7 Cara Mengenali Orang yang Diam-diam Tidak Bahagia dari Ucapannya
Orang yang tidak bahagia sering kali tidak secara blak-blakan menunjukkannya. Mungkin ekspresi wajahnya tidak ceria. Namun ketika kita bertanya bagaimana kabarnya, dia menjawab bahwa dia baik-baik saja. Kamu pernah mengalaminya, Beauties?
Rasa bahagia itu tidak harus diucapkan dengan frontal. Ada beberapa kalimat yang mengindikasikan bahwa seseorang memang sedang tidak merasa bahagia dalam hidupnya. Ini beberapa contohnya.
1. “Aku tidak apa-apa.”
Kalimat “Aku tidak apa-apa.”/ Foto: Pexels.com/Vitaly Gariev
Pernah merasa duniamu sedang hancur, tapi ketika orang lain bertanya, “Kamu nggak apa-apa?”, kamu hanya menjawab, “Tidak apa-apa kok”. Contoh lain, ketika orang mengingkari janji, tapi kamu tetap ingin menjaga hubungan baik sehingga kamu bilang “Tidak apa-apa”. Kalimat ini seolah menjadi senjata andalan untuk menghindari konflik. Namun di sisi lain, dengan mengabaikan perasaan yang sebenarnya, itu adalah pertanda kamu tidak merasa aman untuk mengekspresikan atau mengucapkan apa yang sebenarnya kamu rasakan.
2. “Biarkan saja deh.”
Kalimat “Biarkan saja deh.”/ Foto: Pexels.com/Ana Karotkaya Photography
Kalimat seperti “Biarkan saja deh” atau “Ya sudah lah” punya konotasi baik dalam beberapa kondisi. Kalimat ini menunjukkan keadaan menerima akan apa yang tidak bisa diubah atau dikontrol.
Namun, jika kalimat ini selalu dikatakan pada setiap kondisi, menurut Cottonwood Psychology, jawaban itu menjadi bentuk kepasrahan. Mungkin kalimat ini digunakan untuk menghindari percakapan yang sulit, mengambil keputusan, atau menghadapi kemungkinan perubahan. Di lubuk hati, kamu mungkin merasa terjebak, tetapi kamu meyakinkan diri sendiri bahwa tidak ada gunanya untuk mencoba.
3. “Apa gunanya?”
Kalimat “Apa gunanya?”/ Foto: Pexes.com/Thành Đỗ
Masih menyambung dari poin sebelumnya, kalimat seperti “Apa gunanya?” bisa saja terucap. Psikolog Dr. Kiki Ramsey mengatakan kepada Parade bahwa perkataan ini menunjukkan sikap apatis atau rasa sia-sia. "Ungkapan ini sering digunakan saat seseorang merasa kehilangan tujuan. Hal ini melemahkan semangat dan menghambat kemajuan."
4. “Aku capek banget.”
Kalimat “Aku capek banget.”/ Foto: Pexels.com/VLAD IVANOV
Rutinitas yang kamu lakukan sehari-hari bisa berdampak pada kesejahteraan mental. Bangun pagi, bersiap-siap, bekerja hingga sore atau malam, pulang, dan melakukan itu semua lag pada keesokan hari dapat menimbulkan pemikiran bahwa kamu terjebak. Psikolog Dokter Caitlin Slavens mengatakan kepada Parade bahwa perkataan ini “mencerminkan kekalahan, dan tidak memberikan kejelasan maupun solusi. Ini adalah cara untuk tetap terjebak dalam ketidaknyamanan.”
5. “Aku nggak mau membebani.”
Kalimat “Aku nggak mau membebani.”/ Foto: Pexels.com/ Mike Jones
Kalimat seperti “Aku nggak mau membebani” atau “Aku nggak mau merepotkan” memang terdengar positif. Sebab, kalimat ini menunjukkan seseorang peduli terhadap orang-orang di sekitarnya. Namun di balik ungkapan itu, mungkin tersimpan keyakinan bahwa kamu merasa apa yang kamu butuhkan berlebihan. Cottonwood Psychology menjelaskan ada kemungkinan sejak dulu orang tersebut belajar bahwa kenyamanan, perhatian, atau bantuan selalu ada harganya. Akibatnya, kini dia berusaha menyelesaikan segalanya sendirian.
6. “Aku nggak peduli.”
Kalimat “Aku nggak peduli.”/ Foto: Pexels.com/Liza Summer
Ucapan “Aku tidak peduli” terkadang diucap orang yang tidak bahagia sebagai bentuk mekanisme pertahanan. Ucapan ini akan mencegahnya merasa kecewa, padahal di dalam hati, orang tersebut masih sangat peduli.
7. “Aku memang kurang beruntung”
Kalimat “Aku memang kurang beruntung”/ Foto: Pexels.com/Đan Thy Nguyễn Mai
Saat seseorang tidak berhasil mendapatkan sesuatu yang diinginkan, kalimat seperti ini mudah keluar dari mulutnya. Namun, menurut Dr. Slavens, ucapan ini justru menunjukkan orang tersebut tidak bahagia karena menggantungkan perasaannya ke hal-hal eksternal, bukan dari dalam dirinya.
“Ungkapan umum ini, yang sering digunakan oleh orang-orang yang tidak bahagia, menyalahkan hal-hal eksternal, karena kehidupan berada di luar kendali seseorang,” terangnya. “Meskipun hidup sangat bergantung pada keberuntungan, orang-orang yang tidak bahagia terkadang gagal menyadari bahwa hidup juga sangat bergantung pada pilihan.”
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!