7 Barang yang Tidak Boleh Disimpan di Mobil, Cek Sekarang!

Kyla Putri Nathania | Beautynesia
Rabu, 09 Sep 2026 20:30 WIB
5. Bahan Makanan dan Belanjaan
Bahan makanan yang mudah rusak tidak boleh terlalu lama ditinggalkan di dalam mobil. Menurut USDA, makanan yang mudah rusak sebaiknya segera didinginkan untuk mencegah pertumbuhan bakteri./ Foto: magnific.com

Tanpa disadari, mobil sering berubah menjadi tempat penyimpanan berjalan. Mudah diakses dan memiliki ruang yang cukup luas, kita mungkin tergoda meninggalkan berbagai barang di dalamnya, baik setelah berbelanja, bekerja, maupun bepergian.

Padahal, kebiasaan tersebut tidak selalu aman, Beauties. Suhu di dalam mobil dapat meningkat drastis ketika kendaraan terparkir di bawah sinar matahari. Selain berpotensi merusak barang, beberapa benda bahkan dapat menimbulkan risiko kesehatan, keamanan, hingga keselamatan.

Menurut Eva Velasquez, CEO Identity Theft Resource Center yang dilansir dari Reader’s Digest, menjelaskan bahwa kelalaian kecil seperti meninggalkan barang tertentu di kendaraan dapat membuka risiko keamanan. Lantas, apa saja barang yang sebaiknya tidak disimpan di mobil? Berikut beberapa di antaranya.

1. Botol Air Plastik

Botol air plastik sebaiknya tidak ditinggalkan di dalam mobil yang panas dalam waktu lama. Suhu tinggi dapat mempengaruhi material plastik dan kualitas air di dalamnya./ Foto: magnific.com/pereslavtseva

Botol air plastik sebaiknya tidak ditinggalkan di dalam mobil yang panas dalam waktu lama. Suhu tinggi dapat mempengaruhi material plastik dan kualitas air di dalamnya./ Foto: magnific.com/pereslavtseva

Membawa persediaan air memang merupakan kebiasaan baik, tetapi menyimpan banyak botol plastik di mobil bukan pilihan ideal. Menurut penelitian yang diterbitkan pada 2014, paparan panas dapat menyebabkan material plastik terurai dan memungkinkan zat kimia tertentu berpindah ke dalam air.

Selain itu, air yang menjadi panas tentu tidak lagi terasa menyegarkan. Sebagai alternatif, gunakan botol minum yang dapat digunakan kembali dan dirancang untuk menjaga suhu minuman tetap dingin.

2. Perangkat Elektronik

Laptop, ponsel, dan flash drive mengandung informasi penting yang dapat menjadi sasaran pencurian jika ditinggalkan di mobil. Suhu tinggi juga dapat memperpendek usia perangkat elektronik./ Foto: magnific.com/pvproductions

Laptop, ponsel, dan flash drive mengandung informasi penting yang dapat menjadi sasaran pencurian jika ditinggalkan di mobil. Suhu tinggi juga dapat memperpendek usia perangkat elektronik./ Foto: magnific.com/pvproductions

Laptop, ponsel, tablet, hingga flash drive bukan barang yang sebaiknya ditinggalkan begitu saja di dalam mobil. Selain berisiko dicuri, perangkat tersebut menyimpan data pribadi yang dapat disalahgunakan.

Menurut Eva Velasquez yang dilansir dari Real Simple, enkripsi menjadi lapisan perlindungan yang kuat jika perangkat benar-benar harus ditinggalkan. Panas juga menjadi masalah tersendiri. Mobil yang terparkir di bawah sinar matahari dapat mencapai sekitar 120 derajat Fahrenheit dalam waktu satu jam, sementara Apple merekomendasikan iPhone dan iPad disimpan pada suhu antara -4 hingga 113 derajat Fahrenheit.

3. Obat-obatan

Obat-obatan umumnya perlu disimpan pada suhu tertentu agar kualitasnya tetap terjaga. Meninggalkannya di dalam mobil yang panas dapat membuat obat menjadi kurang efektif./ Foto: magnific.com/topntp26

Obat-obatan umumnya perlu disimpan pada suhu tertentu agar kualitasnya tetap terjaga. Meninggalkannya di dalam mobil yang panas dapat membuat obat menjadi kurang efektif./ Foto: magnific.com/topntp26

Sebagian besar obat sebaiknya disimpan pada suhu ruang yang stabil. Namun, suhu di dalam mobil dapat berubah ekstrem, terutama ketika kendaraan diparkir dalam waktu lama.

