6 Ciri Kepribadian Orang yang Suka Mencari Validasi dari Orang Lain

Gayuh Tri Pinjungwati | Beautynesia
Jumat, 13 Feb 2026 13:15 WIB
6. Ketidakamanan Tentang Pendapat Sendiri
Ketidakamanan Tentang Pendapat Sendiri/Foto: Pexels.com/ Trường Nguyễn Thanh

Hampir semua orang pernah mencari validasi. Ingin dipuji, diakui, atau sekadar didengar adalah kebutuhan manusiawi. Tapi pada sebagian orang, validasi dari orang lain bukan lagi pelengkap, melainkan sumber utama rasa berharga. Tanpa pujian atau persetujuan, mereka mudah merasa ragu, tidak cukup, bahkan menyalahkan diri sendiri.

Orang yang suka mencari validasi biasanya sangat peduli pada penilaian sekitar. Mereka memperhatikan respons orang lain dengan detail, nada bicara, ekspresi wajah, sampai pesan yang tak kunjung dibalas. Hal-hal kecil bisa ditafsirkan berlebihan, seolah menjadi penentu apakah dirinya diterima atau tidak.

Nah, berikut adalah beberapa ciri kepribadian lain dari orang yang suka mencari validasi dari orang lain, seperti yang dilansir dari Our Mental Health. 

1. Terus Menerus Mencari Pujian

Terus Menerus Mencari Pujian/Foto: Pexels.com/ Badri Rai

Orang yang suka mencari validasi biasanya merasa lebih hidup saat diperhatikan. Pujian, komentar, atau sekadar respons cepat bisa membuat mereka merasa diterima. Tanpa itu, muncul rasa gelisah, cemas, bahkan takut diabaikan. Dalam keseharian, mereka cenderung terus mencari cara agar tetap terlihat, entah dengan bercerita berlebihan, menunjukkan kesedihan secara terbuka, atau selalu ingin menjadi pusat pembicaraan.

Salah satu ciri yang cukup menonjol adalah ketergantungan pada penilaian orang lain. Mereka sering ragu pada keputusan sendiri dan butuh persetujuan sebelum melangkah. Bahkan untuk hal kecil, seperti memilih baju atau mengambil keputusan sederhana, mereka merasa lebih tenang jika ada orang lain yang membenarkan. Di balik itu semua, sebenarnya tersimpan rasa takut salah dan takut tidak cukup baik.

Pada akhirnya, perilaku ini dapat menjadi siklus di mana kebutuhan akan validasi eksternal mengarah pada lebih banyak tindakan yang semata-mata bertujuan untuk mendapatkan pujian, yang dapat memengaruhi dinamika dan hubungan kerja mereka.

2. Sering Merendahkan Diri

Sering Merendahkan Diri/Foto: Pexels.com/ Min An

Orang yang terus-menerus mencari validasi sering kali menunjukkan perilaku merendahkan diri. Mereka secara teratur meremehkan diri sendiri, percaya bahwa dengan melakukan itu, mereka akan mengurangi dampak kritik potensial dari orang lain.

Perilaku ini bisa menjadi taktik halus untuk mendapatkan kepastian dan pujian. Mereka ingin orang lain menegaskan nilai dan bakat mereka, bahkan ketika mereka meremehkan kemampuan mereka sendiri. Contohnya termasuk membuat komentar negatif tentang penampilan, keterampilan, atau prestasi mereka. Ini dapat menciptakan siklus di mana kebutuhan akan validasi meningkat, didorong oleh pembicaraan negatif tentang diri mereka sendiri.

Mereka yang melakukan perilaku merendahkan diri mungkin meminta maaf terlebih dahulu atau meremehkan upaya mereka sendiri. Perilaku ini berasal dari rasa tidak aman dan kurangnya harga diri, yang mendorong mereka untuk terus-menerus mencari persetujuan eksternal.

3. Mengulang-ulang Prestasi Pribadi

Mengulang-ulang Prestasi Pribadi/Foto: Pexels.com/ Thasun Nguyễn

Individu yang mencari validasi sering kali mengulang-ulang, atau menyebutkan berulang kali, prestasi pribadi mereka. Perilaku ini berasal dari kebutuhan mendalam akan pengakuan dan penegasan dari orang lain. Dengan terus-menerus menceritakan prestasi, mereka bertujuan untuk mendapatkan persetujuan dan validasi dari figur untuk meningkatkan harga diri mereka.

Kecenderungan ini dapat diamati di berbagai lingkungan, termasuk tempat kerja dan pertemuan sosial. Mereka mungkin terus-menerus menyebutkan keberhasilan masa lalu selama percakapan, memastikan bahwa prestasi mereka tetap menjadi sorotan. Pengulangan prestasi berfungsi sebagai cara untuk memperkuat rasa harga diri mereka. Dalam beberapa kasus, individu-individu ini mungkin merasa tidak yakin tentang kemampuan mereka. Dengan mengingatkan orang lain tentang prestasi mereka sebelumnya.

