7 Ciri Orang Pura-pura Baik Hati Menurut Ilmu Psikologi
Bersikap baik kepada sesama merupakan salah tata krama sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Namun, tidak bisa dipungkiri, ada kalanya kita bertemu orang yang kurang baik atau bahkan berpura-pura baik hati di hadapan kita, Beauties.
Agar kamu lebih waspada, simak beberapa ciri orang yang pura-pura baik hati menurut ilmu psikologi yang dirangkum dari berbagai sumber berikut ini.
1. Transaksional
Transaksional/ Foto: Pexels.com/RDNE Stock Project
Orang-orang yang berpura-pura baik hati cenderung menunjukkan sikap transaksional terhadap orang lain. Mereka tidak peduli tentang bagaimana cara membangun hubungan yang baik dan tulus, karena mereka memanfaatkan pola pikir transaksional dengan mengharapkan imbalan atas kebaikan yang telah mereka berikan. Hal-hal sederhana yang biasanya dilakukan tanpa ‘syarat’ bisa dijadikan senjata untuk mendapatkan suatu imbalan dari orang lain.
2. Bahasa Tubuh yang Tidak Sama dengan Ucapannya
Bahasa tubuh yang tidak sama dengan ucapannya/ Foto: pexels.com
Orang yang pura-pura baik hati bisa terlihat dari bahasa tubuh yang terlihat tidak selaras dengan ucapannya, lho. Misalnya, saat bertemu seseorang yang berkata, “Aku sangat senang membantu kamu,” namun orang tersebut menunjukkan bahasa tubuh seperti senyum yang dipaksakan, lengan yang disilangkan, hingga rahang yang menegang.
Bahasa tubuh ini cenderung lebih ‘jujur’ dibanding apa yang dikatakan seseorang, Beauties. Penelitian tentang komunikasi nonverbal menunjukkan bahwa meskipun kita dapat mengontrol kata-kata kita dengan hati-hati, perilaku non-verbal kita lebih sulit untuk ‘dipalsukan’ secara konsisten.
3. Menghakimi Orang Lain Secara Diam-diam
Menghakimi orang lain secara diam-diam/ Foto: magnific.com
Orang yang pura-pura baik hati akan menghakimi orang lain secara diam-diam. Mulai dari membicarakan seseorang di belakang, menilai dengan pandangan menghakimi tanpa sepengetahuan orang lain, dan lainnya.
Kebiasaan suka menghakimi orang lain merupakan tanda bahwa orang tersebut tidak sebaik yang terlihat, Beauties.
4. Kebaikan yang Tampak Palsu
Kebaikan yang tampak palsu/ Foto: Magnific.com
Kebanyakan orang cenderung lebih mudah mengenali kebaikan ‘palsu’, terutama jika kebaikan tersebut seringkali terasa dibuat-buat sejak awal.
Biasanya, orang-orang yang menunjukkan kebaikan pura-pura tidak peduli untuk menjalin hubungan baik secara nyata dengan siapa pun, karena mereka cenderung menyibukkan diri untuk memanfaatkan orang lain demi keuntungan pribadi.
5. Bersikap Blak-blakan untuk Menutupi Kekejaman
Bersikap blak-blakan untuk menutupi kekejaman/ Foto: pexels.com
Seseorang mungkin bersikap blak-blakan dan menganggapnya sebagai kejujuran, namun itu sebenarnya hanya untuk menutupi sisi kejamnya, Beauties. Misalnya seperti berkata, “Aku hanya bicara apa adanya dengan jujur” atau “Aku hanya bercanda”.
Jika seseorang terus-menerus membenarkan kekejamannya dengan kedok kejujuran, maka pada dasarnya orang tersebut memang tidak baik. Mereka ingin menyakiti orang lain, tetapi tidak mau bertanggung jawab atas kesalahan atau tindakan mereka.
Oleh karena itu, mereka menggunakan taktik ini untuk menjaga citra diri.
6. Tidak Bisa Merayakan Kebahagiaan Orang Lain dengan Tulus
Tidak bisa merayakan kebahagiaan orang lain dengan tulus/ Foto: pexels.com
Kamu mungkin pernah menerima ucapan selamat dari orang lain, namun terdengar tidak tulus saat merayakan keberhasilanmu. Misalnya ada kenalanmu yang berkata, “Oh, kamu dipromosikan? Bagus sekali. Aku rasa mereka benar-benar membutuhkan seseorang di posisi itu,”.
Meskipun kalimat ini terdengar normal, namun terhadap sedikit rasa iri yang ‘ditutupi’ dengan antusiasme palsu. Kebaikan yang tulus untuk orang lain akan mengalir secara alami. Namun, kebaikan yang dipaksakan untuk orang lain jelas terlihat dibuat-buat.
7. Sikapnya Tidak Konsisten
Sikapnya tidak konsisten/ Foto: magnific.com
Ciri lainnya dari orang yang pura-pura baik hati yaitu tidak konsisten. Menurut sebuah studi dari Frontiers in Psychology, seseorang yang umumnya tidak konsisten dengan hal-hal lain dalam hidup bisa jadi adalah seseorang yang menunjukkan kepalsuan atau kepura-puraan.
Misalnya, mengingkari janji yang telah mereka buat sebelumnya, menunjukkan kata-kata yang tidak konsisten, serta menunjukkan kebaikan yang berbeda-beda atau hanya pada saat-saat tertentu saja, Beauties.
---
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!