7 Kalimat Orang Tua untuk Membuat Anak Bermental Kuat Menurut Psikolog
Memiliki mental kuat tidak hanya penting bagi remaja atau orang dewasa, begitu juga dengan anak-anak, Beauties.
Membangun mental kuat atau tangguh sejak dini bagi anak akan membantu mereka agar lebih siap menghadapi tantangan maupun ketidakpastian di masa mendatang.
Hal ini juga dipengaruhi dengan bimbingan dan dampingan orang tua dalam mengajarkan buah hati mereka beberapa hal yang bisa membentuk mental kuat mereka, termasuk dari kalimat-kalimat positif atau penuh dukungan.
Simak tujuh  kalimat orang tua yang bisa membantu anak bermental kuat menurut psikolog berikut ini.
1. 'Aku ada di sini untukmu'
Ilustrasi ibu dan anak/ Foto: pexels.com/Ketut Subiyanto
Kalimat ini bisa sangat membantu anak, lebih yang disadari oleh orang tua, Beauties.
Dr. Juli Fraga, PsyD, psikolog sekaligus co-author dari Parents Have Feelings Too menjelaskan, “Anak-anak mungkin tidak selalu ingin mengungkapkan perasaan mereka kepada orang tua mereka, tetapi mengetahui bahwa ada pengasuh di sana membuat perbedaan besar.“
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa ungkapan ini membantu anak-anak agar mereka tidak merasa sendirian.
2. ‘Ayo kita coba bersama, lalu kamu bisa mencobanya sendiri lain kali’
Ilustrasi ibu dan anak/ Foto: magnific.com/pch.vector
Kalimat lainnya untuk membantu anak memiliki mental kuat yakni, “Ayo kita coba bersama, lalu kamu bisa mencobanya sendiri lain kali”.
Pada dasarnya, anak-anak bisa memiliki ketahanan emosional sendiri, namun mereka membutuhkan dukungan dari orang-orang yang ‘mengasuh’ mereka, dalam hal ini termasuk peran orang tua.
Kalimat ini bisa membantu untuk membangun kepercayaan diri anak dan mendorong kemandirian mereka dalam menghadapi tantangan, Beauties.
3. ‘Tidak apa-apa merasakan apa yang kamu rasakan. Emosi tidak ada yang benar atau salah’
Ilustrasi ibu dan anak/ Foto: magnific.com/magnific
Membuat anak merasa seolah-olah mereka "bereaksi berlebihan" bukanlah hal yang membantu. Emosi adalah sesuatu yang wajar dan tidak masalah, dan pastikan mereka memahaminya.
Dr. Juli Fraga, PsyD menjelaskan bahwa penting bagi anak-anak maupun orang dewasa untuk mengetahui bahwa emosi tidaklah baik atau buruk. Emosi itu sekadar ada, sama halnya dengan rasa haus dan lapar.
Pemahaman ini mengajarkan anak-anak untuk tidak menghakimi diri sendiri karena memiliki perasaan tertentu.
4. 'Langkah kecil apa yang bisa kamu terapkan hari ini?
Ilustrasi orang tua dan anak/ Foto: magnific.com/magnific
Menurut Dr. Ioana Pal, PsyD, psikolog klinis berlisensi di Miller Children’s & Women’s Hospital di Long Beach, California, kalimat ini bisa diungkapkan ketika anak-anak merasakan emosinya dan siap untuk melangkah maju. Kalimat ini juga bisa meningkatkan fleksibilitas kognitif.
“Ini membantu anak-anak mengatur atau mengendalikan perasaan yang meluap-luap, dan memecah tantangan menjadi bagian atau langkah yang lebih kecil dan mudah dikelola,” ungkapnya seperti melansir dari Parade.
5. ‘Apa kesalahan yang kamu pelajari hari ini?’
Ilustrasi ibu dan anak/ Foto: Pexels.com/ PNW Production
Melansir dari CNBC Make It, pendekatan ini menormalisasi kesalahan dan menghargai pengambilan risiko yang sehat. Membicarakan kesalahan secara terbuka dapat mengurangi rasa malu dan membantu anak melihatnya sebagai peluang untuk berkembang, Beauties.
Orang tua bisa mengajukan pertanyaan dengan nada penasaran dan bukan menghakimi seperti, "Apakah ada kejadian hari ini yang ingin kamu lakukan dengan cara berbeda di lain waktu?”.
6. ‘Hal baru apa yang ingin kamu coba?’
Ilustrasi ibu dan anak/ Foto: magnific.com
Kalimat ini bisa mendorong anak-anak untuk melihat ke luar zona nyaman mereka dan memotivasi mereka untuk bersikap berani. Mereka tidak harus mahir dalam suatu bidang untuk bisa mencoba hal baru, melainkan menganggapnya sebagai sebuah pengalaman belajar.
Jika anak merasa ragu untuk mencoba hal-hal baru, para orang tua bisa mengajak mereka bereksperimen dengan bertanya, "Apakah ada klub atau kegiatan yang membuatmu penasaran dan ingin kamu coba sekali saja?”.
Mereka mungkin akan lebih bersedia untuk bereksplorasi jika mengetahui bahwa mereka tidak harus terus menjalaninya dalam waktu lama.
7. ‘Aku ada di sini untukmu, jika kamu ingin membicarakan tentang…’
Ilustrasi orang tua dan anak/ Foto: freepik.com
Kalimat ini bisa sangat membantu anak, lebih yang disadari oleh orang tua, Beauties.
Dr. Juli Fraga, PsyD, menjelaskan, “Anak-anak mungkin tidak selalu ingin mengungkapkan perasaan mereka kepada orang tua mereka, tetapi mengetahui bahwa ada pengasuh di sana membuat perbedaan besar.“
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa ungkapan ini membantu anak-anak agar mereka tidak merasa sendirian.
---
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!