6 Hal yang Wajib Diketahui Orangtua untuk Meminimalkan Dampak Perceraian pada Anak

Retno Anggraini | Beautynesia
Jumat, 23 Dec 2022 18:15 WIB
Dampak perceraian bagi anak-anak/Foto: Freepik.com/Drazen Zigic

Ketika pasangan yang sudah menikah memutuskan bercerai, dampak yang dirasakan tidak hanya kepada kedua belah pihak. Bagi pasangan yang memiliki anak, dampak perceraian juga bisa memengaruhi kehidupan mereka. Bahkan tak jarang, bisa menimbulkan trauma yang mereka bawa hingga beranjak dewasa.

Menurut Susan Moss, seorang pengacara yang bekerja di firma milik pribadi bernama Chemtob Moss Forman & Beyda, LLP, dan bekerja di bidang hukum keluarga dan matrimonial, ada hal-hal yang harus diketahui oleh setiap orangtua yang mengalami perceraian

Sebagai pengacara, Moss lebih sering bekerja dengan orang dewasa. Tapi terkadang, Moss ditunjuk oleh hakim untuk bertindak sebagai pengacara anak-anak, guna mewakili anak-anak yang terjebak di tengah perceraian orangtua mereka. Dilansir dari Insider, berikut hal yang wajib diketahui orangtua untuk meminimalkan dampak perceraian pada anak!

Suara Anak-anak Sangat Penting


Pentingnya mendengarkan suara anak-anak/Foto: Freepik.com

Sering kali ketika orang dewasa membahas masalah penyelesaian perceraian, mereka fokus pada apa yang diinginkan orangtua. Tapi, anak-anaklah yang harus bolak-balik antara dua rumah untuk mendapatkan kasih sayang dari orangtuanya. Jadi, mendengarkan pendapat anak-anak juga sangat penting.

Berpindah rumah setelah orangtuanya mengalami perceraian bisa mengganggu rutinitas belajar anak. Kekhawatiran ini mungkin tampak sepele bagi orang dewasa dan anak-anak terkadang memiliki tuntutan yang tidak masuk akal. Tapi, jika seorang anak mengungkapkan pendapat yang logis, orangtua berhutang kepada mereka untuk setidaknya mempertimbangkan pendapat sang anak.

Anak-anak Memberitahu Hal yang Berbeda


Anak-anak mengatakan hal berbeda/Foto: Freepik.com

Sering kali, anak-anak adalah orang yang menyenangkan, terutama dengan orang yang mereka cintai. Mereka mungkin memberi tahu ayahnya bahwa mereka ingin tinggal bersama, lalu berbalik dan memberitahu ibunya bahwa mereka tidak pernah ingin meninggalkan rumah. Anak-anak tidak berbohong ketika mereka mengatakan hal itu.

Jadi, jangan heran jika anak kamu mengatakan satu hal kepada kamu dan mantan pasangan mengatakan hal yang lain. Sebagai pengacara, Moss telah belajar untuk mengajukan pertanyaan setidaknya dalam tiga cara dengan pengaturan yang berbeda untuk memahami bagaimana perasaan seorang anak sebenarnya.

Jangan Menjelek-jelekkan Pasangan


Jangan menjelekkan mantan pasangan di depan anak/Foto: Freepik.com/Drazen Zigic

Perceraian memunculkan banyak emosi, terutama frustrasi dan amarah. Karena anak-anak sudah pasti terlibat, kamu mungkin tergoda untuk melampiaskan kemarahan dengan menjelek-jelekkan mantan pasangan. Tapi, tahan amarah kamu, jangan sampai kamu menjelek-jelekkan mantan pasangan di depan anak.

Mantan pasangan atau bahkan kamu sendiri mungkin bukan orangtua yang sempurna dan anak-anak tidak perlu mengetahui semua kegagalan kita sebagai orangtua. Sebaliknya, hormati peran penting mantan pasangan dalam kehidupan anak-anak.

(naq/naq)