6 Tradisi Tahun Baru Islam di Indonesia, dari Pawai Obor hingga Santap Makanan Khas!

Phanie Siti Fauziah | Beautynesia
Selasa, 18 Jul 2023 17:30 WIB
6 Tradisi Tahun Baru Islam di Indonesia, dari Pawai Obor hingga Santap Makanan Khas!
Deretan tradisi Tahun Baru Islam/Foto: Pinterest/Nina Rivana

Tahun baru Islam 1445 H merupakan momen penting sehingga dirayakan dengan meriah, berbagai daerah memiliki tradisi perayaan yang khas dan meriah. Tradisi ini merupakan bentuk syukur penuh suka cita yang memiliki makna dan harapan di tahun yang akan datang membawa keberkahan.

Bulan Muharram merupakan bulan pertama di dalam kelender Hijriyah. Dilansir dari detikhikmah, terdapat banyak dalil yang menjelaskan keutamaan pada bulan Muharram. Salah satunya disebutkan dalam firman Allah SWT dalam Al-Qur'an surat At Taubah ayat 36:

Artinya: "Sesungguhnya jumlah bulan menurut Allah itu ada dua belas bulan, (sebagaimana) dalam ketetapan Allah pada waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menzalimi dirimu dalam (bulan yang empat) itu, dan perangilah kaum musyrikin semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya. Dan ketahuilah bahwa Allah beserta orang-orang yang takwa."

Tradisi Tahun Baru Islam di Indonesia

Deretan tradisi Tahun Baru Islam/Foto: Pinterest/cookmeindonesian.com

Ada banyak tradisi dalam memeriahkan tahun baru Islam di Indonesia, adapun tradisi yang kerap dilakukan di Indonesia, antara lain.

1. Pawai Obor

Pernah melihat arak-arakan pawai obor? Nah, di malam tahun baru Islam umat muslim biasanya merayakannya dengan melakukan pawai obor. Biasanya, masyarakat dari berbagai kalangan dengan kompaknya berpakaian muslim sambil berpawai memegang obor.

Umumnya, tradisi ini dilakukan keliling desa atau kampung untuk merayakan tahun baru hijriyah. Tak hanya itu, masyarakat melantunkan solawat serta pujian kepada Rasulullah SAW sambil berpawai memegang obor.

2. Bubur Suro

Tradisi Tahun Baru Islam
Bubur Satu Suro/Pinterest/cookmeindonesian.com

Pernah mendengar istilah malam satu suro? Malam ini merupakan malam 1 Muharram atau tahun baru Islam. Biasanya masyarakat Jawa Barat dan beberapa daerah di Jawa Tengah menyambut Tahun Baru Islam dengan menggelar Upacara Bubur Suro.

Secara bergotong royong masyarakat menyiapkan bubur merah dan bubur putih. Kemudian kedua bubur ini disajikan secara terpisah, lalu dibawa ke masjid untuk disantap bersama-sama. Makna yang bisa kita dapat dari tradisi bubur suro ini adalah untuk menjalin dan mempererat tali silaturahmi.

3. Kirab Kebo Bule

Tradisi Tahun Baru Islam Kirab Kebo Bule
Tradisi Tahun Baru Islam Kirab Kebo Bule/CNN/ANTARA FOTO/Maulana Surya

 Beberapa daerah di Jawa menggelar tradisi 1 Suro, termasuk di Solo. Tercetusnya tradisi 1 suro di Jawa berawal dari Sultan Agung yang menyebarkan agama Islam melalui ajaran dengan tradisi Jawa. Setiap malam 1 Suro di Keraton Surakarta, Solo, Jawa Tengah akan digelar kirab kebo bule yang menjaga pusaka milik Kiai Slamet, tradisi ini juga dikenal dengan nama Kirab Muharram.

4. Tapa Bisu

Tradisi Tahun Baru Islam Tapa Bisu
Tradisi Tahun Baru Islam Tapa Bisu/Pinterest/Tania

Lain halnya dengan perayaan tahun baru Islam di Solo, untuk masyarakat Yogyakarta memiliki tradisi Tapa Bisu yang digelar pada 1 Muharram dalam perayaan penting umat muslim ini. Tradisi ini merupakan ritual keliling benteng keraton.

Dinamakan tapa bisu karena tradisi ini dilakukan tanpa mengeluarkan sepatah kata pun saat mengelilingi benteng keraton kira-kira sejauh 7 Km. Ritual dalam radisi ini digagas oleh paguyuban abdi dalem keprajan keraton Yogyakarta. Ritual ini dimulai dari halaman Keben dan melewati beberapa ruas jalan di Yogyakarta.

5. Sedekah Merapi

Tradisi unik sedekah Merapi dilakukan dengan melarung kepala kerbau di wilayah puncak gunung yang digelar oleh warga Desa Lencoh, Kecamatan Selo, Boyolali, Jawa Tengah.

Biasanya, masyarakat mengarak kepala kerbau dan berbagai hasil bumi. Puncak dari tradisi  ini adalah dengan makan hingga berdoa bersama agar di tahun baru ini mendapat keberkahan dari Allah SWT.

6. Tabuik

Tradisi Tahun Baru Islam Tabuik
Tradisi Tahun Baru Islam Tabuik/Pinterest/Widya

Masyarakat Pariaman, Sumatera Barat menyambut Tahun Baru Islam dengan menggelar upacara yang dikenal dengan sebutan Tabuik atau Tabut.

Tradisi ini juga sebagai bentuk memperingati hari Asyura pada 10 Muharram, yang mana dilakukan untuk mengenang gugurnya Imam Husain yang tidak lain merupakan cucu dari Nabi Muhammad SAW.

Mengutip CNN Indonesia, tradisi serupa juga terdapat di Bengkulu yang dikenal dengan tradisi Tabot. Tabuik diambil dari bahasa Arab yang berarti peti kayu.

Tradisi ini dilakukan dengan serangkaian pembuatan tabuik dari 1 Muharram hingga 10 Muharram. Tepat pada 10 Muharram, tabuik akan diarak bersama masyarakat dan dibuang ke laut.

Dari keenam perayaan Tahun Baru Islam di atas, kira-kira tradisi mana nih yang ada di daerah kamu? Tradisi apapun yang digelar, yang penting kita memahami makna dari tahun baru ini untuk selalu istiqomah beribadah, menjalin silaturahmi, dan berdoa untuk keberkahan di tahun mendatang!

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE