6 Kebiasaan yang Bisa Menjadi Tanda Self-Esteem Kamu Sedang Rendah

Kyla Putri Nathania | Beautynesia
Selasa, 07 Jul 2026 09:15 WIB
Terlalu Sering Merendahkan Diri Sendiri
Kebiasaan merendahkan diri sendiri sering muncul pada orang dengan self-esteem rendah. Menurut psikologi, cara seseorang berbicara tentang dirinya dapat mempengaruhi kondisi mental dan emosionalnya./ Foto: magnific.com

Setiap orang pasti pernah merasa kurang percaya diri dalam situasi tertentu. Namun, ketika perasaan tersebut terjadi terus-menerus dan memengaruhi cara berpikir maupun bertindak, bisa jadi itu merupakan tanda self-esteem atau harga diri yang rendah.

Seseorang yang memiliki self-esteem rendah sering kali melakukan kebiasaan tertentu tanpa menyadarinya, Beauties. Kebiasaan tersebut muncul sebagai bentuk mekanisme pertahanan diri, tetapi dalam jangka panjang justru dapat menghambat pertumbuhan pribadi dan kebahagiaan mereka.

Menariknya, banyak dari kebiasaan ini terlihat normal dalam kehidupan sehari-hari sehingga sering tidak disadari sebagai masalah yang perlu diperhatikan. Jika dilakukan terus-menerus, kebiasaan berikut bisa menjadi sinyal bahwa seseorang sedang berjuang dengan rasa percaya diri yang rendah.

Terlalu Sering Merendahkan Diri Sendiri

Kebiasaan merendahkan diri sendiri sering muncul pada orang dengan self-esteem rendah. Menurut psikologi, cara seseorang berbicara tentang dirinya dapat mempengaruhi kondisi mental dan emosionalnya./ Foto: magnific.com

Kebiasaan merendahkan diri sendiri sering muncul pada orang dengan self-esteem rendah. Menurut psikologi, cara seseorang berbicara tentang dirinya dapat mempengaruhi kondisi mental dan emosionalnya./ Foto: magnific.com

Orang yang memiliki self-esteem rendah sering menganggap dirinya tidak cukup baik. Akibatnya, mereka kerap melontarkan komentar negatif tentang diri sendiri, baik dalam bentuk candaan maupun pernyataan serius.

Padahal, menurut profesor psikologi Jeffrey S. Nevid, kata-kata yang kita gunakan memiliki dampak psikologis yang kuat karena manusia berpikir melalui bahasa. Semakin sering seseorang melabeli dirinya secara negatif, semakin kuat keyakinan tersebut tertanam dalam pikirannya. Karena itu, penting untuk mulai memperhatikan cara berbicara kepada diri sendiri setiap hari.

Terlalu Sering Meminta Maaf

Meminta maaf adalah hal baik, tetapi melakukannya secara berlebihan bisa menjadi tanda self-esteem rendah. Kebiasaan ini sering muncul karena rasa takut ditolak atau ditinggalkan oleh orang lain./ Foto: magnific.com

Meminta maaf adalah hal baik, tetapi melakukannya secara berlebihan bisa menjadi tanda self-esteem rendah. Kebiasaan ini sering muncul karena rasa takut ditolak atau ditinggalkan oleh orang lain./ Foto: magnific.com

Pernah merasa perlu meminta maaf meski sebenarnya tidak melakukan kesalahan, Beauties?

Orang dengan self-esteem rendah sering merasa bertanggung jawab atas kenyamanan semua orang di sekitarnya. Mereka khawatir jika tidak bersikap "sempurna", orang lain akan menjauh atau meninggalkan mereka.

Melansir CNBC, meskipun bertanggung jawab adalah sikap positif, terlalu sering meminta maaf justru dapat membuat seseorang kehilangan kepercayaan diri dan mengurangi nilai dari permintaan maaf itu sendiri.

Sulit Menerima Pujian

Banyak orang dengan self-esteem rendah merasa tidak nyaman saat menerima pujian. Mereka cenderung meragukan apresiasi yang diberikan orang lain kepada dirinya./ Foto: magnific.com

Banyak orang dengan self-esteem rendah merasa tidak nyaman saat menerima pujian. Mereka cenderung meragukan apresiasi yang diberikan orang lain kepada dirinya./ Foto: magnific.com

Ketika mendapat pujian, sebagian orang langsung mengucapkan terima kasih. Namun bagi mereka yang memiliki self-esteem rendah, menerima pujian bisa terasa sangat sulit.

Mereka sering menganggap pujian tersebut tidak tulus atau merasa dirinya memang tidak layak mendapatkannya. Menurut psikoterapis Myron Nelson, kesulitan menerima pujian dapat dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari rendahnya harga diri, pengalaman masa lalu, depresi, hingga pola pengasuhan saat kecil. Akibatnya, mereka lebih memilih mengabaikan atau bahkan menyangkal apresiasi yang diberikan orang lain.

Mengorbankan Batasan Diri Demi Menyenangkan Orang Lain

Menyenangkan orang lain memang tidak salah, tetapi mengabaikan kebutuhan diri sendiri bisa berdampak buruk. Orang dengan self-esteem rendah sering kesulitan mempertahankan batasan pribadi yang sehat./ Foto: magnific.com

Menyenangkan orang lain memang tidak salah, tetapi mengabaikan kebutuhan diri sendiri bisa berdampak buruk. Orang dengan self-esteem rendah sering kesulitan mempertahankan batasan pribadi yang sehat./ Foto: magnific.com

Batasan atau boundaries membantu seseorang menjaga kesehatan mental dan emosionalnya. Namun, orang yang kurang percaya diri sering kali mengesampingkan kebutuhan mereka sendiri demi membuat orang lain bahagia. 

Mereka takut dianggap egois atau ditinggalkan jika berani mengatakan "tidak". Padahal, terus-menerus mengorbankan diri demi orang lain dapat menyebabkan kelelahan emosional dan membuat hubungan menjadi tidak seimbang.

Menolak Kesempatan Baik Karena Merasa Tidak Layak

Merasa tidak cukup baik sering membuat seseorang melewatkan peluang besar dalam hidup. Kebiasaan ini dapat memperkuat rasa tidak percaya diri yang sudah ada sebelumnya./ Foto: magnific.com

Merasa tidak cukup baik sering membuat seseorang melewatkan peluang besar dalam hidup. Kebiasaan ini dapat memperkuat rasa tidak percaya diri yang sudah ada sebelumnya./ Foto: magnific.com

Promosi pekerjaan, kesempatan belajar, atau pengalaman baru sering kali datang kepada orang yang sebenarnya memiliki kemampuan besar. Sayangnya, orang dengan self-esteem rendah kerap menolak peluang tersebut karena merasa tidak mampu memenuhi ekspektasi orang lain.

Mereka terus meragukan kemampuan diri sendiri meskipun orang lain melihat potensi yang besar dalam diri mereka. Akibatnya, mereka kehilangan kesempatan untuk berkembang dan membuktikan kemampuan yang sebenarnya dimiliki.

Terus-Menerus Mencari Validasi dari Orang Lain

Kebutuhan akan validasi eksternal yang berlebihan dapat menjadi tanda self-esteem rendah. Menurut ahli, kebiasaan ini dapat berdampak pada kesehatan mental dalam jangka panjang./ Foto: magnific.com

Kebutuhan akan validasi eksternal yang berlebihan dapat menjadi tanda self-esteem rendah. Menurut ahli, kebiasaan ini dapat berdampak pada kesehatan mental dalam jangka panjang./ Foto: magnific.com

Salah satu tanda paling umum dari self-esteem rendah adalah kebutuhan untuk terus mendapatkan pengakuan dari orang lain. Mereka sering bertanya apakah keputusan yang diambil sudah benar, mencari pujian, atau merasa tenang hanya ketika mendapat persetujuan dari lingkungan sekitar.

Menurut psikoterapis Sherry Gaba, ketergantungan terhadap validasi eksternal, baik di media sosial maupun kehidupan nyata, dapat memicu kecemasan, depresi, dan semakin menurunkan rasa percaya diri seseorang. Karena itu, belajar menghargai diri sendiri tanpa selalu bergantung pada penilaian orang lain menjadi langkah penting untuk membangun self-esteem yang lebih sehat.

Dari keenam kebiasaan di atas, adakah yang pernah atau masih sering kamu lakukan tanpa disadari, Beauties?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(dmh/dmh)

RELATED ARTICLE