6 Hal yang Wajib Diketahui Orangtua untuk Meminimalkan Dampak Perceraian pada Anak
Ketika pasangan yang sudah menikah memutuskan bercerai, dampak yang dirasakan tidak hanya kepada kedua belah pihak. Bagi pasangan yang memiliki anak, dampak perceraian juga bisa memengaruhi kehidupan mereka. Bahkan tak jarang, bisa menimbulkan trauma yang mereka bawa hingga beranjak dewasa.
Menurut Susan Moss, seorang pengacara yang bekerja di firma milik pribadi bernama Chemtob Moss Forman & Beyda, LLP, dan bekerja di bidang hukum keluarga dan matrimonial, ada hal-hal yang harus diketahui oleh setiap orangtua yang mengalami perceraian
Sebagai pengacara, Moss lebih sering bekerja dengan orang dewasa. Tapi terkadang, Moss ditunjuk oleh hakim untuk bertindak sebagai pengacara anak-anak, guna mewakili anak-anak yang terjebak di tengah perceraian orangtua mereka. Dilansir dari Insider, berikut hal yang wajib diketahui orangtua untuk meminimalkan dampak perceraian pada anak!
Suara Anak-anak Sangat Penting
![]() Pentingnya mendengarkan suara anak-anak/Foto: Freepik.com |
Sering kali ketika orang dewasa membahas masalah penyelesaian perceraian, mereka fokus pada apa yang diinginkan orangtua. Tapi, anak-anaklah yang harus bolak-balik antara dua rumah untuk mendapatkan kasih sayang dari orangtuanya. Jadi, mendengarkan pendapat anak-anak juga sangat penting.
Berpindah rumah setelah orangtuanya mengalami perceraian bisa mengganggu rutinitas belajar anak. Kekhawatiran ini mungkin tampak sepele bagi orang dewasa dan anak-anak terkadang memiliki tuntutan yang tidak masuk akal. Tapi, jika seorang anak mengungkapkan pendapat yang logis, orangtua berhutang kepada mereka untuk setidaknya mempertimbangkan pendapat sang anak.
Anak-anak Memberitahu Hal yang Berbeda
![]() Anak-anak mengatakan hal berbeda/Foto: Freepik.com |
Sering kali, anak-anak adalah orang yang menyenangkan, terutama dengan orang yang mereka cintai. Mereka mungkin memberi tahu ayahnya bahwa mereka ingin tinggal bersama, lalu berbalik dan memberitahu ibunya bahwa mereka tidak pernah ingin meninggalkan rumah. Anak-anak tidak berbohong ketika mereka mengatakan hal itu.
Jadi, jangan heran jika anak kamu mengatakan satu hal kepada kamu dan mantan pasangan mengatakan hal yang lain. Sebagai pengacara, Moss telah belajar untuk mengajukan pertanyaan setidaknya dalam tiga cara dengan pengaturan yang berbeda untuk memahami bagaimana perasaan seorang anak sebenarnya.
Jangan Menjelek-jelekkan Pasangan
![]() Jangan menjelekkan mantan pasangan di depan anak/Foto: Freepik.com/Drazen Zigic |
Perceraian memunculkan banyak emosi, terutama frustrasi dan amarah. Karena anak-anak sudah pasti terlibat, kamu mungkin tergoda untuk melampiaskan kemarahan dengan menjelek-jelekkan mantan pasangan. Tapi, tahan amarah kamu, jangan sampai kamu menjelek-jelekkan mantan pasangan di depan anak.
Mantan pasangan atau bahkan kamu sendiri mungkin bukan orangtua yang sempurna dan anak-anak tidak perlu mengetahui semua kegagalan kita sebagai orangtua. Sebaliknya, hormati peran penting mantan pasangan dalam kehidupan anak-anak.
Terkadang Perubahan Hak Asuh Diperlukan
Dampak perceraian bagi anak-anak/Foto: Freepik.com/senivpetro
Selalu Ikuti Arus Kehidupan
![]() Selalu ikuti perubahan/Foto: Freepik.com/pressfoto |
Saat anak-anak tumbuh dan kebutuhan mereka berubah, pengaturan hak asuh pun juga harus disesuaikan. Moss selalu memberitahu kliennya bahwa penting untuk mengikuti arus kehidupan.
Evaluasi kembali pengaturan hak asuh setelah ada perubahan besar bagi diri kamu, mantan pasangan, atau anak kamu. Paling tidak, awal sekolah menengah pertama atau sekolah menengah atas menawarkan periode penyesuaian yang penting.
Pertahankan Satu Tujuan yang Sama
![]() Mempertahankan tujuan yang sama untuk anak/Foto: Freepik.com/senivpetro |
Moss sering mendapatkan pertanyaan dari kliennya tentang jadwal asuh seperti apa yang terbaik untuk anak-anak. Menurut Moss, yang penting adalah bahwa orangtua memiliki satu tujuan yang sama.
Jika orangtua menunjukkan pertengkaran, anak-anak akan merasakan dampak negatif dari perceraian tersebut. Namun, ketika orangtua menunjukkan saling dukung satu sama lain, anak-anak akan merasa jauh lebih baik.
Jika Salah Satu Pihak Mendapatkan Semua yang Diinginkan, Ada yang Tidak Beres
![]() Melihat sudut pandang banyak pihak/Foto: Freepik.com/Drazen Zigic |
Dalam perceraian, orangtua seringkali harus memahami tentang pengasuhan bersama. Ketika Moss bertanya kepada kliennya, 9 dari 10 klien akan menjawab, "Saya sangat berharap pasangan saya melihat apa yang saya lakukan." Tapi, ada satu hal yang harus diperhatikan.
Orangtua harus menyadari bahwa pihak lain memiliki sudut pandang, dan sudut pandang mereka biasanya tidak 100 persen salah, perlu ada kompromi yang menengahi. Jika salah satu pihak mendapatkan semua yang diinginkan, sering kali itu bukan demi kepentingan terbaik anak.
Meski terkadang perceraian adalah jalan terbaik, perlu diketahui bahwa perceraian akan membuat anak kehilangan rasa percaya diri. Dampak lainnya, mereka mungkin tidak lagi memiliki semangat dalam menjalani kehidupan dan mereka akan berkembang menjadi pribadi yang paranoid.
***
Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!





