Di dunia maya, media sosial bertindak layaknya “rumah” sekaligus identitas bagi warganet. Meski demikian, tak bisa dipungkiri bahwa kebanyakan orang cenderung hanya mempertontonkan sisi kehidupan terbaik, seperti foto liburan, senyum cerah, kabar sukses, atau caption inspirasional. Namun jangan salah! Di balik kebahagiaan yang terpampang, bisa saja tersimpan kesepian yang dalam, Beauties.
Melansir Global English Editing, fenomena ini dinamakan pseudo happiness atau kebahagiaan semu. Dalam ilmu psikologi, istilah ini merujuk pada kondisi di mana seseorang lebih fokus pada citra diri daripada perasaan asli mereka di dunia nyata. Orang-orang ini hanya menampilkan hal membuatnya terlihat sukses dan bahagia, walaupun sebenarnya mereka kesepian di dunia nyata.
Lalu bagaimana cara mengenali ciri orang yang terlihat paling bahagia di media sosial tapi sebenarnya kesepian? Berikut kebiasaan yang sering muncul pada orang-orang yang terlihat inspiratif, padahal sebenarnya merasa kosong di dunia nyata.
1. Hanya Fokus pada “Konten”
|
Perempuan Sedang Membuat Konten Media Sosial/Foto: Freepik.com/lifeforstock |
Ciri pertama, mereka biasanya lebih sibuk mengatur segala sesuatu untuk kelihatan sempurna tanpa benar-benar menikmatinya. Setiap momen berpotensi jadi foto atau video, mulai dari makan malam hingga liburan. Mereka memikirkan cara terbaik untuk membingkai hidup, tapi sebenarnya tidak sungguh-sungguh ada dalam momen tersebut. Kebahagiaan mereka adalah hasil kurasi dan bukan pengalaman yang nyata.