3 Kalimat yang Tidak Akan Diucapkan Anak yang Terdidik Baik oleh Orang Tuanya

Dewi Maharani Astutik | Beautynesia
Minggu, 18 Oct 2026 15:00 WIB
3 Kalimat yang Tidak Akan Diucapkan Anak yang Terdidik Baik oleh Orang Tuanya
Kalimat yang Tidak Akan Diucapkan Anak yang Terdidik Baik oleh Orang Tuanya/Foto: Magnific/katemangostar

Pola asuh yang baik dari orang tua memiliki peran besar dalam membentuk karakter dan perilaku seseorang. Cara seseorang berbicara, bersikap, dan menghadapi berbagai situasi dalam hidup sering kali mencerminkan bagaimana ia dibesarkan.

Tanpa disadari, ada beberapa kalimat negatif yang bisa menjadi tanda bahwa seseorang mungkin kurang mendapatkan peran orang tua yang maksimal dalam hal pendidikan yang baik. Artikel yang dilansir dari Your Tango ini akan membahas 3 kalimat negatif yang sering diucapkan dan bisa mencerminkan kurangnya peran orang tua dalam pembelajaran nilai-nilai penting sejak kecil. 

“Aku Tidak Bisa”

Pernyataan ini sering kali menjadi penghalang bagi seseorang untuk berkembang. Menurut Dr. Laurie Santos, penting bagi kita untuk melihat kegagalan sebagai bagian dari proses belajar, bukan sebagai sesuatu yang harus dihindari. Orang yang sukses tidak akan berhenti hanya karena merasa tidak mampu atau pernah gagal, tetapi akan mencoba lagi dengan pendekatan baru.

Setiap tantangan yang kita hadapi memberikan kesempatan untuk belajar dan bertumbuh. Ketika kita berani melakukan sesuatu yang belum pernah kita coba, kita belajar mengatasi rasa takut dan kecemasan, menyesuaikan tujuan, dan bahkan memperluas jaringan sosial kita.

Orang tua telah melakukan pekerjaan yang luar biasa dalam mendidik anak mereka jika sang anak menolak untuk mengatakan “Aku tidak bisa melakukan sesuatu”. Hal ini bukan hanya karena mereka telah belajar untuk berkembang di tengah ketidakpastian dan ketidaknyamanan sejak kecil, tetapi juga karena mereka cenderung lebih siap menghadapi tantangan di masa dewasa, baik dalam pekerjaan, hubungan, maupun membangun rutinitas baru.

“Itu Memalukan”

Ilustrasi/Foto: Freepik

Rasa malu menghambat banyak orang dalam kehidupan sehari-hari karena terkait dengan emosi yang kuat dan melemahkan, seperti rasa bersalah, cemas, dan bahkan perasaan rendah diri. Rasa malu sering kali membuat kita memikirkan berbagai kemungkinan buruk dan membandingkan diri dengan orang lain.

Namun, seiring dengan bertambahnya usia dan pengalaman, kita bisa belajar untuk tidak membiarkan rasa malu mengontrol hidup kita. Rasa malu memang alami, tetapi kita punya pilihan apakah akan terus membiarkannya menghambat kita atau mencoba mengatasinya.

Seperti halnya seseorang bisa belajar untuk menerima dan terbiasa dengan situasi yang tidak nyaman, anak-anak juga bisa diajarkan untuk menghadapi rasa malu atau canggung dalam interaksi sosial.

Orang tua yang baik akan membimbing anak-anak mereka agar tidak mudah merasa malu atau takut saat berhadapan dengan orang lain. Mereka mengajarkan anak-anak untuk lebih berfokus pada hal-hal positif serta keterlibatan dengan orang lain dalam percakapan atau interaksi daripada membiarkan kecemasan membuat mereka menarik diri.

Menurut Psychology Today, rasa malu muncul ketika seseorang terlalu khawatir tentang apa yang dipikirkan orang lain tentang dirinya. Namun, jika kita mengalihkan perhatian dari diri sendiri dan lebih fokus pada mendengarkan serta memperhatikan orang lain dalam situasi tertentu, kita dapat menghindari perasaan panik dan cemas akibat rasa tidak aman.

“Aku Tidak Butuh Bantuan”

Ilustrasi/Foto: Freepik/katemangostar

Pernyataan ini sering kali muncul karena adanya norma sosial dan stereotip yang menanamkan nilai kemandirian secara berlebihan. Banyak orang diajarkan sejak kecil bahwa meminta bantuan adalah tanda kelemahan.

Padahal, penelitian seperti yang diterbitkan dalam jurnal Management Science menunjukkan bahwa orang yang meminta bantuan justru dapat membangun citra positif di mata orang lain. Namun, bagi orang yang tumbuh dengan keyakinan bahwa mereka harus selalu terlihat kuat dan mandiri untuk mendapatkan pengakuan, meminta bantuan bisa terasa seperti kegagalan.

Jika kamu tidak pernah ragu untuk meminta bantuan, itu berarti orang tuamu telah membesarkanmu dengan sangat baik. Mereka tidak hanya mendorongmu untuk menjalin hubungan sosial dan bekerja sama dengan orang lain, tetapi juga membantumu mengembangkan rasa harga diri yang kuat tanpa bergantung pada validasi eksternal atau pujian terus-menerus.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE