7 Kebiasaan Orang Tua yang Mendidik Anak Menjadi Tangguh

Dimitrie Hardjo | Beautynesia
Jumat, 30 Oct 2026 17:15 WIB
5. Tidak Buru-buru Membuat Anak Merasa Lebih Baik
Tidak buru-buru membuat anak merasa lebih baik/ Foto: Pexels.com/Ron Lach

Anak yang tangguh merupakan hasil didikan orang tua yang baik, Beauties. Sebab, pola asuh sangat memengaruhi tumbuh kembang anak. Orang tua secara konsisten menerapkan kebiasaan tertentu sehingga mental tangguh anak akan terbentuk seiring dengan berjalannya waktu.

Menurut Suzan J. Song, Psikiater anak lulusan Harvard dan Stanford, dalam tulisannya di CNBC Make It, ketangguhan sejati muncul dari kemampuan untuk bertindak, menjalin hubungan dengan orang lain, dan tetap terlibat dalam kehidupan, bahkan saat keadaan tidak berjalan dengan baik. Oleh karena itu, ada beberapa kebiasaan yang diterapkan orang tua untuk membangun mentalitas anak dalam aspek-aspek tersebut. Apa saja?

1. Mendengarkan Anak

Mendengarkan anak

Mendengarkan anak/ Foto: Pexels.com/Ketut Subianto

Mendengarkan anak menajdi kebiasaan pertama yang diterapkan para orang tua yang mendidik anak supaya tangguh. Ketika anak bercerita atau mengungkapkan keluh kesahnya, orang tua tidak akan mengabaikannya. Mereka akan duduk, menatap sang anak, dan mendengarkan ceritanya sampai tuntas.

Mengutip dari YourTango, David Schwartz, seorang terapis pernikahan dan keluarga berlisensi, menjelaskan bahwa, “Mendengarkan anak-anak berbicara mungkin pada awalnya tampak sebagai hal yang sepele. Namun, waktu yang kamu luangkan untuk mendengarkan mereka adalah momen di mana mereka merasa dihargai. Hal ini ibarat menanam benih bagi masa depan mereka, yang kelak dapat berkembang menjadi kekuatan batin dan kepercayaan diri."

2. Menunjukkan Empati

Menunjukkan empati

Menunjukkan empati/ Foto: Pexels.com/Ana Karotkaya Photography

Orang tua yang menginginkan anaknya tumbuh menjadi seorang yang tangguh juga selalu menunjukkan empati terhadap anak. Terlebih ketika anak menceritakan suatu masalah, maka orang tua perlu memvalidasi perasaan itu agar anak merasa didengarkan dan dimengerti.

3. Mengajarkan Keberhasilan dan Kegagalan

Mengajarkan keberhasilan dan kegagalan

Mengajarkan keberhasilan dan kegagalan/ Foto: Pexels.com/Ron Lach

Suzan J. Song turut menjelaskan bahwa pengalaman yang baik dan buruk sama-sama penting dirasakan oleh anak. Dari pengalaman itu, mereka dapat belajar dan membentuk mental tangguh. Sebab, anak-anak perlu belajar bahwa gagal pada suatu hal pada awalnya tidak berarti mereka akan buruk selamanya.

4. Mengajarkan Hubungan yang Sehat

Mengajarkan hubungan yang sehat

Mengajarkan hubungan yang sehat/ Foto: Pexels.com/Katerina Holmes

Mental tangguh juga berkaitan dengan membangun hubungan yang sehat, baik secara personal maupun profesional. Misalnya seperti kemampuan untuk membangun kepercayaan, memperbaiki konflik, menghidupkan kembali hubungan, meminta bantuan, menetapkan batasan, serta memelihara hubungan yang erat.

Orang tua yang memahami pentingnya hubungan sehat ini akan menerapkan kebiasaan bertanya pada anak tentang apa masalah yang dialaminya, menuntun anak untuk mempertimbangkan apa yang mungkin dialami oleh pihak lain, apa yang diinginkan anak dari hubungan tersebut, serta apakah hubungan itu layak untuk diperbaiki. Selain itu, orang tua juga akan menjadi contoh dengan memperlihatkan kepada anak, cara memperbaiki hubungan yang baik dengan orang lain.

5. Tidak Buru-buru Membuat Anak Merasa Lebih Baik

Tidak buru-buru membuat anak merasa lebih baik

Tidak buru-buru membuat anak merasa lebih baik/ Foto: Pexels.com/Ron Lach

Saat anak merasa kecewa dan menangis, orang tua sering kali ingin membuat anaknya merasa lebih baik dengan segera. Orang tua langsung berusaha mencari solusi bagi anak yang dalam masalah untuk mengatasi rasa kecewanya. Namun untuk membentuk mental tangguh anak, anak perlu mengenali dan memproses emosi yang dirasakan, lalu kembali bangkit. Bukan langsung menyingkirkan perasaan-perasaan yang sulit.

6. Membangun Rutinitas dan Struktur

Membangun rutinitas dan struktur

Membangun rutinitas dan struktur/ Foto: Pexels.com/Monstera Productions

Melansir dari YourTango, menetapkan struktur merupakan salah satu kebiasaan yang sangat penting dari para orang tua yang membesarkan anak-anak yang tangguh. Sebab, rutinitas akan membantu anak tidak merasa dipaksa karena mereka sudah terbiasa melakukannya.

7. Memberikan Anak Tanggung Jawab

Orang tua yang mendidik anak menjadi sosok yang tangguh perlahan-lahan memperkenalkan tanggung jawab kepada anak, bukan dimanjakan. Mereka memberikan tanggung jawab kepada anak atas hal-hal yang sesuai dengan perkembangannya, membantu mereka membangun pola pikir "aku bisa” pada anak.

***

Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI! 

(dmh/dmh)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.

RELATED ARTICLE