7 Ciri Orang Pura-pura Baik Hati Menurut Ilmu Psikologi

Sierra Ayuningtyas Muktisari | Beautynesia
Jumat, 16 Oct 2026 21:00 WIB
3. Menghakimi Orang Lain Secara Diam-diam
Menghakimi orang lain secara diam-diam/ Foto: magnific.com

Bersikap baik kepada sesama merupakan salah tata krama sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Namun, tidak bisa dipungkiri, ada kalanya kita bertemu orang yang kurang baik atau bahkan berpura-pura baik hati di hadapan kita, Beauties.

Agar kamu lebih waspada, simak beberapa ciri orang yang pura-pura baik hati menurut ilmu psikologi yang dirangkum dari berbagai sumber berikut ini.

1. Transaksional

Mengalihkan fokus pembicaraan ke dirinya sendiri

Transaksional/ Foto: Pexels.com/RDNE Stock Project

Orang-orang yang berpura-pura baik hati cenderung menunjukkan sikap transaksional terhadap orang lain. Mereka tidak peduli tentang bagaimana cara membangun hubungan yang baik dan tulus, karena mereka memanfaatkan pola pikir transaksional dengan mengharapkan imbalan atas kebaikan yang telah mereka berikan. Hal-hal sederhana yang biasanya dilakukan tanpa ‘syarat’ bisa dijadikan senjata untuk mendapatkan suatu imbalan dari orang lain.

2. Bahasa Tubuh yang Tidak Sama dengan Ucapannya

Senyum dan bahasa tubuh yang terbuka dapat membuatmu terlihat lebih approachable sehingga orang lain lebih nyaman untuk mengajakmu berinteraksi.

Bahasa tubuh yang tidak sama dengan ucapannya/ Foto: pexels.com

Orang yang pura-pura baik hati bisa terlihat dari bahasa tubuh yang terlihat tidak selaras dengan ucapannya, lho. Misalnya, saat bertemu seseorang yang berkata, “Aku sangat senang membantu kamu,” namun orang tersebut menunjukkan bahasa tubuh seperti senyum yang dipaksakan, lengan yang disilangkan, hingga rahang yang menegang.

Bahasa tubuh ini cenderung lebih ‘jujur’ dibanding apa yang dikatakan seseorang, Beauties. Penelitian tentang komunikasi nonverbal menunjukkan bahwa meskipun kita dapat mengontrol kata-kata kita dengan hati-hati, perilaku non-verbal kita lebih sulit untuk ‘dipalsukan’ secara konsisten.

3. Menghakimi Orang Lain Secara Diam-diam

Hindari menghakimi dengan mudah, dan cobalah menempatkan dirimu di posisi mereka serta pahami sudut pandang mereka./ Foto: magnific.com/tirachardz

Menghakimi orang lain secara diam-diam/ Foto: magnific.com

Orang yang pura-pura baik hati akan menghakimi orang lain secara diam-diam. Mulai dari membicarakan seseorang di belakang, menilai dengan pandangan menghakimi tanpa sepengetahuan orang lain, dan lainnya.

Kebiasaan suka menghakimi orang lain merupakan tanda bahwa orang tersebut tidak sebaik yang terlihat, Beauties.

4. Kebaikan yang Tampak Palsu

Orang dengan IQ tinggi paham menetapkan batasan hubungan dengan orang toxic. Mereka mungkin tetap bersikap ramah, tapi mereka tidak membiarkan sifat dan perilaku 'beracun' dari orang lain memengaruhi mereka dan mengambil alih.

Kebaikan yang tampak palsu/ Foto: Magnific.com

Kebanyakan orang cenderung lebih mudah mengenali kebaikan ‘palsu’, terutama jika kebaikan tersebut seringkali terasa dibuat-buat sejak awal.

Biasanya, orang-orang yang menunjukkan kebaikan pura-pura tidak peduli untuk menjalin hubungan baik secara nyata dengan siapa pun, karena mereka cenderung menyibukkan diri untuk memanfaatkan orang lain demi keuntungan pribadi.

5. Bersikap Blak-blakan untuk Menutupi Kekejaman

Ekspresi wajah yang terlalu serius dapat membuat seseorang terlihat kurang ramah, meskipun sebenarnya tidak sedang marah atau merasa tidak nyaman.

Bersikap blak-blakan untuk menutupi kekejaman/ Foto: pexels.com

Seseorang mungkin bersikap blak-blakan dan menganggapnya sebagai kejujuran, namun itu sebenarnya hanya untuk menutupi sisi kejamnya, Beauties. Misalnya seperti berkata, “Aku hanya bicara apa adanya dengan jujur” atau “Aku hanya bercanda”.

Jika seseorang terus-menerus membenarkan kekejamannya dengan kedok kejujuran, maka pada dasarnya orang tersebut memang tidak baik. Mereka ingin menyakiti orang lain, tetapi tidak mau bertanggung jawab atas kesalahan atau tindakan mereka.

Oleh karena itu, mereka menggunakan taktik ini untuk menjaga citra diri.

6. Tidak Bisa Merayakan Kebahagiaan Orang Lain dengan Tulus

Ini 4 tanda teman iri dengan pencapaianmu/Foto: Pexels.com/Tim Douglas

Tidak bisa merayakan kebahagiaan orang lain dengan tulus/ Foto: pexels.com

Kamu mungkin pernah menerima ucapan selamat dari orang lain, namun terdengar tidak tulus saat merayakan keberhasilanmu. Misalnya ada kenalanmu yang berkata, “Oh, kamu dipromosikan? Bagus sekali. Aku rasa mereka benar-benar membutuhkan seseorang di posisi itu,”.

Meskipun kalimat ini terdengar normal, namun terhadap sedikit rasa iri yang ‘ditutupi’ dengan antusiasme palsu. Kebaikan yang tulus untuk orang lain akan mengalir secara alami. Namun, kebaikan yang dipaksakan untuk orang lain jelas terlihat dibuat-buat.

7. Sikapnya Tidak Konsisten

Libra dikenal sebagai sosok yang ambisius dan senang membantu orang lain berkembang. Namun, kritik yang muncul karena rasa iri justru bisa membuat mereka sangat kesal./ Foto: magnific.com

Sikapnya tidak konsisten/ Foto: magnific.com

Ciri lainnya dari orang yang pura-pura  baik hati  yaitu tidak konsisten. Menurut sebuah studi dari Frontiers in Psychology, seseorang yang umumnya tidak konsisten dengan hal-hal lain dalam hidup bisa jadi adalah seseorang yang menunjukkan kepalsuan atau kepura-puraan.

Misalnya, mengingkari janji yang telah mereka buat sebelumnya, menunjukkan kata-kata yang tidak konsisten, serta menunjukkan kebaikan yang berbeda-beda atau hanya pada saat-saat tertentu saja, Beauties.

---

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(sim/sim)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE