7 Hal Unik yang Dilakukan Orang dengan IQ Tinggi, Salah Satunya Suka Mandi Air Dingin!

Belinda Safitri | Beautynesia
Rabu, 02 Sep 2026 10:30 WIB
7. Suka Bermalas-malasan
Suka bermalas-malasan/ Foto: Magnific.com/magnific

Kecerdasan seseorang ternyata tidak selalu terlihat dari kebiasaan yang selama ini dianggap ideal, Beauties. Orang dengan kemampuan kognitif tinggi justru bisa saja memiliki kebiasaan yang terkesan unik dan tidak biasa bagi orang di sekitarnya.

Mulai dari meja kerja yang berantakan, gemar begadang, hingga berbicara kepada diri sendiri, sejumlah kebiasaan tersebut dikaitkan dengan kreativitas, kemampuan memecahkan masalah, atau cara otak memproses informasi. Namun, perlu diingat bahwa satu kebiasaan saja tidak bisa menjadi bukti bahwa seseorang memiliki IQ tinggi.

Melansir The Healthy, yuk, simak selengkapnya mengenai hal-hal unik yang dilakukan orang dengan IQ tinggi! 

1. Membuat Meja Kerja Berantakan

Membuat meja kerja berantakan/ Foto: Magnific.com/magnific

Bayangan tentang orang cerdas sering kali identik dengan meja kerja yang rapi, buku tersusun berdasarkan ukuran, dan setiap barang berada di tempatnya. Namun, kenyataannya tidak selalu demikian. Sebuah eksperimen dari University of Minnesota menemukan bahwa orang yang berada di lingkungan berantakan dapat menghasilkan ide yang lebih kreatif dibandingkan mereka yang berada di ruangan rapi.

Lingkungan yang tidak terlalu teratur disebut dapat membuat seseorang lebih bebas dari pola pikir konvensional. Bagi orang yang sedang tenggelam dalam sebuah persoalan, misalnya, kondisi meja yang berantakan mungkin menjadi hal yang tidak terlalu penting dibandingkan fokus mereka terhadap ide atau masalah yang sedang dipikirkan.

Jadi, bukan berarti berantakan otomatis membuat seseorang lebih cerdas, melainkan kreativitas dan fokus yang tinggi terkadang membuat kerapian menjadi prioritas kedua.

2. Sering Begadang

Sering begadang/ Foto: Magnific.com/diana.grytsku

Ada orang yang justru baru mendapatkan banyak ide, mampu berkonsentrasi, atau menikmati waktu berpikir ketika suasana sudah sepi dan gangguan dari sekitar berkurang. Sebuah penelitian dari London School of Economics and Political Science menemukan adanya hubungan antara kecenderungan tidur lebih larut dan IQ yang lebih tinggi.

Salah satu kemungkinan yang dikemukakan adalah orang dengan rasa ingin tahu tinggi lebih nyaman menggunakan waktu malam untuk berpikir dan mengeksplorasi ide. Namun, begadang bukan ukuran kecerdasan, apalagi jika sampai menyebabkan kurang tidur. Kualitas dan durasi tidur pada akhirnya tetap penting bagi fungsi otak, konsentrasi, serta pengaturan emosi.

3. Suka Mandi Air Dingin

Suka mandi air dingin/ Foto: Magnific.com/senivpetro

Mandi air dingin mungkin terdengar seperti kebiasaan ekstrem bagi sebagian orang. Namun, bagi sebagian lainnya, sensasi air dingin justru menjadi cara untuk membangunkan tubuh dan membuat pikiran terasa lebih segar. 

Kebiasaan suka mandi air dingin pun sering dikaitkan dengan orang ber-IQ tinggi karena air dingin dapat membantu menurunkan ketegangan, memperbaiki suasana hati, dan meningkatkan fokus. Hal itu didukung sebuah penelitian yang menemukan adanya penurunan ketegangan dan kelelahan serta peningkatan daya ingat setelah tubuh beradaptasi terhadap kondisi usai mandi air dingin. 

4. Suka Mencoret-coret

Suka mencoret-coret/ Foto: Magnific.com/magnific

Pernah ditegur karena suka mencoret-coret saat mendengarkan seseorang berbicara? Jangan buru-buru menganggap kebiasaan tersebut sebagai tanda tidak fokus. Mencoret-coret secara spontan ternyata dapat menjadi salah satu cara otak memproses informasi, Beauties. 

Penelitian dari Inggris menemukan bahwa orang yang mencoret-coret saat menerima informasi dapat mengingat lebih banyak informasi dibandingkan yang tidak melakukannya. Selain itu, coretan juga dapat menjadi media visual untuk menuangkan gagasan atau membantu seseorang memikirkan suatu masalah dari sudut berbeda. 

5. Sering Mengkritik Diri Sendiri

Mengkritik diri sendiri/ Foto: Magnific.com/8photo

Percaya diri memang penting, tetapi terlalu yakin terhadap kemampuan sendiri juga dapat membuat seseorang sulit melihat kekurangan. Menariknya, orang yang benar-benar memiliki kemampuan tinggi justru dapat lebih menyadari bahwa masih banyak hal yang belum mereka ketahui.

Fenomena ini berkaitan dengan efek Dunning-Kruger, yang menunjukkan bahwa orang dengan kemampuan rendah dalam suatu bidang dapat kesulitan mengenali kekurangannya sendiri. Sebaliknya, orang yang lebih kompeten dapat lebih mampu mengenali batas kemampuan mereka.

Karena itu, seseorang yang sering mengevaluasi kembali pendapatnya bukan berarti selalu tidak percaya diri. Bisa jadi, ia sedang menggunakan kemampuan berpikir kritis untuk menguji pemikirannya sendiri.

6. Berbicara pada Diri Sendiri

Berbicara pada diri sendiri/ Foto: Magnific.com/stockking

Berbicara sendiri mungkin terlihat aneh terlebih jika dilakukan di tempat umum. Padahal, hampir semua orang pernah melakukannya dalam berbagai situasi, misalnya mengucapkan daftar belanja atau mengingat sesuatu dengan suara keras. Penelitian dari University of Wisconsin dan University of Pennsylvania menemukan bahwa mengucapkan nama suatu objek dengan lantang dapat membantu seseorang menemukannya ketika sedang mencari.

Sebab, menyebutkan sesuatu secara verbal dapat mengaktifkan representasi visual objek tersebut di otak sehingga pencarian menjadi lebih mudah. Dengan kata lain, berbicara kepada diri sendiri bisa menjadi alat untuk mengatur pikiran, mengingat informasi, atau memecahkan masalah. Namun sekali lagi, kebiasaan ini tidak dapat digunakan sebagai indikator tunggal IQ tinggi.

7. Suka Bermalas-malasan

Suka bermalas-malasan/ Foto: Magnific.com/magnific

Siapa sangka, kebiasaan menghabiskan waktu di sofa sambil berpikir atau melamun memiliki kaitan dengan kemampuan kognitif loh, Beauties. Sebuah penelitian dari Florida Gulf Coast University pada 2016 membandingkan mahasiswa yang disebut sebagai thinkers dan non-thinkers berdasarkan kecenderungan mereka menikmati aktivitas yang membutuhkan banyak pemikiran.

Hasilnya menunjukkan kelompok yang lebih menikmati aktivitas berpikir cenderung memiliki aktivitas fisik lebih rendah selama periode pengamatan. Salah satu dugaan peneliti adalah orang yang senang berpikir dapat merasa cukup terhibur dengan aktivitas mental sehingga tidak mudah merasa bosan ketika hanya duduk bermalas-malasan. Namun, temuan ini bukan alasan untuk menjadikan malas bergerak sebagai kebiasaan. Tubuh tetap membutuhkan aktivitas fisik, terlepas dari seberapa aktif seseorang menggunakan pikirannya.

Jadi, itulah hal-hal unik yang dilakukan orang dengan IQ tinggi. Beberapa kebiasaan tersebut juga sering kamu lakukan, Beauties? 

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE