7 Ciri Orang yang Terlihat Paling Bahagia di Media Sosial tapi Sebenarnya Sangat Kesepian

Riswinanti Pawestri Permatasari | Beautynesia
Senin, 09 Feb 2026 11:30 WIB
4. Mengutamakan Persona Online daripada Hubungan Nyata
Ilustrasi Perempuan Menggunakan Media Sosial/Foto: Freepik.com

Di dunia maya, media sosial bertindak layaknya “rumah” sekaligus identitas bagi warganet. Meski demikian, tak bisa dipungkiri bahwa kebanyakan orang cenderung hanya mempertontonkan sisi kehidupan terbaik, seperti foto liburan, senyum cerah, kabar sukses, atau caption inspirasional. Namun jangan salah! Di balik kebahagiaan yang terpampang, bisa saja tersimpan kesepian yang dalam, Beauties.

Melansir Global English Editing, fenomena ini dinamakan pseudo happiness atau kebahagiaan semu. Dalam ilmu psikologi, istilah ini merujuk pada kondisi di mana seseorang lebih fokus pada citra diri daripada perasaan asli mereka di dunia nyata. Orang-orang ini hanya menampilkan hal membuatnya terlihat sukses dan bahagia, walaupun sebenarnya mereka kesepian di dunia nyata.

Lalu bagaimana cara mengenali ciri orang yang terlihat paling bahagia di media sosial tapi sebenarnya kesepian? Berikut kebiasaan yang sering muncul pada orang-orang yang terlihat inspiratif, padahal sebenarnya merasa kosong di dunia nyata.

1. Hanya Fokus pada “Konten”

Ilustrasi Perempuan Sedang Membuat Konten Media Sosial/Foto: Freepik.com/lifeforstock
Perempuan Sedang Membuat Konten Media Sosial/Foto: Freepik.com/lifeforstock

Ciri pertama, mereka biasanya lebih sibuk mengatur segala sesuatu untuk kelihatan sempurna tanpa benar-benar menikmatinya. Setiap momen berpotensi jadi foto atau video, mulai dari makan malam hingga liburan. Mereka memikirkan cara terbaik untuk membingkai hidup, tapi sebenarnya tidak sungguh-sungguh ada dalam momen tersebut. Kebahagiaan mereka adalah hasil kurasi dan bukan pengalaman yang nyata.

2. Lebih Mengejar Validasi daripada Kepuasan Diri

Ilustrasi Penggunaan Media Sosial di Kalangan Anak Muda/Fotio: Freepik.com

Orang-orang macam ini biasanya terlalu sering mengecek notifikasi, bahkan cenderung panik saat postingan kurang likes atau tidak mendapat banyak respons. Hal ini terjadi karena mereka pada dasarnya hanya mencari approval dari orang lain, bukan kepuasan pribadi. Kebahagiaan mereka tergantung pada apa yang orang pikirkan, bukan bagaimana mereka benar-benar merasa. Ketika validasi online hilang atau sedikit, mereka merasa tidak berharga.

3. Selalu Membandingkan Diri dengan Orang Lain

Ilustrasi Pengguna Media Sosial/Foto: Freepik.com
Ilustrasi Pengguna Media Sosial/Foto: Freepik.com

Media sosial memberi ruang tak terbatas untuk melihat kehidupan orang lain. Hal ini membuat mereka seringkali merasa kurang karena melihat orang lain yang terlihat lebih sukses, bahagia, atau populer, meskipun itu hanya highlight reel. Perbandingan ini memperburuk rasa kesepian dan ketidakpuasan batin.

4. Mengutamakan Persona Online daripada Hubungan Nyata

Ilustrasi Perempuan Menggunakan Media Sosial/Foto: Freepik.com

Ciri lain yang bisa diamati adalah sikap yang tampaknya sangat menyenangkan di media sosial, namun justru nggak nyambung saat berinteraksi di dunia nyata. Kebanyakan orang ini hanya mementingkan persona online, sehingga tampak komunikatif saat berinteraksi lewat like, komentar, dan DM, tapi koneksi emosionalnya dangkal jika bertemu langsung. Koneksi online sering kali tidak memenuhi kebutuhan emosional nyata, sehingga mereka tetap merasa kesepian.

5. Sering Menyembunyikan atau Mengatur Ulang Emosi

Ilustrasi Perempuan Menggunakan Media Sosial/Foto: Freepik.com/tirachardz
Ilustrasi Perempuan Menggunakan Media Sosial/Foto: Freepik.com/tirachardz

Alih-alih menghadapi perasaan sedih atau gelisah, mereka menutupinya dengan unggahan yang tampak positif. Bahkan saat tidak bahagia, mereka terus memproyeksikan kehidupan yang “sempurna”. Cara ini dilakukan agar dirinya selalu terlihat baik di dunia maya.

6. Mengukur Harga Diri dengan Popularitas Online

Ilustrasi Perempuan Menggunakan Media Sosial/Foto: Freepik.com

Ciri selanjutnya adalah mereka cenderung mengukur harga dirinya dari jumlah followers, likes, atau komentar yang mereka dapatkan. Ketika performa postingan menurun, mood dan perasaan mereka ikut jatuh. Dengan kata lain, identitas diri mereka bergantung pada respons luar tubuh.

7. Lebih Banyak Postingan saat Sedih

Ilustrasi Perempuan Menggunakan Media Sosial/Foto: Freepik.com
Ilustrasi Perempuan Menggunakan Media Sosial/Foto: Freepik.com

Ironisnya, beberapa orang justru semakin aktif di sosial media ketika mereka merasa kesepian atau sedih. Posting terus-menerus bisa jadi cara untuk mengalihkan diri dari rasa tidak bahagia, atau bahkan untuk berharap ada perhatian yang membuat mereka merasa “terlihat”.

Demikian beberapa ciri orang yang terlihat paling bahagia di media sosial tapi sebenarnya sering kali sangat kesepian. Pada dasarnya mereka sedang berjuang dengan kecemasan atau keresahan batin. Beauties juga harus sadar bahwa apa yang terlihat di media sosial tidak selamanya merupakan realita.

Apakah kamu atau orang dekatnya termasuk dalam tanda-tanda di atas? Yuk, kenali dan atasi sejak dini agar tidak semakin parah.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiwa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.