4. Kesulitan Mengambil Keputusan Secara Mandiri

Kesulitan Mengambil Keputusan Secara Mandiri/Foto: Pexels.com/ Thắng Văn

Orang yang terus-menerus mencari validasi dari figur otoritas sering kali kesulitan mengambil keputusan sendiri. Mereka mungkin merasa tidak yakin dengan penilaian mereka sendiri dan terlalu bergantung pada pendapat orang lain. Pola ini dapat menciptakan siklus ketergantungan yang tak berujung, di mana mereka mencari orang lain untuk memvalidasi bahkan pilihan-pilihan kecil.

Individu seperti itu mungkin meminta konfirmasi untuk keputusan sehari-hari, seperti memilih makanan atau pakaian. Kebutuhan mereka akan kepastian dapat meluas ke pilihan hidup yang signifikan, mencerminkan ketakutan yang mendalam akan membuat keputusan yang salah.

Kurangnya kepercayaan diri membuat mereka ragu-ragu dan tidak tegas. Seiring waktu, perilaku ini dapat mengikis kepercayaan diri mereka dan memperkuat ketergantungan mereka pada validasi eksternal. Mendorong keputusan kecil dan mandiri dapat membantu mereka membangun kepercayaan diri pada kemampuan mereka dan mengurangi kebutuhan akan persetujuan terus-menerus.

Mendorong kemandirian sangat penting. Dengan menumbuhkan rasa percaya diri dan mendorong pilihan, mereka secara bertahap dapat percaya pada kemampuan mereka. Langkah ini sangat penting untuk memutus siklus mencari validasi dari orang lain.

5. Terus-menerus Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Terus-menerus Membandingkan Diri dengan Orang Lain/Foto: Pexels.com/ Hồng Thắng Lê

Orang yang terus-menerus mencari validasi sering kali mendapati diri mereka tanpa henti membandingkan pencapaian dan kemampuan mereka dengan orang lain. Perilaku ini berasal dari kebutuhan mendalam akan persetujuan eksternal untuk merasa aman tentang nilai diri mereka sendiri.

Individu-individu ini mungkin sering menilai kemajuan mereka sendiri berdasarkan keberhasilan atau kegagalan rekan-rekan mereka. Hal ini dapat menciptakan rasa tidak mampu dan rasa tidak aman.

Media sosial dapat memperburuk kecenderungan ini, karena menyediakan peluang untuk perbandingan. Mereka mungkin mengukur kehidupan mereka sendiri terhadap sorotan yang telah dikurasi dari orang lain, merasa direndahkan jika mereka merasa diri mereka kurang mampu.

Perbandingan terus-menerus ini mencegah mereka untuk menghargai kekuatan dan pencapaian unik mereka. Alih-alih fokus pada pertumbuhan pribadi mereka, mereka mungkin menjadi terpaku pada bagaimana mereka dibandingkan dengan orang-orang di sekitar mereka.

6. Ketidakamanan Tentang Pendapat Sendiri

Ketidakamanan Tentang Pendapat Sendiri/Foto: Pexels.com/ Trường Nguyễn Thanh

 Orang yang selalu mencari validasi sering menunjukkan ketidakamanan mengenai pendapat mereka sendiri. Mereka mungkin kesulitan untuk mempercayai penilaian mereka sendiri dan sering mengandalkan orang lain untuk penegasan. Kecenderungan ini dapat berasal dari pengalaman awal di mana pikiran dan perasaan mereka mungkin tidak divalidasi.

Individu-individu ini sering takut bahwa pendapat mereka salah atau tidak memadai. Akibatnya, mereka sering meragukan diri sendiri, mencari figur atau rekan untuk mengkonfirmasi bahwa sudut pandang mereka dapat diterima. Kebutuhan akan persetujuan eksternal ini dapat menjadi kebiasaan dalam menangani keputusan.

Ketika dihadapkan pada pilihan, orang yang tidak aman tentang pendapat mereka mungkin terus-menerus meminta masukan dari orang lain, bahkan untuk hal-hal kecil. Ketergantungan pada perspektif luar ini memperkuat keyakinan mereka bahwa pikiran mereka sendiri tidak cukup.

Dalam lingkungan sosial atau profesional, individu-individu ini mungkin ragu untuk menyuarakan pendapat mereka secara terbuka. Mereka takut akan kritik atau penolakan, yang memperkuat ketergantungan mereka pada validasi eksternal. Perilaku ini dapat menghambat kemampuan mereka untuk mengembangkan kepercayaan diri dalam perspektif mereka sendiri.

Belajar membangun validasi dari dalam diri adalah proses yang pelan tapi penting. Mulai dari mengenali kelebihan dan kekurangan secara jujur, berani membuat keputusan sendiri, serta memahami bahwa tidak semua orang harus menyukai kita. Saat nilai diri tidak lagi ditentukan oleh penilaian orang lain, hidup terasa lebih ringan.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE