7 Kebiasaan Orang yang Terlihat Sangat Sabar tapi Sebenarnya Pendendam Luar Biasa

Riswinanti Pawestri Permatasari | Beautynesia
Senin, 26 Jan 2026 20:00 WIB
2. Suka Gosip
Ilustrasi Perempuan Pendendam/Foto: Freepik.com/katemangostar

Beberapa orang terlihat sangat sabar dan tenang dalam menghadapi kehidupan. Mereka jarang marah, jarang mengeluh, dan sering terlihat “dewasa” dalam menyikapi konflik. Orang-orang macam ini biasanya akan dikagumi karena tidak sedikit yang memuji kesabaran mereka.

Namun, kamu wajib waspada. Di balik sikap kalem itu, ada tipe kepribadian yang justru jauh lebih melelahkan untuk dihadapi, yaitu orang yang pendendam secara emosional.

Bukan tipe yang meledak-ledak atau terang-terangan membalas. Justru sebaliknya, mereka menyimpan, menghitung, dan menunggu momen yang tepat. Dendamnya halus, tapi efeknya panjang. Lalu bagaimana cara mendeteksi orang-orang seperti ini?

Melansir The Truly Charming, berikut ini kebiasaan-kebiasaan yang sering dimiliki orang yang terlihat sabar, namun sebenarnya sangat pendendam.

1. Sering Mengungkit Kebaikan yang Pernah Dilakukan

Ilustrasi Perempuan Pendendam/Foto: Freepik.com
Ilustrasi Perempuan Pendendam/Foto: Freepik.com

Orang pendendam jarang melakukan kebaikan tanpa motif. Setiap bantuan, perhatian, atau pengorbanan selalu “dicatat” dalam ingatan. Mereka mungkin tidak langsung menagih, tapi suatu hari kalimat seperti, “Ingat nggak waktu aku bantu kamu dulu?” akan muncul.

Relasi bagi mereka bukan soal ketulusan, melainkan transaksi. Ada ekspektasi balasan yang harus dipenuhi. Jika kamu dianggap kurang membalas atau tidak sesuai harapan, rasa bersalah akan digunakan sebagai alat kontrol.

2. Suka Gosip

Ilustrasi Perempuan Pendendam/Foto: Freepik.com/katemangostar

Alih-alih menyelesaikan masalah face to face, mereka memilih jalur tidak langsung, yaitu bergosip. Namun informasi dipelintir, cerita dipotong, dan rahasia pribadi bisa “tidak sengaja” bocor.

Gosip menjadi senjata emosional. Dengan membuat orang lain berpihak, mereka merasa lebih benar dan lebih unggul secara moral. Tujuannya bukan mencari solusi, melainkan validasi. Dalam diam, mereka sedang membalas dengan merusak reputasi atau citra orang lain.

3. Selalu Merasa Sedang Bersaing, dalam Hal Apa Pun

Ilustrasi Perempuan Pendendam/Foto: Freepik.com/karlyukav
Ilustrasi Perempuan Pendendam/Foto: Freepik.com/karlyukav

Segala hal bisa jadi ajang perbandingan, karier, pencapaian, perhatian, bahkan hal-hal sepele. Kesuksesan orang lain terasa mengancam harga diri mereka. Karena itu, alih-alih ikut senang, mereka cenderung meremehkan atau bersikap dingin.

Pujian sering dibungkus sarkasme, seperti, “Kok bisa, sih, selalu beruntung?” atau “Enak, ya, hidupmu.” Rasa iri disamarkan sebagai candaan atau pujian palsu. Tujuannya satu, yaitu mengecilkan pencapaian orang lain agar mereka kembali merasa lebih hebat.

4. Sering Mengungkit Konflik Lama

Ilustrasi Perempuan Pendendam/Foto: Freepik.com/cookie_studio

Bagi orang pendendam, konflik tidak pernah benar-benar selesai. Masalah lama hanya “di-pause”, bukan diselesaikan. Suatu waktu, luka lama bisa diungkit kembali seolah baru terjadi kemarin.

Masa lalu digunakan sebagai amunisi, bukan pelajaran. Hal ini akan membuatmu merasa lelah karena terus diseret ke lingkaran emosional yang sama. Ironisnya, mereka jarang merasa salah. Dalam pikirannya, balas dendam adalah bentuk keadilan. Mereka meyakini bahwa menyakiti balik berarti mengembalikan keseimbangan.

5. Lebih Memilih Silent Treatment daripada Mengobrol

Ilustrasi Perempuan Pendendam/Foto: Freepik.com/azerbaijan_stockers
Ilustrasi Perempuan Pendendam/Foto: Freepik.com/azerbaijan_stockers

Saat tersinggung atau marah, mereka tidak akan mengungkapkan perasaan secara terbuka. Mereka memilih diam, menjauh, dan bersikap dingin tanpa penjelasan. Silent treatment bukan bentuk refleksi diri, melainkan hukuman emosional. Tujuannya membuat orang lain cemas, bingung, dan akhirnya merasa bersalah. Diam memberi mereka rasa kuasa, sementara pihak lain dibiarkan menebak-nebak kesalahan yang bahkan mungkin tidak pernah terjadi.

6. Memutarbalikkan Kata dan Playing Victim

Ilustrasi Perempuan Pendendam/Foto: Freepik.com/karlyukav

Mereka sangat piawai mengubah situasi netral menjadi serangan pribadi. Kalimat biasa bisa ditafsirkan sebagai penghinaan, dan kesalahan kecil dianggap niat buruk. Misalnya ketika seseorang tidak membalas pesan, maka dianggap mengabaikan. Tidak mengundang ke suatu acara akan dicap sengaja menyingkirkan.

Dengan memainkan peran korban, mereka memancing simpati dan membuat orang lain merasa bersalah. Begitu kamu mulai meminta maaf, kontrol emosional kembali ke tangan mereka. Bukan pemahaman yang dicari, melainkan posisi unggul dalam relasi.

7. Mudah Minta Maaf, tapi Tidak Pernah Benar-Benar Memaafkan

Ilustrasi Perempuan Pendendam/Foto: Freepik.com/drobotdean
Ilustrasi Perempuan Pendendam/Foto: Freepik.com/drobotdean

Mereka mungkin berkata, “Nggak apa-apa,” atau “Aku sudah move on.” Namun, dendam sebenarnya tidak pernah hilang. Kesalahan lama disimpan rapi dan akan muncul kembali di momen yang paling menyakitkan. Setiap konflik baru sering berujung pada luka lama yang sama. Ini karena mereka tidak pernah benar-benar memproses emosi atau melepaskan rasa sakit.

Dendam menjadi cara untuk merasa berharga dan berkuasa. Sayangnya, semakin mereka mengejar balas dendam, semakin kosong yang dirasakan. Mereka terjebak dalam siklus pahit yang tidak pernah memberi kelegaan.

Demikian beberapa kebiasaan orang yang terlihat sangat sabar namun sebenarnya pendendam luar biasa. Berhubungan dengan orang-orang macam ini umumnya sangat melelahkan karena penuh dengan aura negatif. Jadi hati-hati, dan sebaiknya tidak terlalu sering berurusan dengan mereka.

***

Ingin jadi salah satu pembaca yang bisa ikutan beragam event seru di Beautynesia? Yuk, gabung ke komunitas pembaca Beautynesia, B-Nation. Caranya DAFTAR DI SINI!

(naq/naq)
Komentar
0 Komentar TULIS KOMENTAR
Belum ada komentar.
Jadilah yang pertama memberikan komentar.