Panas mungkin tidak selalu membuat obat langsung menjadi berbahaya, tetapi dapat menurunkan efektivitasnya. Karena itu, obat sebaiknya dibawa masuk ke rumah dan disimpan sesuai petunjuk pada kemasannya.

4. Sunscreen

Sunscreen yang ditinggalkan di dalam mobil panas dapat mengalami penurunan efektivitas. Panas ekstrem juga dapat membuat kemasan rusak atau bahkan bocor./ Foto: magnific.com

Sunscreen yang ditinggalkan di dalam mobil panas dapat mengalami penurunan efektivitas. Panas ekstrem juga dapat membuat kemasan rusak atau bahkan bocor./ Foto: magnific.com

Ironisnya, produk yang digunakan untuk melindungi kulit dari sinar matahari justru bisa rusak jika terlalu lama terkena panas. Bahan aktif dalam sunscreen dapat mengalami degradasi akibat suhu tinggi sehingga perlindungannya berpotensi berkurang.

Dalam kondisi tertentu, kemasan sunscreen juga dapat mengembang atau bocor dan mengotori jok serta interior mobil.

5. Bahan Makanan dan Belanjaan

Bahan makanan yang mudah rusak tidak boleh terlalu lama ditinggalkan di dalam mobil. Menurut USDA, makanan yang mudah rusak sebaiknya segera didinginkan untuk mencegah pertumbuhan bakteri./ Foto: magnific.com

Bahan makanan yang mudah rusak tidak boleh terlalu lama ditinggalkan di dalam mobil. Menurut USDA, makanan yang mudah rusak sebaiknya segera didinginkan untuk mencegah pertumbuhan bakteri./ Foto: magnific.com

Menurut U.S. Department of Agriculture (USDA), makanan yang mudah rusak umumnya tidak boleh berada di luar pendingin selama lebih dari dua jam. Jika suhu udara mencapai lebih dari 90 derajat Fahrenheit atau sekitar 32 derajat Celcius, batas waktunya menjadi hanya satu jam.

Karena itu, sebaiknya jadikan belanja bahan makanan sebagai aktivitas terakhir sebelum pulang. Dengan begitu, makanan dapat segera disimpan di tempat yang sesuai.

6. Kaleng Aerosol

Kaleng aerosol sangat sensitif terhadap suhu tinggi karena tekanan di dalam kemasan dapat meningkat. Dalam kondisi ekstrim, kaleng aerosol yang ditinggalkan di mobil bahkan berisiko meledak./ Foto: magnific.com

Kaleng aerosol sangat sensitif terhadap suhu tinggi karena tekanan di dalam kemasan dapat meningkat. Dalam kondisi ekstrim, kaleng aerosol yang ditinggalkan di mobil bahkan berisiko meledak./ Foto: magnific.com

Produk aerosol seperti hairspray, deodorant, atau semprotan tertentu biasanya memiliki peringatan agar tidak disimpan pada suhu di atas sekitar 120 derajat Fahrenheit.

Panas dapat meningkatkan tekanan di dalam kaleng. Dalam kasus ekstrem, kondisi tersebut dapat menyebabkan kaleng pecah atau meledak, terutama jika terkena sinar matahari langsung.

7. Makanan Cadangan Non-Darurat

Menyimpan makanan dalam jumlah banyak di mobil bukan kebiasaan yang disarankan, meskipun makanan tersebut dikemas dalam kaleng atau kotak. Suhu ekstrem dan penyimpanan terlalu lama dapat mempengaruhi kualitas makanan./ Foto: magnific.com/azerbaijan_stockers

Menyimpan makanan dalam jumlah banyak di mobil bukan kebiasaan yang disarankan, meskipun makanan tersebut dikemas dalam kaleng atau kotak. Suhu ekstrem dan penyimpanan terlalu lama dapat mempengaruhi kualitas makanan./ Foto: magnific.com/azerbaijan_stockers

Menurut Leslie Kilgour, professional organizer sekaligus pendiri Get It Straight, makanan dalam kaleng maupun kotak tetap dapat rusak jika terlalu lama berada di dalam mobil. Jika memang perlu menyimpan makanan darurat di kendaraan, gunakan wadah penyimpanan yang kokoh untuk mengurangi risiko gangguan hama dan periksa persediaannya secara berkala.

Dari daftar di atas, barang mana yang ternyata masih sering kamu tinggalkan di dalam mobil, Beauties?

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE