini secara alami membuka peluang untuk berinteraksi.

Orang yang menikmati perjalanan kereta biasanya tidak terlalu canggung berada di tengah suasana sosial seperti itu. Mereka cenderung nyaman berada di ruang publik yang ramai dan beragam.

Bagi Beauties yang sering bepergian sendiri atau bersama teman, naik kereta sering terasa lebih ramah. Kita bisa melihat banyak kehidupan di sekitar kita. Ada keluarga yang membawa anak kecil, ada mahasiswa yang sibuk dengan laptopnya, atau pasangan lansia yang menikmati perjalanan dengan santai.

Orang yang memiliki jiwa sosial biasanya mudah merasa terhubung dengan suasana seperti ini. Mereka tidak selalu harus berbicara panjang dengan orang lain, tapi mereka menikmati energi kebersamaan yang tercipta di dalam ruang yang sama.

4. Lebih Sadar pada Lingkungan

Lebih Sadar pada Lingkungan/Foto: Pexels.com/ Ketut Subiyanto

Banyak yang memilih kereta karena praktis, nyaman, atau lebih hemat. Namun, tanpa disadari, pilihan ini juga menunjukkan cara pandang yang lebih peduli terhadap dampak perjalanan terhadap lingkungan.

Kereta dikenal sebagai salah satu moda transportasi yang relatif lebih ramah lingkungan dibandingkan kendaraan pribadi atau perjalanan udara untuk jarak tertentu. Dalam satu perjalanan, kereta bisa membawa ratusan penumpang sekaligus. Artinya, jumlah bahan bakar yang digunakan per orang menjadi jauh lebih efisien.

Orang yang menyukai kereta biasanya juga menikmati konsep perjalanan yang lebih sederhana dan efisien seperti ini. Mereka tidak selalu merasa perlu menggunakan kendaraan pribadi untuk setiap perjalanan. Ada kesadaran bahwa berbagi ruang transportasi dengan banyak orang bisa menjadi pilihan yang lebih bijak.

5. Memiliki Toleransi yang Lebih Tinggi Terhadap Kesendirian dan Refleksi

Memiliki Toleransi yang Lebih Tinggi Terhadap Kesendirian dan Refleksi/Foto: Pexels.com/ tslui

Kesendirian dalam konteks ini bukan berarti merasa kesepian. Justru sebaliknya, mereka bisa merasa nyaman ketika memiliki waktu sendiri. Perjalanan kereta sering memberikan ruang untuk itu. Berjam-jam duduk di kursi tanpa harus menyetir atau terus berinteraksi membuat seseorang punya waktu untuk berpikir, merenung, atau sekadar menikmati ketenangan.

Dalam keseharian yang sibuk, kesempatan untuk benar-benar diam dan mendengarkan diri sendiri sering kali jarang terjadi. Orang yang nyaman dengan perjalanan kereta biasanya tidak merasa harus terus-menerus mencari distraksi. Mereka bisa menikmati waktu dengan cara sederhana. Ada yang membaca buku, mendengarkan musik, menulis catatan kecil di ponsel, atau hanya menatap keluar jendela sambil membiarkan pikiran berjalan ke mana saja.

Kemampuan menikmati kesendirian seperti ini sering berkaitan dengan tingkat refleksi diri yang cukup baik. Mereka terbiasa memikirkan banyak hal, mulai dari pengalaman yang baru saja terjadi, keputusan yang akan diambil, hingga mimpi atau rencana masa depan.

6. Fokus pada Pengalaman daripada Pencapaian

Fokus pada Pengalaman daripada Pencapaian/Foto: Pexels.com/ Keira Burton

Kereta adalah simbol perjalanan yang tidak terburu-buru. Dibandingkan pesawat yang cepat atau kendaraan pribadi yang serba praktis, perjalanan kereta memberi ruang untuk menikmati proses. Ada waktu untuk melihat sawah yang membentang, rumah-rumah kecil di pinggir rel, hingga langit senja yang perlahan berubah warna.

Orang yang menyukai perjalanan seperti ini biasanya punya cara pandang hidup yang sedikit berbeda. Mereka tidak selalu terpaku pada garis akhir atau hasil akhir. Bagi mereka, proses yang dilalui juga sama pentingnya. Cara pandang seperti ini bisa terasa menyegarkan. Tidak semua hal harus selalu tentang pencapaian besar. Kadang, pengalaman sederhana justru memberikan kebahagiaan yang lebih tulus.

Pada akhirnya, kesukaan terhadap kereta bukan hanya soal transportasi. Di baliknya, sering ada cara pandang hidup yang lebih santai, reflektif, dan menghargai pengalaman. Jadi kalau kamu termasuk orang yang selalu memilih kursi dekat jendela saat naik kereta dan menikmati perjalanan tanpa merasa terburu-buru, mungkin itu bukan sekadar kebiasaan. Bisa jadi itu juga bagian dari kepribadianmu yang tahu cara menikmati perjalanan hidup.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE