7 Jenis Pohon Penyerap Air Terbaik, Bisa Bantu Cegah Banjir dan Longsor

Natasha Riyandani | Beautynesia
Selasa, 13 Jan 2026 07:30 WIB
3. Pohon Bambu
Bambu/ Foto: Unsplash.com/Eleonora Albasi

Bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Sumatra kembali mengingatkan kita akan pentingnya vegetasi berlapis dalam menjaga kestabilan lahan, di mana pohon dan tanaman berperan sebagai penyangga air hujan dan penguat tanah.

Berbeda dengan tanaman komersial seperti sawit, sederet pohon memiliki sistem perakaran dalam dan menyebar, batang yang kuat, serta mampu menyimpan jutaan liter air setiap tahunnya.

Berkaitan dengan Hari Gerakan 1 Juta Pohon, berikut adalah beberapa jenis pohon yang memiliki daya serap terbaik sebagai upaya mencegah banjir dan longsor, seperti dikutip dari laman detikEdu.

1. Pohon Beringin

Beringin/ Foto: Unsplash.com/Zoshua Colah

Melalui cerita turun-temurun, pohon beringin sering dikaitkan dengan tempat di mana orang melakukan ritual mistik atau berhubungan dunia gaib. Namun, itu hanya mitos agar pohon ini tidak ditebang karena manfaat ekologisnya yang penting bagi lingkungan.

Pohon beringin memiliki kemampuan luar biasa dalam menyerap dan menyimpan air. Dengan jenis akar yang dimiliki, yaitu akar tunggang dan akar gantung. Pada daerah kekeringan, akar tunggangnya mampu menembus area air tanah dangkal dan membantu mempertahankan keberadaan mata air alami.

Jaringan akar yang padat dan kuat mencengkeram tanah, menjadikannya benteng alami yang berfungsi menghambat erosi dan mencegah longsor, terutama di area lereng atau sungai. Akar gantung yang muncul dari batang awalnya berfungsi sebagai alat respirasi dan kemudian berubah menjadi akar tanah yang menyerap nutrisi serta menambah ikatan tanah. Lalu, daunnya yang lebat juga dikenal mampu menyaring polutan dan menghasilkan banyak oksigen, sehingga memperbaiki kualitas udara.

2. Pohon Trembesi

Trembesi/ Foto: Alejandro Bayer Tamayo

Banyak ditemui di pinggir jalan, pohon trambesi dikenal dengan karakteristik pohon menyerupai payung yang melebar luas dan rapat. Bentuk tajuknya yang melingkar dan padat menjadikannya satu di antara tanaman pelindung yang luar biasa.

Meskipun akarnya tidak sedalam beringin, trembesi berperan penting dalam konservasi udara. Pohon ini memiliki kemampuan menyerap polutan dan CO2, menjadikannya paru-paru kota yang baik.

Trembesi, juga dikenal dengan “Ki Hujan” di berbagai negara Asia Tenggara. Hal itu menunjukkan kemampuan ekologisnya yang penting sebagai tanaman peneduh. Daunnya yang lebat dan rimbun mampu menahan air hujan, serta mengurangi buliran air yang jatuh ke tanah sehingga mencegah kerusakan tanah.

3. Pohon Bambu

Bambu/ Foto: Unsplash.com/Eleonora Albasi

Daerah yang ditumbuhi rumpun bambu biasanya memiliki tanah yang sangat stabil. Itu karena kemampuannya yang luar biasa dalam menyerap air, memperbaiki kualitas tanah, hingga mengurangi risiko banjir dan mencegah erosi serta longsor.

Sistem perakarannya yang rapat dan menyebar luas ke segala arah, mampu mengikat tanah dengan kuat dan menyerap air hujan ke dalam tanah. Selain itu, batang bambu dapat menampung air secara kapiler, memungkinkan air yang diserap akar untuk disimpan dan dilepaskan, bahkan saat musim kemarau.

Karakteristik bambu yang bersifat tahan kekeringan dan mampu tumbuh di lahan curam pada ketinggian 1.500 meter di atas permukaan laut, menjadikannya tanaman yang dapat mendukung berbagai upaya konservasi lingkungan.

4. Pohon Mahoni

Mahoni/ Foto: Bethie Raevlecya

Tak hanya menyejukkan, pohon mahoni memiliki kemampuan menyerap air yang sangat baik. Akar tunggang yang kuat dan dalam efektif menyerap air tanah dan membantu drainase, menjadikannya pohon pelindung yang baik.

Mahoni dalam mitigasi banjir dan longsor juga sangat penting. Sistem perakaran dan tanah di bawahnya akan mengikat air hujan yang jatuh, menjadikannya cadangan air yang signifikan.

Pohon ini juga dikenal sebagai penyaring udara dengan efektivitas penurunan polusi mencapai 47-69 persen. Mahoni dapat tumbuh subur pada ketinggian maksimum 1.500 meter di atas permukaan laut, menjadikannya kandidat kuat untuk reboisasi di wilayah kekeringan dan kurangnya daerah resapan air.

5. Pohon Durian

Pohon durian/ Foto: Unsplash.com/The Manh

Pohon durian termasuk salah satu tanaman tropis yang membutuhkan air cukup banyak untuk tumbuh optimal, terutama saat pertumbuhan vegetatif, berbunga, dan berbuah.

Meski begitu, durian sangat sensitif terhadap kelebihan air sehingga membutuhkan drainase yang baik dan ketersediaan air yang stabil agar pertumbuhannya optimal dan kualitas buahnya bagus. Sistem perakaran yang baik membantu menyerap air hujan dan meningkatkan kemampuan tanah menahan air, yang bertindak seperti spons.

6. Pohon Jengkol

Jengkol/ Foto: Hariadhi

Selain durian, pohon jengkol juga memiliki kemampuan menyerap air yang tinggi berkat akar yang kuat dan serasah daunnya, menjadikannya tanaman yang efektif untuk konservasi air, mengurangi risiko banjir, dan mencegah erosi, terutama di daerah lereng atau rentan banjir seperti Jakarta.

Sistem perakaran jengkol menyebar luas dan pecah, membantu tanah lebih baik dalam menahan air dan mencegah tanah longsor.

Dibandingkan pohon sawit, pohon jengkol justru lebih direkomendasikan untuk ditanam di daerah resapan air atau rentan banjir, seperti di sekitar Bogor, Sukabumi, dan Jakarta.

7. Pohon Sukun

Pohon sukun/ Foto: Kowloonese

Sistem perakarannya yang lebar dan menyebar, pohon sukun dapat membantu mengurangi risiko banjir, mencegah longsor, dan menjaga ketersediaan air tanah. Kemampuannya mengikat air ini sangat bermanfaat untuk konservasi air.

Menariknya, akarnya dapat menyimpan air dalam jumlah besar, bahkan pohon berusia 30-40 tahun dapat memunculkan sumber mata air, menjadikannya cadangan air saat musim kemarau.

Sukun bisa tumbuh di lahan yang kritis dan kering, menunjukkan adaptasi yang baik terhadap ketersediaan air. Buahnya kaya karbohidrat, vitamin, dan mineral penting, membuatnya sangat bermanfaat bagi masyarakat.

Nah, itulah beberapa jenis pohon yang dapat menyerap dan menyimpan air dengan maksimal. Selain memperindang daerah di sekitarnya, pohon-pohon ini juga dapat mengurangi mitigasi banjir, mencegah tanah longsor, hingga menampung cadangan air tanah. Yuk, mulai menanam pohon yang nggak hanya bernilai ekonomi, tetapi juga bermanfaat bagi lingkungan!

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk gabung ke komunitas pembaca Beautynesia B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(ria/ria)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.