6 Jenis Pekerjaan yang Mulai Ditinggalkan Gen Z, Ini Alasannya

Retno Anggraini | Beautynesia
Rabu, 25 Mar 2026 16:30 WIB
5. Akuntan dan Auditor
Gen Z meninggalkan pekerjaan akuntan karena tekanan kerja tinggi/Foto: Freepik.com/jcomp

Dunia kerja sedang mengalami pergeseran besar dan salah satu aktor utamanya adalah Gen Z. Generasi yang lahir di era digital ini punya cara pandang yang cukup berbeda soal karier, mulai dari fleksibilitas waktu sampai makna pekerjaan itu sendiri. Tidak heran kalau banyak jenis pekerjaan yang dulunya dianggap stabil, sekarang mulai ditinggalkan oleh Gen Z.

Sebuah laporan dari Business Money menemukan bahwa 74 persen pekerja Gen Z menginginkan lebih banyak kesempatan kerja remote. Angka ini menunjukkan bahwa fleksibilitas jadi prioritas utama, bahkan mengalahkan faktor gaji atau status pekerjaan. Melansir The Queen Zone, yuk, cari tahu sektor apa saja yang perlahan mulai ditinggalkan oleh generasi ini!

1. Pabrik dan Manufaktur

Pekerjaan pabrik dan manufaktur ditinggalkan Gen Z karena kurang fleksibel, monoton, dan tidak sesuai dengan gaya kerja modern yang diinginkan.
Gen Z meninggalkan pekerjaan manufaktur karena minim fleksibilitas/Foto: Freepik.com/aleksandarlittlewolf

Industri manufaktur kini menghadapi tantangan besar dalam menarik minat bakat-bakat muda. Pekerjaan di pabrik yang identik dengan sistem shift yang ketat, lingkungan kerja yang bising, serta tugas repetitif dianggap kurang memberikan ruang untuk kreativitas dan aktualisasi diri.

Bagi Gen Z, menghabiskan waktu berjam-jam di lini produksi tanpa adanya koneksi dengan teknologi terkini terasa seperti langkah mundur. Ketidakinginan untuk terikat pada lokasi fisik yang statis membuat sektor manufaktur harus memutar otak jika tidak ingin kehabisan tenaga kerja muda di masa depan.

2. Ritel

Gen Z meninggalkan pekerjaan ritel dan beralih ke dunia digital/Foto: Freepik.com/drobotdean

Bekerja di sektor ritel atau toko fisik kini bukan lagi pilihan utama bagi anak muda yang mengincar kenyamanan karier jangka panjang. Pekerjaan ini sering kali menuntut fisik yang prima untuk berdiri lama dan menghadapi pelanggan secara langsung dengan jadwal yang tidak menentu.

Selain itu, Gen Z melihat bahwa masa depan perdagangan sudah berpindah ke ranah e-commerce dan digital marketing. Menjaga toko fisik dianggap kurang relevan dengan keahlian digital yang dimiliki generasi ini.

3. Teller Bank

Teller bank mulai ditinggalkan Gen Z karena kurang fleksibel dan kalah menarik dibanding startup atau pekerjaan freelance.
Gen Z meninggalkan pekerjaan teller bank karena kurang fleksibel/Foto: Freepik.com/senivpetro

Pekerjaan sebagai teller bank yang dulu dianggap sangat prestisius kini perlahan mulai memudar pesonanya di mata Gen Z. Menurut Yahoo Finance, Gen Z meninggalkan sektor perbankan dengan alasan lebih memilih perusahaan rintisan, keinginan untuk bekerja mandiri atau karier freelance, serta permintaan akan fleksibilitas yang lebih besar, termasuk kerja jarak jauh.

Selain faktor fleksibilitas, digitalisasi perbankan yang semakin canggih membuat peran teller manusia terasa mulai tergantikan oleh mesin dan aplikasi. Gen Z menyadari bahwa masa depan finansial ada pada fintech dan aset digital, sehingga generasi ini lebih memilih membangun karier di sana.

4. Agen Perjalanan

Agen perjalanan ditinggalkan Gen Z karena tergantikan teknologi dan perubahan cara orang merencanakan perjalanan.
Gen Z meninggalkan pekerjaan agen perjalanan karena era digital/Foto: Freepik.com/Freepik

Dulu, menjadi agen perjalanan adalah profesi yang keren karena bisa membantu orang merencanakan liburan impian. Namun, bagi Gen Z yang tumbuh besar dengan akses informasi di ujung jari, pekerjaan ini terasa kurang menantang secara intelektual.

Banyak Gen Z yang lebih suka menjadi travel blogger atau content creator perjalanan daripada menjadi agen yang hanya mengurus administrasi tiket dan hotel. Kurangnya sentuhan kreativitas dalam operasional harian agen perjalanan konvensional membuat profesi ini semakin jarang dilirik oleh anak muda zaman sekarang.

5. Akuntan dan Auditor

Gen Z meninggalkan pekerjaan akuntan karena tekanan kerja tinggi/Foto: Freepik.com/jcomp

Meskipun memiliki penghasilan yang stabil, profesi akuntan dan auditor mulai mengalami penurunan minat dari kalangan Gen Z. Jam kerja yang ekstrem, terutama saat musim audit atau tutup buku, dianggap merusak work-life balance yang sangat dijunjung tinggi oleh generasi ini.

Anak muda melihat bahwa kecerdasan buatan kini sudah mampu menangani banyak tugas pembukuan dasar. Oleh karena itu, Gen Z lebih tertarik pada bidang analisis data atau konsultasi strategi yang lebih mengandalkan pemikiran kritis daripada sekadar audit angka secara manual.

6. Telemarketing

Telemarketing ditinggalkan Gen Z karena tekanan mental tinggi dan tergantikan pemasaran digital yang lebih kreatif.
Gen Z meninggalkan pekerjaan telemarketing karena tekanan mental/Foto: Freepik.com/DC Studio

Aktivitas melakukan panggilan dingin atau cold calling kepada orang asing sepanjang hari dianggap sangat menguras energi mental dan kurang memberikan makna. Gen Z lebih menyukai komunikasi yang bersifat asinkron dan berbasis teks daripada harus melakukan interupsi telepon yang sering kali dianggap mengganggu privasi orang lain.

Generasi ini lebih mahir dalam strategi digital marketing yang berbasis data dan konten kreatif daripada teknik penjualan langsung lewat telepon. Itulah sebabnya, mencari anak muda yang mau bertahan lama di posisi telemarketing menjadi tantangan tersendiri bagi banyak perusahaan saat ini.

Perubahan tren karier yang didorong oleh Gen Z ini sebenarnya menjadi pengingat bagi para pemberi kerja untuk mulai beradaptasi dengan zaman. Generasi ini bukan generasi yang malas, melainkan generasi yang lebih kritis dalam memandang nilai sebuah pekerjaan dan efektivitas waktu. Setelah melihat daftar di atas, apakah kamu termasuk yang ingin pindah haluan atau justru punya pandangan berbeda mengenai masa depan karier kamu, Beauties?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE